alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Mendatangi Puskeswan di Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan

SAMPANG – Bangunan puskeswan di Jalan Syamsul Arifin itu sebenarnya cukup bagus. Gedung berdiri kokoh, lantai dikeramik, dan halaman sudah dipaving. Namun sayang, kantor itu terkesan tidak terawat. Cat biru yang melapisi dinding gedung itu mulai mengelupas. Sementara sebagian dinding lainnya kotor kecokelatan.

Keadaan itu mengindikasikan, kantor puskeswan kurang dimanfaatkan dengan maksimal. Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin sangat menyayangkan selama bertahun-tahun kantor puskeswan belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, bangunan tersebut bertujuan meningkatkan pelayanan pemeriksaan hewan ternak.

”Seharusnya, pemeriksaan hewan bisa dilakukan di situ (puskeswan, Red). Dinas terkait harus maksimal mengelola agar manfaatnya dirasakan masyarakat, terutama peternak,” tegur Syamsuddin.

Politikus Hanura itu menuturkan, banyak peternak yang datang ke kantor puskewan. Mereka ingin berkonsultasi mengenai hewan ternak. Namun, peternak kembali karena tidak ada petugas atau mantri hewan yang standby di puskeswan. Pelayanan yang seharusnya dilakukan di puskeswan tidak terlaksana.

Baca Juga :  Kejari Sampang Junjung Tinggi Profesionalitas Tangani Perkara

”Kami banyak menerima keluhan dari warga pemilik ternak. Mereka pulang dengan kecewa karena kantor puskeswan jarang ada petugas,” sebutnya.

Kepala Dinas Pertanian Sampang Hary Soeyanto yang diwakili Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Halifatul Ummah mengatakan, kantor puskeswan dikelola dengan baik. ”Petugas atau dokter hewan sering terjun ke lapangan,” klaimnya.

”Itu untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan hewan ternak. Di papan pengumuman sudah tertera nomor telepon petugas. Jadi kalau petugas tidak ada di kantor, warga  bisa menghubungi nomor itu,” sambungnya.

Dia mengakui pelayanan kesehatan hewan ternak kurang maksimal. Sebab, hanya ada enam dokter hewan yang bertugas. Sementara warga yang harus dilayani banyak sehingga dokter kewalahan. ”Setiap hari pasti ada petugas yang berjaga di masing-masing puskeswan untuk memberikan pelayanan,” ucapnya.

Baca Juga :  Madrasah Aliyah  Kecipratan Dana Tistas

Enam dokter hewan, jelas dia, menangani delapan kecamatan di Sampang. Yakni, Kecamatan/Kota Sampang, Jrengik, Tambelangan, Sreseh, dan Torjun. Juga di Kecamatan Camplong, Pangarengan, dan Kedungdung.

Idealnya, imbuh Halifatul Ummah, satu dokter hewan maksimal menangani 2.000 hewan ternak. Akan tapi, karena jumlah dokter hewan terbatas, terpaksa melayani lebih dari jumlah ideal itu.

Dia menyebutkan, populasi hewan ternak di Sampang, terutama sapi, meningkat. Saat ini hampir mencapai 200 ribu ekor. ”Sering kali pelayanan kurang maksimal. Karena itu, kami butuh tambahan dokter hewan agar pelayanan di puskeswan lebih maksimal,” pungkasnya

- Advertisement -

SAMPANG – Bangunan puskeswan di Jalan Syamsul Arifin itu sebenarnya cukup bagus. Gedung berdiri kokoh, lantai dikeramik, dan halaman sudah dipaving. Namun sayang, kantor itu terkesan tidak terawat. Cat biru yang melapisi dinding gedung itu mulai mengelupas. Sementara sebagian dinding lainnya kotor kecokelatan.

Keadaan itu mengindikasikan, kantor puskeswan kurang dimanfaatkan dengan maksimal. Anggota Komisi II DPRD Sampang Syamsuddin sangat menyayangkan selama bertahun-tahun kantor puskeswan belum dimanfaatkan dengan baik. Padahal, bangunan tersebut bertujuan meningkatkan pelayanan pemeriksaan hewan ternak.

”Seharusnya, pemeriksaan hewan bisa dilakukan di situ (puskeswan, Red). Dinas terkait harus maksimal mengelola agar manfaatnya dirasakan masyarakat, terutama peternak,” tegur Syamsuddin.


Politikus Hanura itu menuturkan, banyak peternak yang datang ke kantor puskewan. Mereka ingin berkonsultasi mengenai hewan ternak. Namun, peternak kembali karena tidak ada petugas atau mantri hewan yang standby di puskeswan. Pelayanan yang seharusnya dilakukan di puskeswan tidak terlaksana.

Baca Juga :  Maling Bobol Tempat Praktik Dokter

”Kami banyak menerima keluhan dari warga pemilik ternak. Mereka pulang dengan kecewa karena kantor puskeswan jarang ada petugas,” sebutnya.

Kepala Dinas Pertanian Sampang Hary Soeyanto yang diwakili Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Halifatul Ummah mengatakan, kantor puskeswan dikelola dengan baik. ”Petugas atau dokter hewan sering terjun ke lapangan,” klaimnya.

”Itu untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan hewan ternak. Di papan pengumuman sudah tertera nomor telepon petugas. Jadi kalau petugas tidak ada di kantor, warga  bisa menghubungi nomor itu,” sambungnya.

Dia mengakui pelayanan kesehatan hewan ternak kurang maksimal. Sebab, hanya ada enam dokter hewan yang bertugas. Sementara warga yang harus dilayani banyak sehingga dokter kewalahan. ”Setiap hari pasti ada petugas yang berjaga di masing-masing puskeswan untuk memberikan pelayanan,” ucapnya.

Baca Juga :  Pandemi, Jatah Bulanan Ketemu Keluarga Raib

Enam dokter hewan, jelas dia, menangani delapan kecamatan di Sampang. Yakni, Kecamatan/Kota Sampang, Jrengik, Tambelangan, Sreseh, dan Torjun. Juga di Kecamatan Camplong, Pangarengan, dan Kedungdung.

Idealnya, imbuh Halifatul Ummah, satu dokter hewan maksimal menangani 2.000 hewan ternak. Akan tapi, karena jumlah dokter hewan terbatas, terpaksa melayani lebih dari jumlah ideal itu.

Dia menyebutkan, populasi hewan ternak di Sampang, terutama sapi, meningkat. Saat ini hampir mencapai 200 ribu ekor. ”Sering kali pelayanan kurang maksimal. Karena itu, kami butuh tambahan dokter hewan agar pelayanan di puskeswan lebih maksimal,” pungkasnya

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/