alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Petani Garam Enggan Gunakan Geomembran

SAMPANG – Masa produksi garam rakyat di wilayah Sampang sudah dimulai. Sebagian petani sudah menggarap tambak. Mulai dari meratakan tambak hingga mengalirkan air ke ladang garam.

Di Sampang sebagian petani garam rakyat masih menggunakan cara-cara tradisional. Misalnya sampai saat ini mereka masih enggan menggunakan geomembran. Alasannya macam-macam, mulai dari faktor finansial hingga kualitas garam.

Masrum, 55, salah seorang petani garam di Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang mengaku, menggarap tambak garam secara tradisional. Dia menggunakan alat seadanya. Sampai saat ini dia masih belum menggunakan geomembran.

”Kalau dari segi rasa, sebenarnya lebih enak yang tidak menggunakan alat geomembran,” tuturnya kemarin (7/6).

Baca Juga :  Warga Pantura Sampang Pertanyakan Manfaat SPAM

Namun, dari sisi warna, garam yang menggunakan geomembran terlihat lebih bersih. Sebab garam tersebut tidak terkontaminasi oleh tanah. Selain itu menggunakan geomembran juga bisa meningkatkan produksi.

Hanya, dia tidak menggunakan alat geomembran karena terkendala biaya. Harga geomembran menurutnya cukup mahal. Sementara dia mengelola tambak garam milik orang lain.

”Ini saya mengelolah tambak garam milik orang lain. Pembagiannya sepertiga untuk saya, dua pertiganya untuk yang punya tambak,” terangnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Umi Hanik Laila mengatakan, setiap tahun pihaknya selalu mengalokasikan anggaran pemberdayaan usaha garam rakyat (pugar). Bentuknya bisa berupa bantuan geomembran, alat-alat, dan lain sebagainya. Termasuk integrasi lahan garam rakyat juga dialokasikan dari pugar.

Baca Juga :  Mabes Polri Segera Bangun Mapolsek Tambelangan Karena Alasan Ini

”Programnya selain peralatan, geomembran dan lain sebagainya , itu juga ada integrasi lahan,” jelasnya.

Berapa anggaran yang disapkan tahun ini? Dia mengaku lupa. ”Tapi kayaknya lebih besar dari tahun kemarin,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Madura, dalam APBD 2018, Dinas Perikanan Sampang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk program pugar. Sebagaimana tertera di laman Kabupaten Sampang, bantuan pugar tersebut disalurkan kepada sembilan kelompok usaha garam rakyat. 

 

SAMPANG – Masa produksi garam rakyat di wilayah Sampang sudah dimulai. Sebagian petani sudah menggarap tambak. Mulai dari meratakan tambak hingga mengalirkan air ke ladang garam.

Di Sampang sebagian petani garam rakyat masih menggunakan cara-cara tradisional. Misalnya sampai saat ini mereka masih enggan menggunakan geomembran. Alasannya macam-macam, mulai dari faktor finansial hingga kualitas garam.

Masrum, 55, salah seorang petani garam di Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang mengaku, menggarap tambak garam secara tradisional. Dia menggunakan alat seadanya. Sampai saat ini dia masih belum menggunakan geomembran.

”Kalau dari segi rasa, sebenarnya lebih enak yang tidak menggunakan alat geomembran,” tuturnya kemarin (7/6).

Baca Juga :  Perpusling Koleksi Buku-Buku Terbitan Lama

Namun, dari sisi warna, garam yang menggunakan geomembran terlihat lebih bersih. Sebab garam tersebut tidak terkontaminasi oleh tanah. Selain itu menggunakan geomembran juga bisa meningkatkan produksi.

Hanya, dia tidak menggunakan alat geomembran karena terkendala biaya. Harga geomembran menurutnya cukup mahal. Sementara dia mengelola tambak garam milik orang lain.

”Ini saya mengelolah tambak garam milik orang lain. Pembagiannya sepertiga untuk saya, dua pertiganya untuk yang punya tambak,” terangnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Umi Hanik Laila mengatakan, setiap tahun pihaknya selalu mengalokasikan anggaran pemberdayaan usaha garam rakyat (pugar). Bentuknya bisa berupa bantuan geomembran, alat-alat, dan lain sebagainya. Termasuk integrasi lahan garam rakyat juga dialokasikan dari pugar.

Baca Juga :  Menguak Cara Pemodal Mainkan Harga Tembakau

”Programnya selain peralatan, geomembran dan lain sebagainya , itu juga ada integrasi lahan,” jelasnya.

Berapa anggaran yang disapkan tahun ini? Dia mengaku lupa. ”Tapi kayaknya lebih besar dari tahun kemarin,” ujarnya.

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Madura, dalam APBD 2018, Dinas Perikanan Sampang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1 miliar untuk program pugar. Sebagaimana tertera di laman Kabupaten Sampang, bantuan pugar tersebut disalurkan kepada sembilan kelompok usaha garam rakyat. 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/