alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Guru Kurang Kuasai Kurikulum, Nilai USBN SD Turun

SAMPANG – Semua pihak harus bahu-membahu memajukan pendidikan di Sampang. Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP tahun ini menempati urutan paling buncit di Jawa Timur. Nilai rata-rata ujian sekolah berstandar nasional (USBN) sekolah dasar (SD) juga turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan nilai tersebut terjadi di semua mata pelajaran (mapel) yang diujikan. Data Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang menyebutkan, penurunan nilai rata-rata ujian tahun ini 18,2 persen. Perinciannya, pada 2017 nilai bahasa Indonesia 71,12 poin. Turun menjadi 59,85 tahun ini. Mapel matematika tahun lalu 66,02 turun menjadi 59,18. Sementara, nilai IPA dari 65,95 menjadi 65,86 poin.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Achmad Mawardi mengatakan, total nilai rata-rata USBN tahun lalu 203,09. Sementara tahun ini 184,89. Menurut dia, penurunan nilai tersebut dimungkinkan karena standar soal yang diujikan tinggi atau high order thinking skill (HOTS). Hal itu berdampak pada kesulitan siswa dalam mengerjakan soal.

Dia menjelaskan, soal HOTS identik dengan soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Sebab, dalam mengerjakan soal siswa harus bisa melakukan penalaran lebih panjang sesuai  logika soal. Selain itu, memadukan kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan kreatif. Lalu, kemampuan berargumen dan kemampuan mengambil keputusan untuk menjawab soal.

Baca Juga :  Mau Wajah Cerah dan Glowing? Datang ke NSC Saja

Apalagi soal yang dikeluarkan terdiri dari dua macam. Yakni, 80 persen soal ganda dan 20 persen soal uraian atau esai. Banyak siswa kesulitan mencerna soal. Sekolah juga kurang maksimal dalam mempersiapkan kemampuan siswa. ”Jadi hal itulah yang membuat nilai rata-rata ujian SD tahun ini turun,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Rabu (6/6).

Mawardi menambahkan, nilai USBN tahun ini akan menjadi bahan evaluasi menghadapi ujian tahun depan. Disdik akan mulai memperkenalkan soal HOTS kepada siswa dan guru. Pihaknya tidak menampik jika sampai saat ini banyak guru kurang maksimal dalam menguasai materi kurikulum yang diajarkan kepada siswa.

Pihaknya akan berupaya meningkatkan kualitas guru dengan mengadakan pelatihan dan seminar pendidikan. Mereka akan didorong untuk mengikuti ujian kompetensi guru (UKG). Terutama, guru yang mendapatkan tunjangan sertifikasi agar kualitas pendidikan di Sampang bisa lebih baik dan nilai ujian yang dicapai sesuai dengan harapan.

”Kami juga akan bekerja sama dengan guru SMP di masing-masing kecamatan untuk memberikan pelatihan kapada guru SD terkait dengan soal ujian berstandar HOTS,” ujarnya.

Baca Juga :  Disdik Bangkitkan Semangat Pelaku Pendidikan

Ketua komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, hasil ujian rendah bukan hal yang baru di Kota Bahari. Hingga saat ini belum ada upaya dari disdik untuk melakukan perubahan atau peningkatan nilai. Politikus PPP itu meminta agar pencapaian nilai tersebut menjadi bahan evaluasi bagi disdik untuk memperbaiki sistem pengelolaan pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Amin mengapresiasi integritas dan kejujuran siswa dalam mengerjakan soal mengalami peningkatan. Penurunan nilai itu juga tak bisa dikesampingkan dan harus ada solusi. Penyebab penurunan nilai harus dicari tahu. Apakah karena faktor soal yang sulit atau karena faktor lain.

”Ini perlu ada evaluasi menyeluruh supaya pendidikan di Sampang bisa maju dan bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain,” pintanya.

Sebelumnya juga diberitakan, nilai rata-rata UNBK SMP di bawah 50. Sampang menempati peringkat ke-38 se-Jawa Timur alias paling buncit. Total nilai ujian dari semua mata pelajaran (mapel) yang diujikan 165,09.

Dengan nilai rata-rata berbeda. Bahasa Indonesia 49,79, bahasa Inggris 39,70, matematika 35,84, dan IPA 39,76. Namun, Disdik Sampang mengklaim integritas sekolah penyelenggara ujian meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

SAMPANG – Semua pihak harus bahu-membahu memajukan pendidikan di Sampang. Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP tahun ini menempati urutan paling buncit di Jawa Timur. Nilai rata-rata ujian sekolah berstandar nasional (USBN) sekolah dasar (SD) juga turun dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan nilai tersebut terjadi di semua mata pelajaran (mapel) yang diujikan. Data Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang menyebutkan, penurunan nilai rata-rata ujian tahun ini 18,2 persen. Perinciannya, pada 2017 nilai bahasa Indonesia 71,12 poin. Turun menjadi 59,85 tahun ini. Mapel matematika tahun lalu 66,02 turun menjadi 59,18. Sementara, nilai IPA dari 65,95 menjadi 65,86 poin.

Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang Achmad Mawardi mengatakan, total nilai rata-rata USBN tahun lalu 203,09. Sementara tahun ini 184,89. Menurut dia, penurunan nilai tersebut dimungkinkan karena standar soal yang diujikan tinggi atau high order thinking skill (HOTS). Hal itu berdampak pada kesulitan siswa dalam mengerjakan soal.


Dia menjelaskan, soal HOTS identik dengan soal yang memiliki tingkat kesulitan tinggi. Sebab, dalam mengerjakan soal siswa harus bisa melakukan penalaran lebih panjang sesuai  logika soal. Selain itu, memadukan kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan kreatif. Lalu, kemampuan berargumen dan kemampuan mengambil keputusan untuk menjawab soal.

Baca Juga :  Nelayan Tunggu Janji Bupati Sampang

Apalagi soal yang dikeluarkan terdiri dari dua macam. Yakni, 80 persen soal ganda dan 20 persen soal uraian atau esai. Banyak siswa kesulitan mencerna soal. Sekolah juga kurang maksimal dalam mempersiapkan kemampuan siswa. ”Jadi hal itulah yang membuat nilai rata-rata ujian SD tahun ini turun,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Rabu (6/6).

Mawardi menambahkan, nilai USBN tahun ini akan menjadi bahan evaluasi menghadapi ujian tahun depan. Disdik akan mulai memperkenalkan soal HOTS kepada siswa dan guru. Pihaknya tidak menampik jika sampai saat ini banyak guru kurang maksimal dalam menguasai materi kurikulum yang diajarkan kepada siswa.

Pihaknya akan berupaya meningkatkan kualitas guru dengan mengadakan pelatihan dan seminar pendidikan. Mereka akan didorong untuk mengikuti ujian kompetensi guru (UKG). Terutama, guru yang mendapatkan tunjangan sertifikasi agar kualitas pendidikan di Sampang bisa lebih baik dan nilai ujian yang dicapai sesuai dengan harapan.

”Kami juga akan bekerja sama dengan guru SMP di masing-masing kecamatan untuk memberikan pelatihan kapada guru SD terkait dengan soal ujian berstandar HOTS,” ujarnya.

Baca Juga :  Disdik Bangkitkan Semangat Pelaku Pendidikan

Ketua komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, hasil ujian rendah bukan hal yang baru di Kota Bahari. Hingga saat ini belum ada upaya dari disdik untuk melakukan perubahan atau peningkatan nilai. Politikus PPP itu meminta agar pencapaian nilai tersebut menjadi bahan evaluasi bagi disdik untuk memperbaiki sistem pengelolaan pendidikan dan meningkatkan kualitas pendidikan.

Amin mengapresiasi integritas dan kejujuran siswa dalam mengerjakan soal mengalami peningkatan. Penurunan nilai itu juga tak bisa dikesampingkan dan harus ada solusi. Penyebab penurunan nilai harus dicari tahu. Apakah karena faktor soal yang sulit atau karena faktor lain.

”Ini perlu ada evaluasi menyeluruh supaya pendidikan di Sampang bisa maju dan bersaing dengan kabupaten-kabupaten lain,” pintanya.

Sebelumnya juga diberitakan, nilai rata-rata UNBK SMP di bawah 50. Sampang menempati peringkat ke-38 se-Jawa Timur alias paling buncit. Total nilai ujian dari semua mata pelajaran (mapel) yang diujikan 165,09.

Dengan nilai rata-rata berbeda. Bahasa Indonesia 49,79, bahasa Inggris 39,70, matematika 35,84, dan IPA 39,76. Namun, Disdik Sampang mengklaim integritas sekolah penyelenggara ujian meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/