alexametrics
21.7 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Siapkan Anggaran Rp 3,9 Miliar

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang menetapkan 38 desa menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. Berbagai persiapan mulai dilakukan. Termasuk menyiapkan anggaran yang akan digunakan pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Kepala DPMD Sampang Abd. Malik Amrullah mengatakan, pada awal tahun pihaknya sudah mereka-reka anggaran yang akan dihabiskan pada pilkades serentak. Saat yang direncanakan menggelar pilkades serentak 42 desa. Jumlah anggaran yang disediakan Rp 4,6 miliar.

Namun, saat ini post anggaran tersebut berkurang. Pasalnya, tidak semua desa diikutkan pada pilkades serentak tahun ini. Empat desa gagal mengikuti pilkades serentak karena beberapa pertimbangan. Dengan demikian, yang positif menggelar pilkades 38 desa. Sementara, anggaran yang disiapkan Rp 3,9 miliar.

Baca Juga :  Pembangunan Tidak Bisa Mengandalkan APBD

”Otomatis ada perubahan karena jumlah desanya berubah. Sudah diubah pada perubahan anggaran,” kata Malik kemarin (6/9).

Jumlah anggaran masing-masing desa tidak sama. Hal itu bergantung pada jumlah panitia pemilihan kepala desa (P2KD), jumlah dusun, serta pemilih. Jika mengacu pada pilkades sebelumnya, biaya yang dihabiskan rata-rata di atas Rp 100 juta.

Malik menyampaikan, anggaran tersebut dimanfaatkan untuk semua kepentingan yang berkaitan dengan pilkades. Mulai dari awal pembentukan P2KD hingga pelantikan. Kemungkinan pelantikan akan digelar awal 2020.

”Kemungkinan pelantikannya tidak bisa digelar tahun ini. Sebab, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan setelah pemilihan,” ujarnya. (bil)

- Advertisement -

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang menetapkan 38 desa menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak. Berbagai persiapan mulai dilakukan. Termasuk menyiapkan anggaran yang akan digunakan pada pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Kepala DPMD Sampang Abd. Malik Amrullah mengatakan, pada awal tahun pihaknya sudah mereka-reka anggaran yang akan dihabiskan pada pilkades serentak. Saat yang direncanakan menggelar pilkades serentak 42 desa. Jumlah anggaran yang disediakan Rp 4,6 miliar.

Namun, saat ini post anggaran tersebut berkurang. Pasalnya, tidak semua desa diikutkan pada pilkades serentak tahun ini. Empat desa gagal mengikuti pilkades serentak karena beberapa pertimbangan. Dengan demikian, yang positif menggelar pilkades 38 desa. Sementara, anggaran yang disiapkan Rp 3,9 miliar.

Baca Juga :  Ribuan Personel tanpa Senpi

”Otomatis ada perubahan karena jumlah desanya berubah. Sudah diubah pada perubahan anggaran,” kata Malik kemarin (6/9).

Jumlah anggaran masing-masing desa tidak sama. Hal itu bergantung pada jumlah panitia pemilihan kepala desa (P2KD), jumlah dusun, serta pemilih. Jika mengacu pada pilkades sebelumnya, biaya yang dihabiskan rata-rata di atas Rp 100 juta.

Malik menyampaikan, anggaran tersebut dimanfaatkan untuk semua kepentingan yang berkaitan dengan pilkades. Mulai dari awal pembentukan P2KD hingga pelantikan. Kemungkinan pelantikan akan digelar awal 2020.

”Kemungkinan pelantikannya tidak bisa digelar tahun ini. Sebab, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan setelah pemilihan,” ujarnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/