alexametrics
21 C
Madura
Tuesday, May 17, 2022

Beroperasi sebelum Izin Terbit, Satpol PP Segel Toko Modern

SAMPANG – Satpol PP Sampang mulai menunjukkan taringnya. Buktinya, tim penegak perda itu menyegel Indomaret di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang, kemarin (5/9). Toko modern itu beroperasi sebelum izin terbit.

Penyegelan dilakukan pukul 13.45 dengan jumlah personel lima orang. Penyegelan itu juga berdasarkan pemberitahuan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang. Bahwa, toko modern tersebut belum memiliki izin.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah mengatakan, pendirian pasar dan toko modern sudah ada peraturan yang mengikat. Namun, Indomaret ini beroperasi sebelum memenuhi ketentuan yang ada.

”Karena tidak sesuai prosedur, maka kami segel,” tegasnya kepada awak media, usai menempelkan stiker bertuliskan ”segel” warna merah kombinasi putih kemarin.

Baca Juga :  PT DKD Sediakan Rumah Murah

Jika dalam waktu seminggu tidak melengkapi proses perizinan, tegas Chairijah, pihaknya akan memasang Satpol PP line supaya tidak beroperasi alias ditutup paksa. Langkah tersebut mengacu pada Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pasar dan Toko Modern.

”Kalau tidak diindahkan, kami tutup paksa,” ancam Chairijah mewakili Kasatpol PP Sampang Kusno Abdullah.

Menurut Chairijah, sebelumnya sudah ada survei dari tim untuk proses pembangunan. Namun, saat proses izin berjalan, toko sudah beroperasi. ”Kami segel sebagai langkah awal untuk melakukan penutupan,” tambahnya.

Kasi Penyidik Satpol PP Sampang Moh. Jalil menambahkan, hingga saat ini toko modern tersebut masih proses perizinan. Seharusnya tidak boleh beroperasi jika izin belum keluar.  ”Sesuai Perbup 59/2015 bahwa ketentuan SIUP/TDP/IMB tidak boleh beroperasi jika belum memiliki izin,” paparnya.

Baca Juga :  Suami di Rutan, Istri Digaruk Satpol PP

Jika segel dicopot atau dirusak, kata Jalil, yang bersangkutan akan dikenakan pidana kurungan setahun penjara. Karena itu pihaknya meminta pihak pengelola pasar modern untuk melengkapi semua perizinan dan patuhi ketentuan.

Sementara itu, pramuniaga Indomaret Jalan Jaksa Agung Suprapto Rudi Hartono mengaku belum mengetahui jika toko yang ditempatinya itu belum berizin. Menurutnya, toko tersebut beroperasi pada 31 Agustus lalu.

”Izinnya belum keluar, saya tidak tahu. Penempatan biasanya di-rolling. Jadi tidak tahu,” kata pria yang sebelumnya ditempatkan di Jalan Imam Bonjol, Sampang itu. 

SAMPANG – Satpol PP Sampang mulai menunjukkan taringnya. Buktinya, tim penegak perda itu menyegel Indomaret di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Sampang, kemarin (5/9). Toko modern itu beroperasi sebelum izin terbit.

Penyegelan dilakukan pukul 13.45 dengan jumlah personel lima orang. Penyegelan itu juga berdasarkan pemberitahuan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang. Bahwa, toko modern tersebut belum memiliki izin.

Kabid Penegakan Perda dan Ketertiban Umum Satpol PP Sampang Chairijah mengatakan, pendirian pasar dan toko modern sudah ada peraturan yang mengikat. Namun, Indomaret ini beroperasi sebelum memenuhi ketentuan yang ada.

”Karena tidak sesuai prosedur, maka kami segel,” tegasnya kepada awak media, usai menempelkan stiker bertuliskan ”segel” warna merah kombinasi putih kemarin.

Baca Juga :  Desak Tertibkan APK di MPU

Jika dalam waktu seminggu tidak melengkapi proses perizinan, tegas Chairijah, pihaknya akan memasang Satpol PP line supaya tidak beroperasi alias ditutup paksa. Langkah tersebut mengacu pada Perda Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pasar dan Toko Modern.

”Kalau tidak diindahkan, kami tutup paksa,” ancam Chairijah mewakili Kasatpol PP Sampang Kusno Abdullah.

Menurut Chairijah, sebelumnya sudah ada survei dari tim untuk proses pembangunan. Namun, saat proses izin berjalan, toko sudah beroperasi. ”Kami segel sebagai langkah awal untuk melakukan penutupan,” tambahnya.

Kasi Penyidik Satpol PP Sampang Moh. Jalil menambahkan, hingga saat ini toko modern tersebut masih proses perizinan. Seharusnya tidak boleh beroperasi jika izin belum keluar.  ”Sesuai Perbup 59/2015 bahwa ketentuan SIUP/TDP/IMB tidak boleh beroperasi jika belum memiliki izin,” paparnya.

Baca Juga :  Mengikuti Petugas Melakukan Razia Miras dan Siswa Bolos Sekolah

Jika segel dicopot atau dirusak, kata Jalil, yang bersangkutan akan dikenakan pidana kurungan setahun penjara. Karena itu pihaknya meminta pihak pengelola pasar modern untuk melengkapi semua perizinan dan patuhi ketentuan.

Sementara itu, pramuniaga Indomaret Jalan Jaksa Agung Suprapto Rudi Hartono mengaku belum mengetahui jika toko yang ditempatinya itu belum berizin. Menurutnya, toko tersebut beroperasi pada 31 Agustus lalu.

”Izinnya belum keluar, saya tidak tahu. Penempatan biasanya di-rolling. Jadi tidak tahu,” kata pria yang sebelumnya ditempatkan di Jalan Imam Bonjol, Sampang itu. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/