alexametrics
29.3 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Akreditasi Puskesmas di Sampang Belum Tuntas

SAMPANG – Dari 21 puskesmas di Sampang, masih ada lima puskesmas yang belum terakreditasi hingga saat ini. Dinas kesehatan (dinkes) terus bekerja keras agar semua pusat kesahatan masyarakat terakreditasi.

Kabid Kesmas Dinkes Sampang Agus Mulyadi mengungkapkan, puskesmas di Kota Bahari yang terakreditasi  jumlah 16 unit. Tersebar di sejumlah kecamatan. Secara bertahap, akreditasi puskesmas akan terus dilakukan agar pelayanan kesehatan semakin baik.

Dia menjelaskan, pada 2017 dinkes mengajukan sejumlah puskesmas diakreditasi. Yakni, Puskesmas Tamberu, Banyuates, Pangarengan, Banjar, dan Ketapang. Kemudian, Puskesmas Jrangoan, Karang Penang, Bunten Barat, dan Robatal.

Namun, dari pengajuan tersebut hanya tiga puskesmas yang bisa menjalani penilaian dan lulus akreditasi. ”Yang belum itu Puskesmas Tamberu, Banyuates, Pangarengan, Banjar, dan Ketapang.  Kami optimistis semuanya  terakreditasi tahun ini,” ujarnya.   

Baca Juga :  HBA Ke-61, Kejaksaan Gandeng Pemkab Sukseskan Program Vaksinasi

Dia tidak menampik puskemas yang terakreditasi mayoritas masih di tingkat dasar dan madya. Sebab, tidak mudah untuk meraih nilai utama atau paripurna. Apalagi masih banyak keterbatasan persyaratan yang tidak bisa diupayakan sesegera mungkin.

”Akreditasi puskesmas tersebut masih tingkat madya dan dasar. Perinciannya, 10 puskesmas tingkat madya dan enam di level dasar,” terangnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, program akreditasi puskesmas di Jawa Timur sudah dijalankan sejak 2014. Akreditasi merupakan pengakuan bahwa puskesmas sudah siap melayani masyarakat dengan baik. ”Akreditasi puskesmas itu penting. Jadi, harus benar-benar diseriusi,” ucapnya.

SAMPANG – Dari 21 puskesmas di Sampang, masih ada lima puskesmas yang belum terakreditasi hingga saat ini. Dinas kesehatan (dinkes) terus bekerja keras agar semua pusat kesahatan masyarakat terakreditasi.

Kabid Kesmas Dinkes Sampang Agus Mulyadi mengungkapkan, puskesmas di Kota Bahari yang terakreditasi  jumlah 16 unit. Tersebar di sejumlah kecamatan. Secara bertahap, akreditasi puskesmas akan terus dilakukan agar pelayanan kesehatan semakin baik.

Dia menjelaskan, pada 2017 dinkes mengajukan sejumlah puskesmas diakreditasi. Yakni, Puskesmas Tamberu, Banyuates, Pangarengan, Banjar, dan Ketapang. Kemudian, Puskesmas Jrangoan, Karang Penang, Bunten Barat, dan Robatal.


Namun, dari pengajuan tersebut hanya tiga puskesmas yang bisa menjalani penilaian dan lulus akreditasi. ”Yang belum itu Puskesmas Tamberu, Banyuates, Pangarengan, Banjar, dan Ketapang.  Kami optimistis semuanya  terakreditasi tahun ini,” ujarnya.   

Baca Juga :  RSU Waru Komitmen Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Dia tidak menampik puskemas yang terakreditasi mayoritas masih di tingkat dasar dan madya. Sebab, tidak mudah untuk meraih nilai utama atau paripurna. Apalagi masih banyak keterbatasan persyaratan yang tidak bisa diupayakan sesegera mungkin.

”Akreditasi puskesmas tersebut masih tingkat madya dan dasar. Perinciannya, 10 puskesmas tingkat madya dan enam di level dasar,” terangnya.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Amin Arif Tirtana mengatakan, program akreditasi puskesmas di Jawa Timur sudah dijalankan sejak 2014. Akreditasi merupakan pengakuan bahwa puskesmas sudah siap melayani masyarakat dengan baik. ”Akreditasi puskesmas itu penting. Jadi, harus benar-benar diseriusi,” ucapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/