alexametrics
21.2 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Belasan Kiai Lurug DPRD Sampang

SAMPANG – Belasan kiai yang tergabung dalam Forum Ulama Sokobanah mendatangi Kantor DPRD Sampang Senin (6/11). Mereka menyoal tentang pengelolaan wisata di Kecamatan Sokobanah yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang ada.

Mereka ditemui Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah, Ketua Komisi IV Amin Arif Tirtana, dan anggota dewan yang lain. Perwakilan Disporabudpar Sampang juga hadir.

KH Baihaqi Bustami mengatakan, kedatangannya ke kantor DPRD Sampang untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Masyarakat resah atas rencana embrio baru destinasi wisata di Dusun Long Malang, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah.

”Kami bukan antipariwisata, juga bukan anti pengembangan perekonomian masyarakat,” ucapnya usai ditemui para wakil rakyat.

Pria berpakaian serbaputih itu menilai keberadaan destinasi wisata baru itu akan lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. ”Kami fokus wisata di Dusun Long Malang ini saja. Secara dzahir, yang dilihat ada signal ke arah yang kurang baik,” tudingnya.

Baca Juga :  Hanya Empat Wisata Kantongi TDUP

Misal, lanjut dia, pantainya diberi nama Cuma Kamu dan ada istilah Danau Asmara. Di sana juga dilengkapi dengan gazebo yang diberi nama kamar janda mendesah. Selain itu juga ada tulisan di papan papa datang mama basah.

”Dari itu saja ada pikiran negatif dan ngeres. Oleh sebab itu, kami meminta kepada wakil kita di DPRD Sampang untuk menjembatani aspirasi yang kita bawa saat ini,” paparnya.

Dia bersama rombongan mendatangi kantor DPRD Sampang karena ada laporan dari masyarakat. Juga laporan dari santri yang sudah melakukan investigasi di lokasi wisata.

Di lapangan, tegas dia, sudah seperti itu adanya. Tidak hanya itu, tempat wisata tersebut hingga pukul 00.00 masih ada kegiatan.

Baca Juga :  Pendataan Penerima Kartu Kusuka Baru 10 Persen

”Kami kurang paham sampai pukul berapa, tapi setelah magrib ada kegiatan. Uang parkir siang dan malam lebih mahal malam. Kalau siang hari tidak tahu,” tambahnya.

Sementara itu, Imam Ubaidillah mengaku akan menampung aspirasi para ulama. Selain itu pihaknya akan melakukan musyawarah dengan semua elemen di Kota Bahari.

”Tergantung hasil musyawarah nanti, apakah dilanjut atau diganti nama papan yang kurang baik. Atau, ditutup,” ucapnya.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Sampang AG. Wadud mengatakan, pariwisata bukan menjadi tanggung jawab penuh lembaganya. Tetapi, sebagian tanggung jawab ada di dinas lain. Dia membenarkan jika wisata tersebut belum mempunyai izin.

”Pemerintah ada di tengah. Tergantung FGD (forum group discussion, Red) nanti. Seperti apa tindak lanjutnya. Kami akan ajukan hasil pertemuan ini nanti kepada atasan kami,” janjinya mewakili Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo.

SAMPANG – Belasan kiai yang tergabung dalam Forum Ulama Sokobanah mendatangi Kantor DPRD Sampang Senin (6/11). Mereka menyoal tentang pengelolaan wisata di Kecamatan Sokobanah yang dianggap tidak sesuai dengan norma yang ada.

Mereka ditemui Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah, Ketua Komisi IV Amin Arif Tirtana, dan anggota dewan yang lain. Perwakilan Disporabudpar Sampang juga hadir.

KH Baihaqi Bustami mengatakan, kedatangannya ke kantor DPRD Sampang untuk menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat. Masyarakat resah atas rencana embrio baru destinasi wisata di Dusun Long Malang, Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah.


”Kami bukan antipariwisata, juga bukan anti pengembangan perekonomian masyarakat,” ucapnya usai ditemui para wakil rakyat.

Pria berpakaian serbaputih itu menilai keberadaan destinasi wisata baru itu akan lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. ”Kami fokus wisata di Dusun Long Malang ini saja. Secara dzahir, yang dilihat ada signal ke arah yang kurang baik,” tudingnya.

Baca Juga :  Pemkab Harus Tegas, Evaluasi Toko Modern Sesuai Aturan

Misal, lanjut dia, pantainya diberi nama Cuma Kamu dan ada istilah Danau Asmara. Di sana juga dilengkapi dengan gazebo yang diberi nama kamar janda mendesah. Selain itu juga ada tulisan di papan papa datang mama basah.

”Dari itu saja ada pikiran negatif dan ngeres. Oleh sebab itu, kami meminta kepada wakil kita di DPRD Sampang untuk menjembatani aspirasi yang kita bawa saat ini,” paparnya.

Dia bersama rombongan mendatangi kantor DPRD Sampang karena ada laporan dari masyarakat. Juga laporan dari santri yang sudah melakukan investigasi di lokasi wisata.

Di lapangan, tegas dia, sudah seperti itu adanya. Tidak hanya itu, tempat wisata tersebut hingga pukul 00.00 masih ada kegiatan.

Baca Juga :  Pendataan Penerima Kartu Kusuka Baru 10 Persen

”Kami kurang paham sampai pukul berapa, tapi setelah magrib ada kegiatan. Uang parkir siang dan malam lebih mahal malam. Kalau siang hari tidak tahu,” tambahnya.

Sementara itu, Imam Ubaidillah mengaku akan menampung aspirasi para ulama. Selain itu pihaknya akan melakukan musyawarah dengan semua elemen di Kota Bahari.

”Tergantung hasil musyawarah nanti, apakah dilanjut atau diganti nama papan yang kurang baik. Atau, ditutup,” ucapnya.

Kabid Pariwisata Disporabudpar Sampang AG. Wadud mengatakan, pariwisata bukan menjadi tanggung jawab penuh lembaganya. Tetapi, sebagian tanggung jawab ada di dinas lain. Dia membenarkan jika wisata tersebut belum mempunyai izin.

”Pemerintah ada di tengah. Tergantung FGD (forum group discussion, Red) nanti. Seperti apa tindak lanjutnya. Kami akan ajukan hasil pertemuan ini nanti kepada atasan kami,” janjinya mewakili Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/