alexametrics
22.3 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

5 Puskesmas tanpa IPAL Dewan Minta Segera Dilengkapi

SAMPANG – Lima puskesmas di Kabupaten Sampang belum dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Yakni, Puskesmas Ketapang, Camplong, Jrangoan, Bunten, dan Mandangin yang baru diresmikan.

Hal itu diakui Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi kemarin (6/9). Menurut dia, IPAL merupakan salah satu alat kelengkapan yang harus dimiliki puskesmas.

            ”Standarnya, puskesmas memang harus dilengkapi IPAL. Di Sampang tersisa lima puskesmas yang tidak dilengkapi IPAL,” katanya. ”Rata-rata yang tak memiliki IPAL ini bangunan puskesmasnya baru,” tambahnya.

            Agus menegaskan, untuk standar minimal, seluruh puskesmas di Kota Bahari sudah memenuhi. Dia menargetkan tahun depan semua puskesmas sudah memiliki IPAL.

            Selain itu, dinkes juga akan memperbaiki layanan di puskesmas. Di antaranya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kemudian, peningkatan kepatuhan SDM pada standar layanan, pemenuhan alat kesehatan (alkes), dan sumber daya lainnya.

Baca Juga :  Ringankan Beban Warga Terdampak Covid-19, Ini Yang Dilakukan Jatman

            Sementara itu, anggota DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni berharap dinkes bertindak cepat untuk memenuhi kelengkapan sarana prasarana kesehatan di puskesmas.

            Menurut dia, IPAL sangat penting. Sebab, jika limbah puskesmas tidak dikelola dengan baik, akan timbul penyakit yang membahayakan warga di sekitar puskesmas. Maka dari itu, harus segera dipenuhi.

            ”Segala hal yang dapat membahayakan keselamatan warga harus segera ditindaklanjuti. IPAL ini penting supaya warga di sekitar tidak terkena wabah penyakit,” kata politikus PPP tersebut.

            Jika nanti sudah terbentuk komisi di DPRD Kabupaten Sampang, dirinya akan merekomendasikan supaya IPAL jadi perhatian. ”Kami akan koordinasikan ke komisi terkait jika sudah terbentuk,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Puskesmas di Pamekasan Miskin Apoteker

SAMPANG – Lima puskesmas di Kabupaten Sampang belum dilengkapi instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Yakni, Puskesmas Ketapang, Camplong, Jrangoan, Bunten, dan Mandangin yang baru diresmikan.

Hal itu diakui Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi kemarin (6/9). Menurut dia, IPAL merupakan salah satu alat kelengkapan yang harus dimiliki puskesmas.

            ”Standarnya, puskesmas memang harus dilengkapi IPAL. Di Sampang tersisa lima puskesmas yang tidak dilengkapi IPAL,” katanya. ”Rata-rata yang tak memiliki IPAL ini bangunan puskesmasnya baru,” tambahnya.


            Agus menegaskan, untuk standar minimal, seluruh puskesmas di Kota Bahari sudah memenuhi. Dia menargetkan tahun depan semua puskesmas sudah memiliki IPAL.

            Selain itu, dinkes juga akan memperbaiki layanan di puskesmas. Di antaranya, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM). Kemudian, peningkatan kepatuhan SDM pada standar layanan, pemenuhan alat kesehatan (alkes), dan sumber daya lainnya.

Baca Juga :  Janji Tuntaskan 2020

            Sementara itu, anggota DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni berharap dinkes bertindak cepat untuk memenuhi kelengkapan sarana prasarana kesehatan di puskesmas.

            Menurut dia, IPAL sangat penting. Sebab, jika limbah puskesmas tidak dikelola dengan baik, akan timbul penyakit yang membahayakan warga di sekitar puskesmas. Maka dari itu, harus segera dipenuhi.

            ”Segala hal yang dapat membahayakan keselamatan warga harus segera ditindaklanjuti. IPAL ini penting supaya warga di sekitar tidak terkena wabah penyakit,” kata politikus PPP tersebut.

            Jika nanti sudah terbentuk komisi di DPRD Kabupaten Sampang, dirinya akan merekomendasikan supaya IPAL jadi perhatian. ”Kami akan koordinasikan ke komisi terkait jika sudah terbentuk,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Dua Belas Puskesmas tanpa IPAL
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/