alexametrics
21 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Hibah Pelaku IKM Capai Rp 1,4 Miliar

SAMPANG – Pelaku industri kecil menengah (IKM) di Kota Bahari bisa tersenyum. Tahun ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Sampang menyiapkan anggaran Rp 1,4 miliar dalam program specific grant. Dana tersebut berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2018.

Program hibah spesifik ini untuk membantu IKM dalam peningkatan mutu kualitas dan kuantitas produksi. Kegiatannya berupa pelatihan dan pengadaan alat produksi IKM. Misalkan, IKM genting mendapat bantuan alat mesin pengolah tanah. IKM batik mendapat alat batik cap. Kelompok konfeksi mendapat mesin jahit.

Kabid Perindustrian Disperdagprin Sampang Imam Rizali mengatakan, dari 1.400 IKM hanya 42 kelompok yang akan tersentuh program tersebut. Perinciannya, 26 kelompok IKM genting, 6 perajin batik, 7 IKM makanan dan minuman (mamin), 2 IKM mebel, dan 1 kelompok konfeksi.

Baca Juga :  Reklamasi, Sepuluh Bangunan Baru Tak Berizin

Kelompok IKM genting berasal dari Karang Penang. Di antaranya, Kelompok HML, Sehat Bersama, Sari Ayu, Super Famili, Ira Putri, Purnama Indah, HS Super, dan Barokah. Kemudian, Harapan Satu, HMY Putra, Sumber Urip Lian Pertama, dan Usaha Sinar Baru.

Kelompok IKM batik mendapatkan alat bati cap yaitu, Indo Busana, Al Barokah, Nafa Brother’s, Al Hidayah, Rizquna, dan Al Qomari. IKM mamin kelompok Rampak Naong di Kecamatan Pangarengan, Sreseh, Tambelangan, dan Sampang.

IKM mebel, yakni Mebel Barokah dan Mebel Mandiri. Terakhir IKM konfeksi itu kelompok Mala Dewa di Kecamatan Torjun. Disperdagprin belum bisa memastikan bantuan tersebut akan dilaksanakan. Hingga saat ini daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) belum turun.

IKM yang bisa mendapatkan bantuan adalah mereka yang mengajukan permohonan tahun lalu. Kemudian, dilakukan peninjauan atau survei ke lokasi guna melihat dan menilai terkait kelayakan IKM. ”Ada beberapa kelompok IKM yang belum memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP) dari dinas perizinan. Kami sudah meminta agar segera diurus, karena itu menjadi salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut,” ujarnya kemarin (6/3).

Baca Juga :  Dana Banpol Tembus Rp 1,4 Miliar

Pihaknya berharap bantuan tersebut bisa mendorong pertumbuhan IKM di Kota Bahari. Dengan demikian, taraf perekonomian masyarakat bisa meningkat. ”Kami harapkan pelaku IKM bisa terus semangat untuk menghasilkan produk yang memiliki daya jual tinggi dan mampu bersaing dengan produk luar daerah,” pungkasnya. 

 

SAMPANG – Pelaku industri kecil menengah (IKM) di Kota Bahari bisa tersenyum. Tahun ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagrin) Sampang menyiapkan anggaran Rp 1,4 miliar dalam program specific grant. Dana tersebut berasal dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2018.

Program hibah spesifik ini untuk membantu IKM dalam peningkatan mutu kualitas dan kuantitas produksi. Kegiatannya berupa pelatihan dan pengadaan alat produksi IKM. Misalkan, IKM genting mendapat bantuan alat mesin pengolah tanah. IKM batik mendapat alat batik cap. Kelompok konfeksi mendapat mesin jahit.

Kabid Perindustrian Disperdagprin Sampang Imam Rizali mengatakan, dari 1.400 IKM hanya 42 kelompok yang akan tersentuh program tersebut. Perinciannya, 26 kelompok IKM genting, 6 perajin batik, 7 IKM makanan dan minuman (mamin), 2 IKM mebel, dan 1 kelompok konfeksi.

Baca Juga :  Reklamasi, Sepuluh Bangunan Baru Tak Berizin

Kelompok IKM genting berasal dari Karang Penang. Di antaranya, Kelompok HML, Sehat Bersama, Sari Ayu, Super Famili, Ira Putri, Purnama Indah, HS Super, dan Barokah. Kemudian, Harapan Satu, HMY Putra, Sumber Urip Lian Pertama, dan Usaha Sinar Baru.

Kelompok IKM batik mendapatkan alat bati cap yaitu, Indo Busana, Al Barokah, Nafa Brother’s, Al Hidayah, Rizquna, dan Al Qomari. IKM mamin kelompok Rampak Naong di Kecamatan Pangarengan, Sreseh, Tambelangan, dan Sampang.

IKM mebel, yakni Mebel Barokah dan Mebel Mandiri. Terakhir IKM konfeksi itu kelompok Mala Dewa di Kecamatan Torjun. Disperdagprin belum bisa memastikan bantuan tersebut akan dilaksanakan. Hingga saat ini daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) belum turun.

IKM yang bisa mendapatkan bantuan adalah mereka yang mengajukan permohonan tahun lalu. Kemudian, dilakukan peninjauan atau survei ke lokasi guna melihat dan menilai terkait kelayakan IKM. ”Ada beberapa kelompok IKM yang belum memiliki surat izin usaha perdagangan (SIUP) dari dinas perizinan. Kami sudah meminta agar segera diurus, karena itu menjadi salah satu persyaratan untuk bisa mendapatkan bantuan tersebut,” ujarnya kemarin (6/3).

Baca Juga :  Kurang Sosialisasi, Bantuan Nelayan Tak Terserap

Pihaknya berharap bantuan tersebut bisa mendorong pertumbuhan IKM di Kota Bahari. Dengan demikian, taraf perekonomian masyarakat bisa meningkat. ”Kami harapkan pelaku IKM bisa terus semangat untuk menghasilkan produk yang memiliki daya jual tinggi dan mampu bersaing dengan produk luar daerah,” pungkasnya. 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/