alexametrics
24 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Bupati Instruksikan Pengelola RSUD Maksimalkan Pelayanan

SAMPANG – Kemarin (7/2) giliran Bupati Sampang Slamet Junaidi yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohammad Zyn. Hasil sidak selama dua jam itu banyak temuan dan keluhan dari masyarakat yang disampaikan kepada bupati.

Selama sidak bupati ditemani Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Titin Hamidah. Selain melihat kondisi pasien, bupati mengecek ruangan pasien dan pelayanan kesehatan. Bupati menanyakan langsung keluhan yang dialami pasien dan keluarganya.

Setelah mendengar keluhan mereka, bupati memberikan penjelasan kepada direktur RSUD dan harus dilaksanakan. Lebih kurang selama 30 menit, bupati menuju ruang Melati. Dengan niat ingin melihat langsung ruang pasien di rawat inap.

Baru masuk melalui pintu utama, bupati bertemu pasien penderita hernia dan lemah jantung. Keluarga pasien paro baya itu mengaku dipersulit. Di ruang Melati lantai dasar itu, bupati kembali meminta pengelola RSUD mengingatkan agar pelayanan diutamakan.

Baca Juga :  Bupati Sampang: Ubah Mental Konsumtif Jadi Produktif

Di samping itu, petugas kesehatan, mulai perawat, dokter, hingga tenaga medis lainnya harus maksimal melayani pasien. Juga harus diniatkan ibadah. ”Pelayanan harus ditingkatkan. Kebersihan rumah sakit juga perlu dijaga. Saya minta keseriusan petugas dan manajemen rumah sakit,” imbau bupati.

Setelah memberikan arahan, bupati yang akrab disapa Haji Idi itu meninjau ruangan lainnya. Satu per satu dilihat. Lalu bergeser ke unit gawat darurat (UGD). Setelah melihat pelayanan dan kondisi pasien, bupati melihat parkir kendaraan di halaman depan. Bupati kembali dibuat geleng-geleng kepala. Sebab, di sekitar UGD ada tempat sampah.

”Parkir kendaraan harus ditata ulang. Tempat sampah seharusnya di belakang, bukan di depan seperti itu,” katanya sambil menunjuk tempat sampah yang mengeluarkan bau kurang sedap tersebut.

Tidak berhenti di situ, mantan anggota DPR RI itu juga melihat ruang direktur. Di pertengahan jalan, tepatnya di depan ruang laboratorium, bupati kembali menemukan pemandangan kurang enak dilihat. Sebab, keluarga pasien antre menumpuk. Kursi yang disediakan sedikit sehingga ada yang berdiri dan duduk di lantai.

Baca Juga :  Bupati Haji Idi Terima Penghargaan dari Gubernur Khofifah

”Kalau seperti ini bagaimana pelayanan mau maksimal. Saya minta harus diubah. Jangan terjadi penelantaran dan jangan sampai tidak ada koordinasi. Semua pihak harus berkoordinasi dan bersinergi,” tegasnya.

”Saya yakin semua masalah selesai jika disikapi secara serius. Masalah pelayanan, saya akan tegas. Ke depan harus ada konsep. Pokoknya harus ada progres. Saya akan minta hasilnya. Ibu direktur harus ada laporan setiap minggu,” sambungnya.

Menyikapi sidak bupati, Titin Hamidah berjanji akan menindaklanjuti perintah bupati. Pihaknya bersykur bupati bisa mengoreksi langsung instansi yang dipimpinnya itu. ”Kami akan bekerja maksimal. Yang jelas, hasil sidak bupati akan kami tindak lanjuti,” janji perempuan yang akrab disapa Bunda Tin itu.

SAMPANG – Kemarin (7/2) giliran Bupati Sampang Slamet Junaidi yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Mohammad Zyn. Hasil sidak selama dua jam itu banyak temuan dan keluhan dari masyarakat yang disampaikan kepada bupati.

Selama sidak bupati ditemani Direktur RSUD dr Mohammad Zyn Titin Hamidah. Selain melihat kondisi pasien, bupati mengecek ruangan pasien dan pelayanan kesehatan. Bupati menanyakan langsung keluhan yang dialami pasien dan keluarganya.

Setelah mendengar keluhan mereka, bupati memberikan penjelasan kepada direktur RSUD dan harus dilaksanakan. Lebih kurang selama 30 menit, bupati menuju ruang Melati. Dengan niat ingin melihat langsung ruang pasien di rawat inap.


Baru masuk melalui pintu utama, bupati bertemu pasien penderita hernia dan lemah jantung. Keluarga pasien paro baya itu mengaku dipersulit. Di ruang Melati lantai dasar itu, bupati kembali meminta pengelola RSUD mengingatkan agar pelayanan diutamakan.

Baca Juga :  Minta Naikkan Honor GTT dan Honda

Di samping itu, petugas kesehatan, mulai perawat, dokter, hingga tenaga medis lainnya harus maksimal melayani pasien. Juga harus diniatkan ibadah. ”Pelayanan harus ditingkatkan. Kebersihan rumah sakit juga perlu dijaga. Saya minta keseriusan petugas dan manajemen rumah sakit,” imbau bupati.

Setelah memberikan arahan, bupati yang akrab disapa Haji Idi itu meninjau ruangan lainnya. Satu per satu dilihat. Lalu bergeser ke unit gawat darurat (UGD). Setelah melihat pelayanan dan kondisi pasien, bupati melihat parkir kendaraan di halaman depan. Bupati kembali dibuat geleng-geleng kepala. Sebab, di sekitar UGD ada tempat sampah.

”Parkir kendaraan harus ditata ulang. Tempat sampah seharusnya di belakang, bukan di depan seperti itu,” katanya sambil menunjuk tempat sampah yang mengeluarkan bau kurang sedap tersebut.

Tidak berhenti di situ, mantan anggota DPR RI itu juga melihat ruang direktur. Di pertengahan jalan, tepatnya di depan ruang laboratorium, bupati kembali menemukan pemandangan kurang enak dilihat. Sebab, keluarga pasien antre menumpuk. Kursi yang disediakan sedikit sehingga ada yang berdiri dan duduk di lantai.

Baca Juga :  Pemkab Hanya Kembangkan Satu Gerai IKM

”Kalau seperti ini bagaimana pelayanan mau maksimal. Saya minta harus diubah. Jangan terjadi penelantaran dan jangan sampai tidak ada koordinasi. Semua pihak harus berkoordinasi dan bersinergi,” tegasnya.

”Saya yakin semua masalah selesai jika disikapi secara serius. Masalah pelayanan, saya akan tegas. Ke depan harus ada konsep. Pokoknya harus ada progres. Saya akan minta hasilnya. Ibu direktur harus ada laporan setiap minggu,” sambungnya.

Menyikapi sidak bupati, Titin Hamidah berjanji akan menindaklanjuti perintah bupati. Pihaknya bersykur bupati bisa mengoreksi langsung instansi yang dipimpinnya itu. ”Kami akan bekerja maksimal. Yang jelas, hasil sidak bupati akan kami tindak lanjuti,” janji perempuan yang akrab disapa Bunda Tin itu.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/