alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Proyek Penggantian Jembatan di Jalan Nasional Jalur Selatan Madura

SAMPANG – Arus lalu lintas di jalan nasional jalur Madura selatan, mulai dari Bangkalan hingga Sumenep terganggu karena ada pembangunan jembatan. Pengerjaan proyek fisik itu diperkirakan selesai pada akhir Desember 2017.

Di Sampang dilakukan penggantian Jembatan Masaran. Hingga Selasa (7/11), progres pengerjaan proyek jembatan di Kecamatan Camplong itu baru 50 persen. Proyek penggantian Jembatan Masaran satu paket dengan Jembatan Sempar di Kecamatan Blega, Bangkalan.

Nilai kontrak penggantian dua jembatan itu Rp 17 miliar. Kontraktor yang menjadi pelaksana yakni Kerja Sama Operasi (KSO) PT Gala Jaya dan PT Karya Tunggal Mulia Abadi. Sayangnya, di sekitar Jembatan Masaran tidak terpasang papan nama pelaksana kegiatan.

Pemilik program penggantian Jembatan Sempar dan Jembatan Masaran adalah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII Surabaya. Pelaksana bisa kena denda bila pekerjaan melebihi deadline.

Selain itu, kontraktor bisa diputus kontrak apabila tidak bisa menyelesaikan pekerjaan hingga batas perpanjangan waktu babis. Perpanjangan waktu yang diberikan BBPJN Wilayah VIII Surabaya 50 hari.

Baca Juga :  Reklamasi Ilegal Meluas, Pemprov Siapkan Sanksi

Pejabat Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Pertama BBPJN Wilayah VIII Surabaya Fajar Saiful menjelaskan, Jembatan Masaran di Sampang dan Jembatan Sempar di Bangkalan merupakan jembatan tua dengan nilai kondisi 3–4. ”Jembatan Masaran dan Jembatan Sempar masuk kategori kritis. Maka dari itu kami lakukan penggantian. Jadi dua jembatan itu kami ganti,” katanya kemarin.

Menurut dia, sesuai surat perintah kerja (SPK), proyek dua jembatan itu mulai digarap sejak Juli dan harus selesai Desember 2017. ”Kontrak kerjanya dimulai Juli. Kami harap pengerjaan sesuai ketentuan dan selesai tepat waktu,” ujar Fajar.

Dia menyebutkan, yang menjadi kendala pengerjaan jembatan adalah management traffic atau peningkatan volume kendaraan. Namun demikian, klaimnya, pengerjaan masih on progress. Fajar mengaku tidak ada kendala berarti. ”Cuaca juga masih mendukung,” ucapnya.

Pihaknya akan terus mengontrol pengerjaan penggantian dua jembatan itu agar selesai tepat waktu. Apabila melebihi batas waktu, pelaksana akan didenda. ”Tapi kalau tidak bisa menyelesaikan pekerjaan setelah diberi tambahan waktu 50 hari, pelaksana akan diputus kontrak,” tegasnya.

Baca Juga :  NU Tetap Mengawal Keutuhan NKRI

Fajar meminta kontraktor pelaksana penggantian Jembatan Masaran dan Jembatan Sempar memasang papan informasi. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui tentang proyek tersebut. ”Kami minta pelaksana pasang papan nama. Semestinya ada,” ujar dia.

Fajar menambahkan, nilai lebih jembatan yang sedang dibangun yaitu keamanan. Terutama Jembatan Masaran yang dilalui air laut. ”Keamanan lebih baik dari jembatan sebelum diganti. Ini istilahnya diperbarui,” tukasnya.

Agus Waluyo, pelaksana lapangan penggantian Jembatan Masaran menyampaikan, total pekerja yang dikerahkan 15 orang. Para pekerja merupakan warga Dusun Lengser, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong. Dia menyebut, batas waktu pengerjaan 27 Desember 2017.

Hingga kemarin, yang sudah dikerjakan baru satu sisi jembatan. Setelah itu, pihaknya akan mengerjakan sisi yang satunya lagi. Lebar jembatan 7,5 meter dan panjang 10,5 meter.

”Material saya nggak tahu dari mana. Saya cuma beli,” katanya. Dia membenarkan progres pekerjaan penggantian Jembatan Masaran baru 50 persen. Namun, dia berani menjamin pekerjaan selesai akhir Desember nanti.

SAMPANG – Arus lalu lintas di jalan nasional jalur Madura selatan, mulai dari Bangkalan hingga Sumenep terganggu karena ada pembangunan jembatan. Pengerjaan proyek fisik itu diperkirakan selesai pada akhir Desember 2017.

Di Sampang dilakukan penggantian Jembatan Masaran. Hingga Selasa (7/11), progres pengerjaan proyek jembatan di Kecamatan Camplong itu baru 50 persen. Proyek penggantian Jembatan Masaran satu paket dengan Jembatan Sempar di Kecamatan Blega, Bangkalan.

Nilai kontrak penggantian dua jembatan itu Rp 17 miliar. Kontraktor yang menjadi pelaksana yakni Kerja Sama Operasi (KSO) PT Gala Jaya dan PT Karya Tunggal Mulia Abadi. Sayangnya, di sekitar Jembatan Masaran tidak terpasang papan nama pelaksana kegiatan.


Pemilik program penggantian Jembatan Sempar dan Jembatan Masaran adalah Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah VIII Surabaya. Pelaksana bisa kena denda bila pekerjaan melebihi deadline.

Selain itu, kontraktor bisa diputus kontrak apabila tidak bisa menyelesaikan pekerjaan hingga batas perpanjangan waktu babis. Perpanjangan waktu yang diberikan BBPJN Wilayah VIII Surabaya 50 hari.

Baca Juga :  Pemuda Di Sampang Tewas Gorok Leher Sendiri

Pejabat Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan Ahli Pertama BBPJN Wilayah VIII Surabaya Fajar Saiful menjelaskan, Jembatan Masaran di Sampang dan Jembatan Sempar di Bangkalan merupakan jembatan tua dengan nilai kondisi 3–4. ”Jembatan Masaran dan Jembatan Sempar masuk kategori kritis. Maka dari itu kami lakukan penggantian. Jadi dua jembatan itu kami ganti,” katanya kemarin.

Menurut dia, sesuai surat perintah kerja (SPK), proyek dua jembatan itu mulai digarap sejak Juli dan harus selesai Desember 2017. ”Kontrak kerjanya dimulai Juli. Kami harap pengerjaan sesuai ketentuan dan selesai tepat waktu,” ujar Fajar.

Dia menyebutkan, yang menjadi kendala pengerjaan jembatan adalah management traffic atau peningkatan volume kendaraan. Namun demikian, klaimnya, pengerjaan masih on progress. Fajar mengaku tidak ada kendala berarti. ”Cuaca juga masih mendukung,” ucapnya.

Pihaknya akan terus mengontrol pengerjaan penggantian dua jembatan itu agar selesai tepat waktu. Apabila melebihi batas waktu, pelaksana akan didenda. ”Tapi kalau tidak bisa menyelesaikan pekerjaan setelah diberi tambahan waktu 50 hari, pelaksana akan diputus kontrak,” tegasnya.

Baca Juga :  IPAL RSU Ketapang Digerojok Rp 877,2 Juta

Fajar meminta kontraktor pelaksana penggantian Jembatan Masaran dan Jembatan Sempar memasang papan informasi. Tujuannya, agar masyarakat mengetahui tentang proyek tersebut. ”Kami minta pelaksana pasang papan nama. Semestinya ada,” ujar dia.

Fajar menambahkan, nilai lebih jembatan yang sedang dibangun yaitu keamanan. Terutama Jembatan Masaran yang dilalui air laut. ”Keamanan lebih baik dari jembatan sebelum diganti. Ini istilahnya diperbarui,” tukasnya.

Agus Waluyo, pelaksana lapangan penggantian Jembatan Masaran menyampaikan, total pekerja yang dikerahkan 15 orang. Para pekerja merupakan warga Dusun Lengser, Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong. Dia menyebut, batas waktu pengerjaan 27 Desember 2017.

Hingga kemarin, yang sudah dikerjakan baru satu sisi jembatan. Setelah itu, pihaknya akan mengerjakan sisi yang satunya lagi. Lebar jembatan 7,5 meter dan panjang 10,5 meter.

”Material saya nggak tahu dari mana. Saya cuma beli,” katanya. Dia membenarkan progres pekerjaan penggantian Jembatan Masaran baru 50 persen. Namun, dia berani menjamin pekerjaan selesai akhir Desember nanti.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/