alexametrics
21.3 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Ratusan Produk IKM Gagal Masuk SIP 6

SAMPANG – Pemkab sudah meluncurkan sistem informasi pelayanan penyuluhan, pendampingan, pengembangan produk, dan peningkatan industri kecil menengah (SIP 6 IKM) Sampang. Namun, tidak semua produk IKM di Kota Bahari bisa nangkring di aplikasi tersebut.

Dinas Perdagangan dan Perindsutrian (Disperdagprin) Sampang beralasan, produk IKM masih terkendala dengan izin usaha. Hal itu disampaikan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Disperdagprin Sampang Moh. Irwan Ferdiawan kemarin (7/10).

Menurut Irwan, aplikasi SIP 6 IKM Sampang baru diluncurkan tahun ini. Saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku IKM. Aplikasi tersebut berfungsi untuk mempermudah pelayanan kepada pelaku IKM.

Pelaku IKM bisa mengakses layanan produk melalui internet. Di antaranya promosi, pendaftaran merek, dan bentuk layanan lainnya.

Baca Juga :  Bersinergi dengan Pemkab, Berikan Perlindungan bagi Pegawai Non-ASN

”Jadi, masyarakat tidak perlu datang ke kantor. Yang penting sudah punya aplikasinya dan bisa mengoperasikannya. Aplikasi ini bisa di-download di Play Store,” terangnya kemarin (7/10).

Irwan mengungkapkan, di Sampang terdapat 4.700 produk IKM. Namun, tidak semua produk bisa masuk dalam aplikasi SIP 6 IKM Sampang. Pihaknya memprioritaskan pelaku IKM yang sudah dibina.

Tahun ini pihaknya membina 300 pelaku IKM. Namun, tidak semua pelaku IKM diterima. Pasalnya, masih banyak ditemukan produk yang bermasalah. Di antaranya, proses perizinan usaha. Di samping itu, masyarakat banyak yang belum tahu cara menggunakan aplikasi SIP 6 IKM Sampang.

”Jadi yang bisa masuk ke SIP 6 hanya 137 produk dari 70 pelaku IKM. Terkadang satu pelaku IKM itu memiliki lebih dari satu produk,” paparnya.

Baca Juga :  Pemkab Apresiasi Kerja Kajari Edukasi Pemerintah

”Kami sudah memberikan edukasi dan masukan agar produk yang belum memiliki izin segera diurus,” timpalnya.

Setiap bulan, disperdagprin menargetkan memasukkan 15 produk IKM. Namun, saat ini pihaknya mengakui belum bisa memenuhi target tersebut. Ke depan, akan sering melakukan monitoring. ”Kami mengedukasi dan mendampingi bagaimana mengaktifkan digitalisasi IKM SIP 6,” ujarnya.

”Nanti kalau sudah berjalan sesuai dengan harapan, kami akan mengembangkan dengan kartu IKM sehingga mudah untuk mengetahui IKM yang aktif dan tidak,” tukasnya. (bil)

- Advertisement -

SAMPANG – Pemkab sudah meluncurkan sistem informasi pelayanan penyuluhan, pendampingan, pengembangan produk, dan peningkatan industri kecil menengah (SIP 6 IKM) Sampang. Namun, tidak semua produk IKM di Kota Bahari bisa nangkring di aplikasi tersebut.

Dinas Perdagangan dan Perindsutrian (Disperdagprin) Sampang beralasan, produk IKM masih terkendala dengan izin usaha. Hal itu disampaikan Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Disperdagprin Sampang Moh. Irwan Ferdiawan kemarin (7/10).

Menurut Irwan, aplikasi SIP 6 IKM Sampang baru diluncurkan tahun ini. Saat ini pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada pelaku IKM. Aplikasi tersebut berfungsi untuk mempermudah pelayanan kepada pelaku IKM.


Pelaku IKM bisa mengakses layanan produk melalui internet. Di antaranya promosi, pendaftaran merek, dan bentuk layanan lainnya.

Baca Juga :  Janji Lelang Aset Meleset Pemkab Kesulitan Kumpulkan Kendaraan

”Jadi, masyarakat tidak perlu datang ke kantor. Yang penting sudah punya aplikasinya dan bisa mengoperasikannya. Aplikasi ini bisa di-download di Play Store,” terangnya kemarin (7/10).

Irwan mengungkapkan, di Sampang terdapat 4.700 produk IKM. Namun, tidak semua produk bisa masuk dalam aplikasi SIP 6 IKM Sampang. Pihaknya memprioritaskan pelaku IKM yang sudah dibina.

Tahun ini pihaknya membina 300 pelaku IKM. Namun, tidak semua pelaku IKM diterima. Pasalnya, masih banyak ditemukan produk yang bermasalah. Di antaranya, proses perizinan usaha. Di samping itu, masyarakat banyak yang belum tahu cara menggunakan aplikasi SIP 6 IKM Sampang.

”Jadi yang bisa masuk ke SIP 6 hanya 137 produk dari 70 pelaku IKM. Terkadang satu pelaku IKM itu memiliki lebih dari satu produk,” paparnya.

Baca Juga :  Janji Tuntaskan 2020

”Kami sudah memberikan edukasi dan masukan agar produk yang belum memiliki izin segera diurus,” timpalnya.

Setiap bulan, disperdagprin menargetkan memasukkan 15 produk IKM. Namun, saat ini pihaknya mengakui belum bisa memenuhi target tersebut. Ke depan, akan sering melakukan monitoring. ”Kami mengedukasi dan mendampingi bagaimana mengaktifkan digitalisasi IKM SIP 6,” ujarnya.

”Nanti kalau sudah berjalan sesuai dengan harapan, kami akan mengembangkan dengan kartu IKM sehingga mudah untuk mengetahui IKM yang aktif dan tidak,” tukasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/