alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

RSUD Klaim Pelayanan Sesuai SOP

SAMPANG – Pengelola RSUD Sampang akhirnya buka suara atas kasus dugaan kekerasan yang menimpa Sulis, salah seorang dokter internship di RSUD beberapa waktu lalu. Pihak rumah sakit mengklaim bahwa pelayanan yang diberikan kepada pasien sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

”Pelayanan di rumah sakit mengacu pada SOP. Pelayanan yang ada kami lakukan. Apalagi rumah sakit sudah terakreditasi nasional,” tegas Direktur RSUD Sampang Titin Hamidah kepada Jawa Pos Radar Madura Senin (6/11).

Titin menyadari bahwa masyarakat yang datang ke RSUD butuh pelayanan maksimal dan segera bisa sembuh. Butuh segera langsung dilayani dengan optimal. Karena itu, jika ada keluhan atau komplain, masyarakat bisa menyampaikan kepada petugas.

Itu perlu dilakukan agar tidak terjadi miskomunikasi. Dengan demikian, tercipta komunikasi yang baik dan efektif antara keluarga pasien dan petugas rumah sakit.

”Yang diharapkan kesembuhan pasien. Apabila dalam memberikan pelayanan ada keluhan, ada komplain, saran dan masukan bisa disampaikan melalui sarana dan prasarana yang disiapkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tiga Proyek Pompa Banjir Segera Lelang

”Bisa melalui kotak saran, seperti petugas di bagian informasi atau melalui kontak humas. Bahkan, bisa disampaikan langsung kepada direktur RSUD (saya pribadi, Red),” tambahnya.

Seperti apa pun bentuknya, tegas Titin, tindakan kekerasan tidak diperbolehkan. Itu jelas sudah melanggar perundang-undangan. Dia pun menyesalkan kejadian dugaan kekerasan kepada salah satu dokter RSUD beberapa waktu lalu. Namun diakui, di sisi lain, insiden itu akan memperbaiki pelayanan.

”Apa pun bentuknya, namanya kekerasan tidak boleh terjadi. Arahan dari Pak Bupati, insiden itu supaya dijadikan introspeksi untuk supaya lebih baik,” terangnya.

Karena itu, dia bersama perangkatnya akan melakukan evaluasi kembali. Agar, pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis RSUD Sampang kepada masyarakat lebih baik lagi. ”Saat ini, pelayan rumah sakit berjalan seperti biasa,” ujarnya.

”Kami berharap, ke depan kejadian seperti kemarin tidak akan terjadi kembali. Apabila ada miskomunikasi agar bisa diperbaiki,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, video rekaman CCTV dugaan tindak kekerasan kepada dokter di RSUD Sampang viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi 54 detik itu, seorang pria yang diketahui Abdullah Hidayat terlihat menjambak dokter internship Sulis.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Dapat Rapor Merah dari Ombudsmen, Ini Alasannya

Abdullah Hidayat membenarkan di video itu adalah dirinya. Dia mengaku mendorong dokter itu saat ayahnya hendak berobat namun tidak terlayani dengan baik. Ayahnya yang menderita batu ginjal membutuhkan penanganan cepat. ”Persoalannya sudah selesai. Saya dengan pihak rumah sakit sudah tidak ada apa-apa,” kata pria yang biasa dipanggil Ab itu, Selasa (31/10).

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sampang itu berharap pelayanan di RSUD Sampang lebih dioptimalkan. Sebab, selama ini banyak keluhan dari masyarakat. ”Pelayanan rumah sakit kurang baik. Pelayanan rumah sakit harus diperbaiki,” pintanya.

Menurut Ab, video rekaman CCTV dari rumah sakit yang sudah beredar luas itu tidak utuh. ”Saya dengan dokter itu sudah saling memaafkan dan sudah tidak ada apa-apa lagi,” klaimnya.

SAMPANG – Pengelola RSUD Sampang akhirnya buka suara atas kasus dugaan kekerasan yang menimpa Sulis, salah seorang dokter internship di RSUD beberapa waktu lalu. Pihak rumah sakit mengklaim bahwa pelayanan yang diberikan kepada pasien sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).

”Pelayanan di rumah sakit mengacu pada SOP. Pelayanan yang ada kami lakukan. Apalagi rumah sakit sudah terakreditasi nasional,” tegas Direktur RSUD Sampang Titin Hamidah kepada Jawa Pos Radar Madura Senin (6/11).

Titin menyadari bahwa masyarakat yang datang ke RSUD butuh pelayanan maksimal dan segera bisa sembuh. Butuh segera langsung dilayani dengan optimal. Karena itu, jika ada keluhan atau komplain, masyarakat bisa menyampaikan kepada petugas.


Itu perlu dilakukan agar tidak terjadi miskomunikasi. Dengan demikian, tercipta komunikasi yang baik dan efektif antara keluarga pasien dan petugas rumah sakit.

”Yang diharapkan kesembuhan pasien. Apabila dalam memberikan pelayanan ada keluhan, ada komplain, saran dan masukan bisa disampaikan melalui sarana dan prasarana yang disiapkan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Hentikan Penjemputan PMI Sampang

”Bisa melalui kotak saran, seperti petugas di bagian informasi atau melalui kontak humas. Bahkan, bisa disampaikan langsung kepada direktur RSUD (saya pribadi, Red),” tambahnya.

Seperti apa pun bentuknya, tegas Titin, tindakan kekerasan tidak diperbolehkan. Itu jelas sudah melanggar perundang-undangan. Dia pun menyesalkan kejadian dugaan kekerasan kepada salah satu dokter RSUD beberapa waktu lalu. Namun diakui, di sisi lain, insiden itu akan memperbaiki pelayanan.

”Apa pun bentuknya, namanya kekerasan tidak boleh terjadi. Arahan dari Pak Bupati, insiden itu supaya dijadikan introspeksi untuk supaya lebih baik,” terangnya.

Karena itu, dia bersama perangkatnya akan melakukan evaluasi kembali. Agar, pelayanan yang diberikan oleh tenaga medis RSUD Sampang kepada masyarakat lebih baik lagi. ”Saat ini, pelayan rumah sakit berjalan seperti biasa,” ujarnya.

”Kami berharap, ke depan kejadian seperti kemarin tidak akan terjadi kembali. Apabila ada miskomunikasi agar bisa diperbaiki,” harapnya.

Sebagaimana diketahui, video rekaman CCTV dugaan tindak kekerasan kepada dokter di RSUD Sampang viral di media sosial. Dalam rekaman berdurasi 54 detik itu, seorang pria yang diketahui Abdullah Hidayat terlihat menjambak dokter internship Sulis.

Baca Juga :  Ratusan SD Tak Jalankan Program Literasi

Abdullah Hidayat membenarkan di video itu adalah dirinya. Dia mengaku mendorong dokter itu saat ayahnya hendak berobat namun tidak terlayani dengan baik. Ayahnya yang menderita batu ginjal membutuhkan penanganan cepat. ”Persoalannya sudah selesai. Saya dengan pihak rumah sakit sudah tidak ada apa-apa,” kata pria yang biasa dipanggil Ab itu, Selasa (31/10).

Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sampang itu berharap pelayanan di RSUD Sampang lebih dioptimalkan. Sebab, selama ini banyak keluhan dari masyarakat. ”Pelayanan rumah sakit kurang baik. Pelayanan rumah sakit harus diperbaiki,” pintanya.

Menurut Ab, video rekaman CCTV dari rumah sakit yang sudah beredar luas itu tidak utuh. ”Saya dengan dokter itu sudah saling memaafkan dan sudah tidak ada apa-apa lagi,” klaimnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/