alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Pemkab Pelajari Empat Lokasi Stadion

SAMPANG – Lokasi pembangunan stadion belum jelas. Pemkab Sampang masih mencari lahan strategis untuk dibangun. Empat lokasi masih menjadi pertimbangan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Aji Waluyo mengakui jika sampai saat ini pembebasan lahan pembangunan stadion belum dilaksanakan. Menurut dia, tim sedang melakukan studi kelayakan di empat lokasi yang diajukan. Yaitu, lahan di wilayah Kecamatan Pangarengan, Kota Sampang, Torjun, dan Camplong. ”Kami sedang fokus melakukan studi kelayakan di empat lokasi yang diajukan itu,” katanya.

Menurut dia, sesuai petunjuk dan arahan Plt bupati, pembangunan stadion tidak boleh terburu-buru. Sebab, stadion harus berdiri di lokasi yang strategis. ”Sementara ada empat lokasi yang diajukan. Tak menutup kemungkinan nanti akan bertambah karena kami akan menguji dan membandingkan. Lokasi paling strategis yang akan dipilih,” ujarnya.

Baca Juga :  Korpri Sampang Bagikan Zakat Fitrah kepada 6.200 Kaum Duafa

Proses pembebasan lahan memang cukup lama. Pihak yang dilibatkan juga banyak. Salah satunya, tim penaksir tanah dan tim ahli. Menurut dia, harga akan mengacu pada hasil kajian tim appraisal tanah. ”Jika memang anggaran tahun ini tak cukup, akan kami ajukan di tahun berikutnya,” ujarnya.

Meski demikian, proses pembebasan lahan untuk pembangunan stadion itu diupayakan bisa tuntas tahun ini. Dengan begitu, pada tahun berikutnya bisa masuk pada proses perencanaan pembangunan fisik. ”Kami juga sekarang fokus melakukan negosiasi dengan pemilik tanah di empat lokasi itu,” sambung Aji.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta pembebasan lahan cepat dilakukan. Meskipun, kekuatan anggaran yang dimiliki oleh daerah ditaksir hanya cukup untuk membeli tanah seluas 5 hektare. ”Tentukan lokasinya dan segera dibebaskan lahannya. Tak kalah penting juga, lahan yang sudah dibebaskan langsung disertifikat atas nama pemkab,” ujarnya.

Baca Juga :  Pacu Kualitas Pendidikan dan Disiplin Guru

Legalitas tanah harus diperhatikan sehingga lebih mudah mengakses bantuan anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Salah satu penghambat bantuan anggaran pusat akibat tanah tak bersertifikat. ”Kami akan terus mendorong percepatan pembangunan stadion ini. Terutama membantu proses pembebasan lahannya,” terang Maniri.

 

SAMPANG – Lokasi pembangunan stadion belum jelas. Pemkab Sampang masih mencari lahan strategis untuk dibangun. Empat lokasi masih menjadi pertimbangan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Aji Waluyo mengakui jika sampai saat ini pembebasan lahan pembangunan stadion belum dilaksanakan. Menurut dia, tim sedang melakukan studi kelayakan di empat lokasi yang diajukan. Yaitu, lahan di wilayah Kecamatan Pangarengan, Kota Sampang, Torjun, dan Camplong. ”Kami sedang fokus melakukan studi kelayakan di empat lokasi yang diajukan itu,” katanya.

Menurut dia, sesuai petunjuk dan arahan Plt bupati, pembangunan stadion tidak boleh terburu-buru. Sebab, stadion harus berdiri di lokasi yang strategis. ”Sementara ada empat lokasi yang diajukan. Tak menutup kemungkinan nanti akan bertambah karena kami akan menguji dan membandingkan. Lokasi paling strategis yang akan dipilih,” ujarnya.

Baca Juga :  Jumlah Penumpang Kapal di Pelabuhan Tanglog Melonjak Gara-Gara Ini

Proses pembebasan lahan memang cukup lama. Pihak yang dilibatkan juga banyak. Salah satunya, tim penaksir tanah dan tim ahli. Menurut dia, harga akan mengacu pada hasil kajian tim appraisal tanah. ”Jika memang anggaran tahun ini tak cukup, akan kami ajukan di tahun berikutnya,” ujarnya.

Meski demikian, proses pembebasan lahan untuk pembangunan stadion itu diupayakan bisa tuntas tahun ini. Dengan begitu, pada tahun berikutnya bisa masuk pada proses perencanaan pembangunan fisik. ”Kami juga sekarang fokus melakukan negosiasi dengan pemilik tanah di empat lokasi itu,” sambung Aji.

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Maniri meminta pembebasan lahan cepat dilakukan. Meskipun, kekuatan anggaran yang dimiliki oleh daerah ditaksir hanya cukup untuk membeli tanah seluas 5 hektare. ”Tentukan lokasinya dan segera dibebaskan lahannya. Tak kalah penting juga, lahan yang sudah dibebaskan langsung disertifikat atas nama pemkab,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Sampang Belum Bisa Tetapkan Pejabat Definitif, Ini Alasannya

Legalitas tanah harus diperhatikan sehingga lebih mudah mengakses bantuan anggaran dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Salah satu penghambat bantuan anggaran pusat akibat tanah tak bersertifikat. ”Kami akan terus mendorong percepatan pembangunan stadion ini. Terutama membantu proses pembebasan lahannya,” terang Maniri.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/