alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Tunjangan GTT di Kota Bahari Hanya Rp 200 Ribu

SAMPANG – Tunjangan terhadap guru tidak tetap (GTT) di Sampang masih rendah. Yakni, hanya Rp 200 ribu per orang. Dinas pendidikan (disdik) sudah membentuk verifikasi untuk melakukan pendataan guru tersebut.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Sampang Hari Agustini menyampaikan, total GTT yang mengajukan untuk mendapat tunjangan sekitar 2.000 lebih. Mereka mengabdi sebagai guru PAUD, TK, SD hingga jenjang SMP. Namun, dia tidak tahu berapa jumlah total GTT di Kota Bahari.

Lembaganya menyediakan tunjangan kepada GTT tahun ini lebih dari Rp 4 miliar. Anggaran itu bersumber dari dana alokasi umum (DAU) 2018. Sementara untuk gaji GTT bervariasi sesuai dengan jumlah murid di lembaga dia mengajar. Gaji guru diambilkan dari dana BOS yang ada di setiap sekolah.

Baca Juga :  Tenaga Pengajar MA 1.035 Orang Hanya 45 Guru yang PNS

”Kalau muridnya sedikit, gajinya Rp 300 ribu. Memang ada tunjangan Rp 200 ribu. Tapi itu tidak cukup sebenarnya. Kami akan mengusahakan agar tunjangan itu dinaikkan,” ucap Agustin kemarin (7/2).

Dia menjelaskan, PAUD dan TK memang tidak mendapat dana BOS. Tetapi, di lembaga PAUD tidak ada aturan siswa tidak boleh membayar uang sekolah. Karena itu, wali murid memiliki beban untuk membayar SPP. ”Jadi gaji GTT dari uang itu, biaya yang dibayarkan wali murid,” terangnya.

Menurut dia, GTT yang mendapat tunjangan fungsional belum di-SK-kan semua. Saat ini tahapannya masih pada proses verifikasi. Dalam melakukan verifikasi juga ada aturannya.

”Waktu mengajarnya dalam satu minggu 18 jam. Masa kerjanya tiga tahun. Semua ada kriterianya. Nah GTT yang memenuhi kriteria yang mendapat tunjangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiap Hari, Tiga Juta Liter Air PDAM Bocor

Proses verifikasi dilakukan tim yang dibentuk disdik. Mereka dari unsur pengawas dan kepala sekolah. Setelah proses itu dilalui akan diterbitkan SK bupati.

”Ke depan nanti kami ajukan agar tunjangan itu bisa naik jadi Rp 500 ribu. Mudah-mudahan disetujui oleh TAPD (tim anggaran pemerintah daerah). Karena ini kan uangnya daerah. Sedangkan APBD kita kecil,” paparnya.

Sebelum SK turun, GTT yang akan mendapat tunjangan fungsional tidak bisa menerima tunjangan tersebut. Tunjangan itu diberikan per tiga bulan sekali. Disdik akan menyiapkan rekening bagi penerima.

”Jadi langsung kami berikan Rp 600 ribu. Nanti akan kami sosialisasikan untuk pembuatan rekeningnya. Nanti mereka bisa terima dan ambil sendiri secara nontunai,” tandasnya. 

SAMPANG – Tunjangan terhadap guru tidak tetap (GTT) di Sampang masih rendah. Yakni, hanya Rp 200 ribu per orang. Dinas pendidikan (disdik) sudah membentuk verifikasi untuk melakukan pendataan guru tersebut.

Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Sampang Hari Agustini menyampaikan, total GTT yang mengajukan untuk mendapat tunjangan sekitar 2.000 lebih. Mereka mengabdi sebagai guru PAUD, TK, SD hingga jenjang SMP. Namun, dia tidak tahu berapa jumlah total GTT di Kota Bahari.

Lembaganya menyediakan tunjangan kepada GTT tahun ini lebih dari Rp 4 miliar. Anggaran itu bersumber dari dana alokasi umum (DAU) 2018. Sementara untuk gaji GTT bervariasi sesuai dengan jumlah murid di lembaga dia mengajar. Gaji guru diambilkan dari dana BOS yang ada di setiap sekolah.

Baca Juga :  Kerja Sama Wujudkan Pendidikan Berbasis IT

”Kalau muridnya sedikit, gajinya Rp 300 ribu. Memang ada tunjangan Rp 200 ribu. Tapi itu tidak cukup sebenarnya. Kami akan mengusahakan agar tunjangan itu dinaikkan,” ucap Agustin kemarin (7/2).

Dia menjelaskan, PAUD dan TK memang tidak mendapat dana BOS. Tetapi, di lembaga PAUD tidak ada aturan siswa tidak boleh membayar uang sekolah. Karena itu, wali murid memiliki beban untuk membayar SPP. ”Jadi gaji GTT dari uang itu, biaya yang dibayarkan wali murid,” terangnya.

Menurut dia, GTT yang mendapat tunjangan fungsional belum di-SK-kan semua. Saat ini tahapannya masih pada proses verifikasi. Dalam melakukan verifikasi juga ada aturannya.

”Waktu mengajarnya dalam satu minggu 18 jam. Masa kerjanya tiga tahun. Semua ada kriterianya. Nah GTT yang memenuhi kriteria yang mendapat tunjangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Dinkes Sampang Siapkan Kompetisi Posyandu

Proses verifikasi dilakukan tim yang dibentuk disdik. Mereka dari unsur pengawas dan kepala sekolah. Setelah proses itu dilalui akan diterbitkan SK bupati.

”Ke depan nanti kami ajukan agar tunjangan itu bisa naik jadi Rp 500 ribu. Mudah-mudahan disetujui oleh TAPD (tim anggaran pemerintah daerah). Karena ini kan uangnya daerah. Sedangkan APBD kita kecil,” paparnya.

Sebelum SK turun, GTT yang akan mendapat tunjangan fungsional tidak bisa menerima tunjangan tersebut. Tunjangan itu diberikan per tiga bulan sekali. Disdik akan menyiapkan rekening bagi penerima.

”Jadi langsung kami berikan Rp 600 ribu. Nanti akan kami sosialisasikan untuk pembuatan rekeningnya. Nanti mereka bisa terima dan ambil sendiri secara nontunai,” tandasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/