alexametrics
20.8 C
Madura
Tuesday, August 16, 2022

Pedagang Sudah Mendaftar, Pasar Margalela Tak Dioperasikan

SAMPANG – Kini sudah ada 870 pedagang yang mendaftar untuk menempati Pasar Margalela. Namun, pasar yang terletak di Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Sampang itu tak kunjung dioperasikan. Dinas perdagangan dan perindustrian (disperdagprin) beralasan masih menunggu berita acara serah terima (BAST) dari pemerintah pusat.

Munirah, 48, pedagang di Pasar Margalela menuturkan, dirinya berharap pasar tersebut segera difungsikan. ”Saya sangat berharap pasar itu segera difungsikan. Pasar itu nantinya bisa jadi sumber pendapatan,” pintanya.

 Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengoperasikan pasar tersebut sebelum ada BAST. Namun, lembaganya menempatkan sejumlah petugas satpam untuk menjaga keamanan di lingkungan pasar.

Baca Juga :  Pasar Margalela Siap Ditempati

”Jadi, terlebih dahulu harus ada proses penyerahan hibah dari pusat ke daerah. Setelah itu, kami bisa bergerak untuk mengoperasikan dan mengelola pasar tersebut,” katanya Selasa (6/2).

Wahyu menegaskan, akan lebih memprioritaskan pedagang lama. Sebab, sebelum pembangunan pasar, pendataan terhadap jumlah pedagang lama sudah dilakukan. Jumlahnya kurang lebih 250 pedagang.

”Kami pastikan mereka akan tetap bisa berjualan di pasar itu. Terkait dengan pedagang lain yang mendaftar, nantinya akan kami atur,” pungkasnya.

SAMPANG – Kini sudah ada 870 pedagang yang mendaftar untuk menempati Pasar Margalela. Namun, pasar yang terletak di Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Polagan, Sampang itu tak kunjung dioperasikan. Dinas perdagangan dan perindustrian (disperdagprin) beralasan masih menunggu berita acara serah terima (BAST) dari pemerintah pusat.

Munirah, 48, pedagang di Pasar Margalela menuturkan, dirinya berharap pasar tersebut segera difungsikan. ”Saya sangat berharap pasar itu segera difungsikan. Pasar itu nantinya bisa jadi sumber pendapatan,” pintanya.

 Kepala Disperdagprin Sampang Wahyu Prihartono mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengoperasikan pasar tersebut sebelum ada BAST. Namun, lembaganya menempatkan sejumlah petugas satpam untuk menjaga keamanan di lingkungan pasar.

Baca Juga :  Pemkab Tak Punya Instruktur Pelatihan Kerja

”Jadi, terlebih dahulu harus ada proses penyerahan hibah dari pusat ke daerah. Setelah itu, kami bisa bergerak untuk mengoperasikan dan mengelola pasar tersebut,” katanya Selasa (6/2).

Wahyu menegaskan, akan lebih memprioritaskan pedagang lama. Sebab, sebelum pembangunan pasar, pendataan terhadap jumlah pedagang lama sudah dilakukan. Jumlahnya kurang lebih 250 pedagang.

”Kami pastikan mereka akan tetap bisa berjualan di pasar itu. Terkait dengan pedagang lain yang mendaftar, nantinya akan kami atur,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/