alexametrics
21.9 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Perbaikan Jembatan Hutan Kera Nepa Lamban

SAMPANG – Jembatan penghubung menuju Hutan Kera Nepa di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Sampang, ambruk enam bulan lalu. Namun, sampai sekarang belum diperbaiki oleh pemerintah. Warga sekitar membuat jembatan alternatif dari kayu supaya pengunjung bisa melintas menuju tempat wisaya itu.

Rusma, 45, warga desa setempat mengungkapkan, jembatan di depan pintu masuk menuju Hutan Kera Nepa ambruk sejak lama. Menurut dia, itu disebabkan luapan air sungai yang sangat deras. ”Itu ambruk pada musim hujan awal tahun ini. Saat  itu angin kencang,” ungkapnya Kamis (5/10).

Dia mengungkapkan, karena pemerintah tidak segera memperbaiki, warga berinisiatif untuk membuat jembatan alternatif. Sebab, sejak jembatan ambruk, pengunjung kesulitan untuk masuk ke Hutan Kera Nepa. ”Alhamdulillah, pengunjung terbantu dengan adanya jembatan alternatif itu. Perbaikannya lamban memang,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Hanya Jabat Empat Bulan

Karena itu, dia meminta pemerintah segera memperbaiki kerusakan jembatan itu. Dengan begitu, pengunjung yang datang lebih nyaman dan semakin diminati. ”Semoga jembatan itu segera diperbaiki,” harapnya.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengungkapkan, kerusakan jembatan direncanakan diperbaiki tahun depan. Perbaikan akan menggunakan anggaran kelompok masyarakat (pokmas). Sebab, anggaran di dinasnya terbatas. ”Anggaran kami sangat terbatas. Maka, kami minta bantuan dari dinas lain,” terangnya.

Setelah diperbaiki, pihaknya berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas di lingkungan Hutan Kera Nepa. Dengan begitu, kelestarian salah satu tempat wisata alam bersejarah di wilayah pantura itu tetap terjaga. ”Kami akan upayakan untuk terus melakukan pengembangan terhadap fasilitas di wisata Hutan Kera Nepa itu,” janjinya.

Baca Juga :  Pj Bupati Salat Idul Fitri Bersama Warga

SAMPANG – Jembatan penghubung menuju Hutan Kera Nepa di Desa Batioh, Kecamatan Banyuates, Sampang, ambruk enam bulan lalu. Namun, sampai sekarang belum diperbaiki oleh pemerintah. Warga sekitar membuat jembatan alternatif dari kayu supaya pengunjung bisa melintas menuju tempat wisaya itu.

Rusma, 45, warga desa setempat mengungkapkan, jembatan di depan pintu masuk menuju Hutan Kera Nepa ambruk sejak lama. Menurut dia, itu disebabkan luapan air sungai yang sangat deras. ”Itu ambruk pada musim hujan awal tahun ini. Saat  itu angin kencang,” ungkapnya Kamis (5/10).

Dia mengungkapkan, karena pemerintah tidak segera memperbaiki, warga berinisiatif untuk membuat jembatan alternatif. Sebab, sejak jembatan ambruk, pengunjung kesulitan untuk masuk ke Hutan Kera Nepa. ”Alhamdulillah, pengunjung terbantu dengan adanya jembatan alternatif itu. Perbaikannya lamban memang,” ujarnya.

Baca Juga :  Program Pugar Rp 2 Miliar Terancam Gagal

Karena itu, dia meminta pemerintah segera memperbaiki kerusakan jembatan itu. Dengan begitu, pengunjung yang datang lebih nyaman dan semakin diminati. ”Semoga jembatan itu segera diperbaiki,” harapnya.

Kepala Disporabudpar Sampang Aji Waluyo mengungkapkan, kerusakan jembatan direncanakan diperbaiki tahun depan. Perbaikan akan menggunakan anggaran kelompok masyarakat (pokmas). Sebab, anggaran di dinasnya terbatas. ”Anggaran kami sangat terbatas. Maka, kami minta bantuan dari dinas lain,” terangnya.

Setelah diperbaiki, pihaknya berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas di lingkungan Hutan Kera Nepa. Dengan begitu, kelestarian salah satu tempat wisata alam bersejarah di wilayah pantura itu tetap terjaga. ”Kami akan upayakan untuk terus melakukan pengembangan terhadap fasilitas di wisata Hutan Kera Nepa itu,” janjinya.

Baca Juga :  Fasilitas Pengunjung Pantai Camplong Banyak Rusak, Ini Kata Pengelola
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/