alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Hanya untuk Pasien Parah, Gugas Tambah 25 Bed

SAMPANG – Pemerintah terus menambah fasilitas rumah perawatan BLK untuk pasien korona. Pasien dengan gejala parah langsung dirawat di tempat itu. Sementara pasien dengan gejala ringan diarahkan untuk isolasi mandiri.

Jubir Gugus Tugas (Gugas) Covid-19 Sampang Moh. Djuwardi mengatakan, penanganan pasien di rumah perawatan BLK sesuai gejala yang dialami. Khususnya, pasien dengan gejala parah.

Rata-rata pasien yang diisolasi itu masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Sekalipun ada pasien reaktif rapid test dengan gejala ringan, tetap diminta menjalani isolasi mandiri.

”Kalau mengalami gejala parah ke sini (BLK). Kalau hanya reaktif, bisa jalani isolasi mandiri yang ketat,” katanya kemarin (6/6).

Jumlah pasien korona di Sampang terus bertambah. Dengan demikian, pemerintah menambah fasiltias bed agar pelayanan lebih optimal. Semula jumlah bed hanya 17 unit. Sekarang bertambah 25 unit. Dengan begitu, jumlah total 42 bed

Baca Juga :  Tuding Penyidik Polres Sampang Tak Profesional Dilaporkan ke Propram P

Perinciannya, 15 unit bed berada di satu aula. Sementara 5 bed sisanya berada di dua ruangan. Pasien dengan gejala berat akan dirawat secara intensif hingga kondisi kesehatannya benar-benar pulih.

Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Titin Hamidah mengatakan, jumlah bed yang tersedia di BLK cukup banyak. Sementara, pasien yang dirawat hanya lima orang. Itu setelah tim medis memulangkan enam pasien sembuh beberapa waktu lalu.

”Ada juga yang dirawat di rumah sakit sebelas pasien. Pasien yang dirawat macam-macam. Ada yang ODP dengan penyakit penyerta, PDP dengan konfirmasi korona,” ungkapnya.

Titin Hamidah mengatakan, jika melihat peta sebaran korona di Sampang, terdapat 500 orang dalam pemantauan (ODP). Kemudian, 12 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 54 orang terkonfirmasi. (bil)

Baca Juga :  Pemanfaatan Asrama BLK Sampang Tak Jelas

SAMPANG – Pemerintah terus menambah fasilitas rumah perawatan BLK untuk pasien korona. Pasien dengan gejala parah langsung dirawat di tempat itu. Sementara pasien dengan gejala ringan diarahkan untuk isolasi mandiri.

Jubir Gugus Tugas (Gugas) Covid-19 Sampang Moh. Djuwardi mengatakan, penanganan pasien di rumah perawatan BLK sesuai gejala yang dialami. Khususnya, pasien dengan gejala parah.

Rata-rata pasien yang diisolasi itu masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP). Sekalipun ada pasien reaktif rapid test dengan gejala ringan, tetap diminta menjalani isolasi mandiri.

”Kalau mengalami gejala parah ke sini (BLK). Kalau hanya reaktif, bisa jalani isolasi mandiri yang ketat,” katanya kemarin (6/6).

Jumlah pasien korona di Sampang terus bertambah. Dengan demikian, pemerintah menambah fasiltias bed agar pelayanan lebih optimal. Semula jumlah bed hanya 17 unit. Sekarang bertambah 25 unit. Dengan begitu, jumlah total 42 bed

Baca Juga :  Langganan Banjir, SMKN 1 Sampang Berharap Tahun Ini Aman

Perinciannya, 15 unit bed berada di satu aula. Sementara 5 bed sisanya berada di dua ruangan. Pasien dengan gejala berat akan dirawat secara intensif hingga kondisi kesehatannya benar-benar pulih.

Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang Titin Hamidah mengatakan, jumlah bed yang tersedia di BLK cukup banyak. Sementara, pasien yang dirawat hanya lima orang. Itu setelah tim medis memulangkan enam pasien sembuh beberapa waktu lalu.

”Ada juga yang dirawat di rumah sakit sebelas pasien. Pasien yang dirawat macam-macam. Ada yang ODP dengan penyakit penyerta, PDP dengan konfirmasi korona,” ungkapnya.

Titin Hamidah mengatakan, jika melihat peta sebaran korona di Sampang, terdapat 500 orang dalam pemantauan (ODP). Kemudian, 12 pasien dalam pengawasan (PDP), dan 54 orang terkonfirmasi. (bil)

Baca Juga :  Lagi, Pasien Meninggal di BLK

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/