alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Vaksinasi Tingkat Desa Makin Digalakkan

SAMPANG – Upaya untuk menciptakan herd immunity di Kabupaten Sampang terus dilakukan, mulai dari pemerintah tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Terbukti, vaksinasi tingkat desa kian digalakkan. Seperti yang dilakukan oleh Kepala Desa Ketapang Daya Moh Wijdan.

Ratusan warganya diminta untuk melakukan vaksinasi di rumahnya Senin (1/11).Wijdan mengatakan, masyarakat di desanya mulai sadar dan tahu manfaat dari vaksinasi. Menurut dia, pihaknya sejak awal memang sudah memerintahkan kepada perangkat desanya untuk melakukan sosialisasi secara masif.

Diakui, awalnya masyarakat di desanya memang kurang berminat untuk disuntik vaksin. Namun, saat ini warganya sudah sadar dan mau divaksin. ”Alhamdulillah, ini vaksinasi pertama, warga yang ikut vaksin lebih kurang 700 orang,” katanya.

Baca Juga :  405 Jamaah Haji Tiba di Kota Bahari, Ini Kata Kemenag Sampang

Wijdan mengatakan, vaksinasi di desanya akan terus digalakkan. Hal itu dilakukan dalam rangka mencegah persebaran Covid-19. ”Apalagi sekarang, sertifikat vaksinasi jadi salah satu persyaratan untuk bisa memperoleh pelayanan pemerintah,” paparnya.

Dijelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh para tenaga kesehatan (nakes), dalam sehari hanya mampu menangani 1.000 sasaran. ”Warga kami sangat antusias. Kami harap ini bisa memotivasi warga lain untuk segera melakukan vaksinasi, wilayah pantura pada umumnya dan Ketapang pada khususnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sampang Abdulloh Najich mengatakan, capaian vaksinasi di Sampang saat ini masih 28,8 persen. Maka dari itu, vaksinasi tingkat desa makin ditingkatkan. ”Jadi, peran serta kepala desa ini sangat vital. Kepala desa ini harus bisa turut membantu gugus tugas karena capaian masih jauh dari 70 persen,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Slamet Junaidi Tunjuk Yuliadi Setiawan Jadi Plh Sekkab Sampang

Ditambahkan, selama ini pihaknya sudah aktif melakukan komunikasi dengan para kepala desa. Termasuk kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi masyarakat. Tujuannya, agar sama-sama bisa meyakinkan masyarakat kalau vaksin ini tidak berbahaya. ”Jelas di bawah kita sudah ada tim, baik dari bidan desa dan puskesmas,” tutup Najich. (iqb/rus)

SAMPANG – Upaya untuk menciptakan herd immunity di Kabupaten Sampang terus dilakukan, mulai dari pemerintah tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa. Terbukti, vaksinasi tingkat desa kian digalakkan. Seperti yang dilakukan oleh Kepala Desa Ketapang Daya Moh Wijdan.

Ratusan warganya diminta untuk melakukan vaksinasi di rumahnya Senin (1/11).Wijdan mengatakan, masyarakat di desanya mulai sadar dan tahu manfaat dari vaksinasi. Menurut dia, pihaknya sejak awal memang sudah memerintahkan kepada perangkat desanya untuk melakukan sosialisasi secara masif.

Diakui, awalnya masyarakat di desanya memang kurang berminat untuk disuntik vaksin. Namun, saat ini warganya sudah sadar dan mau divaksin. ”Alhamdulillah, ini vaksinasi pertama, warga yang ikut vaksin lebih kurang 700 orang,” katanya.

Baca Juga :  Siapkan Anggaran Rp 3,9 Miliar


Wijdan mengatakan, vaksinasi di desanya akan terus digalakkan. Hal itu dilakukan dalam rangka mencegah persebaran Covid-19. ”Apalagi sekarang, sertifikat vaksinasi jadi salah satu persyaratan untuk bisa memperoleh pelayanan pemerintah,” paparnya.

Dijelaskan, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh para tenaga kesehatan (nakes), dalam sehari hanya mampu menangani 1.000 sasaran. ”Warga kami sangat antusias. Kami harap ini bisa memotivasi warga lain untuk segera melakukan vaksinasi, wilayah pantura pada umumnya dan Ketapang pada khususnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sampang Abdulloh Najich mengatakan, capaian vaksinasi di Sampang saat ini masih 28,8 persen. Maka dari itu, vaksinasi tingkat desa makin ditingkatkan. ”Jadi, peran serta kepala desa ini sangat vital. Kepala desa ini harus bisa turut membantu gugus tugas karena capaian masih jauh dari 70 persen,” katanya.

Baca Juga :  PDAM Trunojoyo Bakal Surati Pemprov

Ditambahkan, selama ini pihaknya sudah aktif melakukan komunikasi dengan para kepala desa. Termasuk kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, dan organisasi masyarakat. Tujuannya, agar sama-sama bisa meyakinkan masyarakat kalau vaksin ini tidak berbahaya. ”Jelas di bawah kita sudah ada tim, baik dari bidan desa dan puskesmas,” tutup Najich. (iqb/rus)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/