alexametrics
21.7 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Tiga Jenazah PMI yang Meninggal di Malaysia Sudah Dimakamkan

SAMPANG – Setelah melewati sederet prosedur, tiga dari empat jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sampang akhirnya tiba di tanah air. Ketiga PMI sudah dimakamkan di kampung kelahirannya masing-masing. Pemakaman ketiga jenazah PMI dilakukan seperti biasa. Sebab, meninggalnya bukan karena coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang Agus Sumarso saat dikonfirmasi koran ini membenarkan hal tersebut. ”Sebenarnya ada empat jenazah PMI. Statusnya PMI ilegal semua. Tapi, yang berhasil dipulangkan ke tanah air baru tiga jenazah. Satu jenazah lainnya masih di Malaysia, menunggu pesawat,” ujarnya.

Menurut dia, tiga jenazah PMI asal Sampang tersebut berasal dari tiga kecamatan. Perinciannya; Sahwar, asal Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah; Marwaki, asal Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang; dan Samito, asal Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang (selengkapnya lihat grafis).

Baca Juga :  Pj Bupati-Kadisdik Tinjau Pelaksanaan UNBK SMP

”Warga Ketapang dan warga Sokobanah bisa tiba di tanah air karena keluarganya mengurus sendiri alias pulang secara mandiri. Kedua jenazah diangkut pesawat dari Malaysia dan tiba di Jakarta pada 4 Mei dan 5 Mei 2020. Semua biaya mulai dari Malaysia hingga tiba di rumah duka ditanggung sendiri oleh keluarga almarhum,” ucap Agus Sumarso.

Dia menjelaskan, institusinya hanya memfasilitasi pemulangan jenazah PMI atas nama Samito. Pesawat yang mengangkut jenazah PMI berusia 45 tahun itu tiba di Surabaya pada Rabu (6/5). ”Saya sendiri yang jemput di Bandara Juanda. Pesawatnya tiba di bandara sekitar pukul 19.00 dan sampai di rumah duka sekitar pukul 22.00. Sudah diperiksa di posko Covid-19,” imbuhnya.

Baca Juga :  Job Fair Sediakan 2.819 Lowongan Kerja

Agus Sumarso menegaskan, keempat PMI meninggal karena sakit. Ada PMI yang terserang stroke, jantung, dan darah tinggi. ”Meninggal bukan karena karena Covid. Meski meninggal bukan karena Covid-19, kami tetap mengikuti prosedur dan menjalani sederet pemeriksaan di posko penanggulangan Covid-19,” paparnya.

Bagaimana dengan satu PMI lainnya? Menurut Agus Sumarso, satu jenazah PMI yang masih berada di Malaysia informasinya berasal dari Kecamatan Karang Penang. ”Sebab, masih belum menemukan pesawat yang langsung landing di Bandara Juanda. Saat ini jadwal penerbangan ke Bandara Juanda tidak menentu,” pungkasnya. (iqb)

SAMPANG – Setelah melewati sederet prosedur, tiga dari empat jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Sampang akhirnya tiba di tanah air. Ketiga PMI sudah dimakamkan di kampung kelahirannya masing-masing. Pemakaman ketiga jenazah PMI dilakukan seperti biasa. Sebab, meninggalnya bukan karena coronavirus disease 2019 (Covid-19).

Kasi Penempatan Tenaga Kerja Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang Agus Sumarso saat dikonfirmasi koran ini membenarkan hal tersebut. ”Sebenarnya ada empat jenazah PMI. Statusnya PMI ilegal semua. Tapi, yang berhasil dipulangkan ke tanah air baru tiga jenazah. Satu jenazah lainnya masih di Malaysia, menunggu pesawat,” ujarnya.

Menurut dia, tiga jenazah PMI asal Sampang tersebut berasal dari tiga kecamatan. Perinciannya; Sahwar, asal Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah; Marwaki, asal Desa Bira Barat, Kecamatan Ketapang; dan Samito, asal Desa Karang Penang Onjur, Kecamatan Karang Penang (selengkapnya lihat grafis).

Baca Juga :  Pencanangan Kabupaten Literasi Menguat

”Warga Ketapang dan warga Sokobanah bisa tiba di tanah air karena keluarganya mengurus sendiri alias pulang secara mandiri. Kedua jenazah diangkut pesawat dari Malaysia dan tiba di Jakarta pada 4 Mei dan 5 Mei 2020. Semua biaya mulai dari Malaysia hingga tiba di rumah duka ditanggung sendiri oleh keluarga almarhum,” ucap Agus Sumarso.

Dia menjelaskan, institusinya hanya memfasilitasi pemulangan jenazah PMI atas nama Samito. Pesawat yang mengangkut jenazah PMI berusia 45 tahun itu tiba di Surabaya pada Rabu (6/5). ”Saya sendiri yang jemput di Bandara Juanda. Pesawatnya tiba di bandara sekitar pukul 19.00 dan sampai di rumah duka sekitar pukul 22.00. Sudah diperiksa di posko Covid-19,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pengurus MWC NU Sampang Siap Emban Amanah

Agus Sumarso menegaskan, keempat PMI meninggal karena sakit. Ada PMI yang terserang stroke, jantung, dan darah tinggi. ”Meninggal bukan karena karena Covid. Meski meninggal bukan karena Covid-19, kami tetap mengikuti prosedur dan menjalani sederet pemeriksaan di posko penanggulangan Covid-19,” paparnya.

Bagaimana dengan satu PMI lainnya? Menurut Agus Sumarso, satu jenazah PMI yang masih berada di Malaysia informasinya berasal dari Kecamatan Karang Penang. ”Sebab, masih belum menemukan pesawat yang langsung landing di Bandara Juanda. Saat ini jadwal penerbangan ke Bandara Juanda tidak menentu,” pungkasnya. (iqb)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/