alexametrics
20.7 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Covid-19 Meningkat, Pelayanan UKBM Dihentikan

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Perkembangan kasus Covid-19 terus bertambah. Hal itu membuat pelayanan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) di Sampang terpaksa dihentikan sementara. Penghentian kali ini merupakan yang kali kedua.

Kepala Puskesmas Banyuanyar Indah Nur Susanti menyampaikan, pelayanan berbasis UKBM sementara dihentikan. Pelayanan tersebut meliputi posyandu balita, lansia, remaja, posbindu, dan pos ibu hamil. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pemantauan lapangan.

Kebijakan tersebut mengacu pada surat Dinkes Sampang pada 4 Januari. Surat tersebut mengatur pelaksanaan posyandu selama pandemi Covid-19. Di samping itu, pihaknya melihat data kasus Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Banyuanyar yang meningkat signifikan. ”Total kasus 196 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Sementara 90 di antaranya terjadi pada Desember 2020,” katanya kemarin (7/1).

Baca Juga :  Kemauan Orang Madura Keras, tapi Setia

Indah menyebutkan, setiap bulan pihaknya memberikan pelayanan ke 61 posyandu. Sementara untuk posbindu dilakukan di setiap desa. Dalam memberikan pelayanan pihaknya dibantu polindes dan pustu. ”Pelayanan seperti posyandu dan posbindu pelaksanaannya di luar gedung. Kalau pelayanan di puskesmas tetap berjalan,” ujarnya.

Penghentian pelayanan posyandu sudah yang kedua kalinya. Pada 2020 dilakukan selama empat bulan, April hingga Juli. Pelayanan dibuka lagi pada Agustus hingga Desember 2020. ”Pelayanan posyandu dan posbindu kami hentikan dulu. Nanti kita akan evaluasi perkembangan kasus selama Januari,” tuturnya.

Hal serupa dilakukan di Puskesmas Kamoning. Kebijakan tersebut mengikuti pedoman dari dinkes. Jika di desa atau kelurahan ditemukan terdapat pasien Covid-19, kegiatan posyandu ditunda hingga tidak ada penderita virus korona. ”Sementara belum dibuka dulu demi keamanan semua,” jelas Intan Retnosari selaku kepala puskesmas.

Baca Juga :  Belum Beroperasi, 142 Los Pasar Margalela Mangkrak

Plt Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi menambahkan, sementara hanya dua wilayah puskesmas yang dihentikan. Pertimbangan yang paling urgen karena perkembangan kasus Covid-19 paling tinggi. Di samping itu, saat ini daerah Kecamatan Sampang masuk zona merah dalam peta sebaran Covid-19 kabupaten. ”Di wilayah yang lain, kalau ada yang positif bersamaan dengan jadwal posyandu,  ditunda juga,” tandasnya. (bil)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Perkembangan kasus Covid-19 terus bertambah. Hal itu membuat pelayanan upaya kesehatan bersumberdaya masyarakat (UKBM) di Sampang terpaksa dihentikan sementara. Penghentian kali ini merupakan yang kali kedua.

Kepala Puskesmas Banyuanyar Indah Nur Susanti menyampaikan, pelayanan berbasis UKBM sementara dihentikan. Pelayanan tersebut meliputi posyandu balita, lansia, remaja, posbindu, dan pos ibu hamil. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan pemantauan lapangan.

Kebijakan tersebut mengacu pada surat Dinkes Sampang pada 4 Januari. Surat tersebut mengatur pelaksanaan posyandu selama pandemi Covid-19. Di samping itu, pihaknya melihat data kasus Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas Banyuanyar yang meningkat signifikan. ”Total kasus 196 orang yang terkonfirmasi Covid-19. Sementara 90 di antaranya terjadi pada Desember 2020,” katanya kemarin (7/1).

Baca Juga :  Bupati Ra Latif Kerahkan Tim Spraying Gunner Blower

Indah menyebutkan, setiap bulan pihaknya memberikan pelayanan ke 61 posyandu. Sementara untuk posbindu dilakukan di setiap desa. Dalam memberikan pelayanan pihaknya dibantu polindes dan pustu. ”Pelayanan seperti posyandu dan posbindu pelaksanaannya di luar gedung. Kalau pelayanan di puskesmas tetap berjalan,” ujarnya.

Penghentian pelayanan posyandu sudah yang kedua kalinya. Pada 2020 dilakukan selama empat bulan, April hingga Juli. Pelayanan dibuka lagi pada Agustus hingga Desember 2020. ”Pelayanan posyandu dan posbindu kami hentikan dulu. Nanti kita akan evaluasi perkembangan kasus selama Januari,” tuturnya.

Hal serupa dilakukan di Puskesmas Kamoning. Kebijakan tersebut mengikuti pedoman dari dinkes. Jika di desa atau kelurahan ditemukan terdapat pasien Covid-19, kegiatan posyandu ditunda hingga tidak ada penderita virus korona. ”Sementara belum dibuka dulu demi keamanan semua,” jelas Intan Retnosari selaku kepala puskesmas.

Baca Juga :  Tahun Ini Tak Terima Anggaran, DKBPPPA Sampang Pilih Bina Kampung KB

Plt Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi menambahkan, sementara hanya dua wilayah puskesmas yang dihentikan. Pertimbangan yang paling urgen karena perkembangan kasus Covid-19 paling tinggi. Di samping itu, saat ini daerah Kecamatan Sampang masuk zona merah dalam peta sebaran Covid-19 kabupaten. ”Di wilayah yang lain, kalau ada yang positif bersamaan dengan jadwal posyandu,  ditunda juga,” tandasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/