alexametrics
22.1 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Pembangunan Dua Pasar Digerojok Rp 3,3 Miliar

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang kembali menggelontorkan dana besar untuk pembangunan pasar tradisional. Tahun ini ada dua pasar kecamatan yang rencananya akan direnovasi. Yakni, Pasar Sentol di Kecamatan Kedungdung dan Pasar Ketapang di Kecamatan Ketapang.

Pembangunan dua pasar ini digerojok dana sekitar Rp 3,3 miliar. Untuk Pasar Ketapang mendapat alokasi dana Rp 1,6 miliar. Sementara Pasar Sentol Rp 1,7 miliar. Anggaran besar ini bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Kabid Pengelolaan Pasar Disperdagprin Sampang Sapta N. Ramlan mengatakan, dana tersebut sebenarnya masih terbilang minim untuk kebutuhan pembangunan pasar. Akan tetapi, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak dalam anggaran pasar. Sebab, dana tersebut telah diatur oleh pemerintah pusat.

”Itu kan sumbernya DAK, jadi memang segitu anggarannya,” kata Sapta kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (7/6).

Baca Juga :  Vonis Jupri Tunggu Pembacaan Duplik

Karena anggaran terbatas, maka kemungkinan besar tidak semua fasilitas di pasar akan direnovasi. Dia mencontohkan, untuk Pasar Sentol hanya sebagian yang direnovasi. Hal itu menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia di APBD.

Ditanya apakah tahun depan akan dianggarkan kembali untuk kedua pasar itu? Menurut Sapta, untuk DAK tidak bisa setiap tahun. Jika sudah dianggarkan pada tahun ini, tahun depan tidak boleh mengajukan kembali.

”Sebab, kalau DAK itu jaraknya harus dua tahun baru boleh mengajukan kembali,” tegasnya.

Dijelaskan, pembangunan pasar tradisional ini akan dilakukan secara bertahap. Jika tahun ini Pasar Sentol dan Ketapang, tahun depan bisa pindah ke pasar yang lain. Yang jelas menurutnya pasar-pasar yang ada di Kota Bahari secara bertahap akan direnovasi menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Kekosongan 10 Jabatan Jadi Atensi Baperjakat

Saat ini, kedua pasar tradisional itu sedang memasuki masa tender. Berdasarkan informasi di laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), proses lelang dengan sistem pascakualifikasi ini telah ditayangkan sejak 31 Mei lalu. Jika tidak ada perubahan, penandatanganan kontrak akan dilakukan pada 1 Juli mendatang.

”Kami targetkan tahun ini tuntas semua pengerjaan dua pasar ini. Kalau sudah ketemu pemenanganya nanti langsung bisa dikerjakan,” tukasnya.

Rencana pembangunan pasar tradisional ini disambut baik oleh masyarakat. Warga Kecamatan Kedungdung Zainal Abidin, 29, berharap pembangunan pasar tradisional berjalan sesuai dengan tahapan yang ada. Termasuk, kualitas pembangunan juga diperhatikan.

”Kalau memang mau dibangun, kami sebagai warga ya setuju saja, biar pasarnya bisa lebih bagus dari yang sekarang,” katanya.

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang kembali menggelontorkan dana besar untuk pembangunan pasar tradisional. Tahun ini ada dua pasar kecamatan yang rencananya akan direnovasi. Yakni, Pasar Sentol di Kecamatan Kedungdung dan Pasar Ketapang di Kecamatan Ketapang.

Pembangunan dua pasar ini digerojok dana sekitar Rp 3,3 miliar. Untuk Pasar Ketapang mendapat alokasi dana Rp 1,6 miliar. Sementara Pasar Sentol Rp 1,7 miliar. Anggaran besar ini bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

Kabid Pengelolaan Pasar Disperdagprin Sampang Sapta N. Ramlan mengatakan, dana tersebut sebenarnya masih terbilang minim untuk kebutuhan pembangunan pasar. Akan tetapi, pemerintah daerah tidak bisa berbuat banyak dalam anggaran pasar. Sebab, dana tersebut telah diatur oleh pemerintah pusat.

”Itu kan sumbernya DAK, jadi memang segitu anggarannya,” kata Sapta kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin (7/6).

Baca Juga :  Kekosongan 10 Jabatan Jadi Atensi Baperjakat

Karena anggaran terbatas, maka kemungkinan besar tidak semua fasilitas di pasar akan direnovasi. Dia mencontohkan, untuk Pasar Sentol hanya sebagian yang direnovasi. Hal itu menyesuaikan dengan anggaran yang tersedia di APBD.

Ditanya apakah tahun depan akan dianggarkan kembali untuk kedua pasar itu? Menurut Sapta, untuk DAK tidak bisa setiap tahun. Jika sudah dianggarkan pada tahun ini, tahun depan tidak boleh mengajukan kembali.

”Sebab, kalau DAK itu jaraknya harus dua tahun baru boleh mengajukan kembali,” tegasnya.

Dijelaskan, pembangunan pasar tradisional ini akan dilakukan secara bertahap. Jika tahun ini Pasar Sentol dan Ketapang, tahun depan bisa pindah ke pasar yang lain. Yang jelas menurutnya pasar-pasar yang ada di Kota Bahari secara bertahap akan direnovasi menjadi lebih baik.

Baca Juga :  Perketat Keamanan Pasar 17 Agustus, Usul Pasang CCTV

Saat ini, kedua pasar tradisional itu sedang memasuki masa tender. Berdasarkan informasi di laman layanan pengadaan secara elektronik (LPSE), proses lelang dengan sistem pascakualifikasi ini telah ditayangkan sejak 31 Mei lalu. Jika tidak ada perubahan, penandatanganan kontrak akan dilakukan pada 1 Juli mendatang.

”Kami targetkan tahun ini tuntas semua pengerjaan dua pasar ini. Kalau sudah ketemu pemenanganya nanti langsung bisa dikerjakan,” tukasnya.

Rencana pembangunan pasar tradisional ini disambut baik oleh masyarakat. Warga Kecamatan Kedungdung Zainal Abidin, 29, berharap pembangunan pasar tradisional berjalan sesuai dengan tahapan yang ada. Termasuk, kualitas pembangunan juga diperhatikan.

”Kalau memang mau dibangun, kami sebagai warga ya setuju saja, biar pasarnya bisa lebih bagus dari yang sekarang,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/