alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Petani Garam Geruduk Dinas PUPR

SAMPANG – Petani garam Desa Asem Nonggal, Kecamatan Jrengik, mendatangi kantor dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) kemarin (4/11). Kedatangan mereka untuk memprotes pelaksanaan proyek rabat beton jalan yang dinilai menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.

Belasan warga itu diterima di ruang kerja Plt Kepala Dinas PUPR. Satu per satu menyampaikan aspirasinya. Salah satunya Mahmudi. Pria 38 tahun itu sudah dua bulan tidak bisa menjual garam karena akses jalan ditutup. Bahkan, setelah dibuka lima hari lalu ada yang mengintimidasi saat dirinya hendak mengangkut garam.

”Kami sudah gembira jalan dibuka. Ternyata, kami masih saja tak diperbolehkan mengangkut,” kata Mahmudi.

Menurut Mahmudi, ada salah satu oknum kepala desa yang tidak memperbolehkan melintas di jalan tersebut. Alasannya, tonasenya lebih. Padahal, jumlah muatan seperti biasa. Yakin, 80 ton dalam satu truk. Jadi, garam itu diangkut dua kali. Kedatangannya tersebut juga ingin memastikan tonase yang diperbolehkan melintas di jalan tersebut.

Baca Juga :  Warga Mandangin Temukan Mayat Mr X

Akibat keterlambatan penjualan, harga semakin murah. Yakni, dari harga Rp 28 ribu menjadi Rp 16 ribu per karung. Bahkan, saat ini di bawah Rp 10 ribu. ”Setelah kami hitung, total kerugian ratusan juta rupiah sejak adanya proyek jalan itu. Kami tidak mengarang, kalau tidak percaya mari datang ke tempat kami,” ungkapnya.

            Plt Kepala Dinas PUPR Sampang Ach. Hafi mengatakan, seluruh program pemerintah tujuannya baik. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat ikut menjaganya. ”Saya pastikan jika beratnya sudah 80 ton tidak akan ada yang mencegat dan menyuruh menurunkan muatannya. Jika masih ada, silakan lapor ke kami,” ungkapnya saat ditanya mengenai tonase.

Baca Juga :  Pelanggar Lalu Lintas Capai 977 Pengendara

            Pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan kepala desa setempat berkaitan dengan keluhan yang disampaikan petani garam. ”Kami langsung menindaklanjuti keluh kesah petani garam yang datang ke sini,” pungkasnya.

Untuk diketahui, rehabilitasi jalan jalur Panyepen–Asem Nonggal dikerjakan oleh CV Kartika Candra dengan anggaran Rp 2,6 miliar. Anggaran itu bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019. 

SAMPANG – Petani garam Desa Asem Nonggal, Kecamatan Jrengik, mendatangi kantor dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat (PUPR) kemarin (4/11). Kedatangan mereka untuk memprotes pelaksanaan proyek rabat beton jalan yang dinilai menyebabkan kerugian ratusan juta rupiah.

Belasan warga itu diterima di ruang kerja Plt Kepala Dinas PUPR. Satu per satu menyampaikan aspirasinya. Salah satunya Mahmudi. Pria 38 tahun itu sudah dua bulan tidak bisa menjual garam karena akses jalan ditutup. Bahkan, setelah dibuka lima hari lalu ada yang mengintimidasi saat dirinya hendak mengangkut garam.

”Kami sudah gembira jalan dibuka. Ternyata, kami masih saja tak diperbolehkan mengangkut,” kata Mahmudi.


Menurut Mahmudi, ada salah satu oknum kepala desa yang tidak memperbolehkan melintas di jalan tersebut. Alasannya, tonasenya lebih. Padahal, jumlah muatan seperti biasa. Yakin, 80 ton dalam satu truk. Jadi, garam itu diangkut dua kali. Kedatangannya tersebut juga ingin memastikan tonase yang diperbolehkan melintas di jalan tersebut.

Baca Juga :  Bupati Slamet Junaidi Ajak Santri Kerja Nyata

Akibat keterlambatan penjualan, harga semakin murah. Yakni, dari harga Rp 28 ribu menjadi Rp 16 ribu per karung. Bahkan, saat ini di bawah Rp 10 ribu. ”Setelah kami hitung, total kerugian ratusan juta rupiah sejak adanya proyek jalan itu. Kami tidak mengarang, kalau tidak percaya mari datang ke tempat kami,” ungkapnya.

            Plt Kepala Dinas PUPR Sampang Ach. Hafi mengatakan, seluruh program pemerintah tujuannya baik. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat ikut menjaganya. ”Saya pastikan jika beratnya sudah 80 ton tidak akan ada yang mencegat dan menyuruh menurunkan muatannya. Jika masih ada, silakan lapor ke kami,” ungkapnya saat ditanya mengenai tonase.

Baca Juga :  Pelanggar Lalu Lintas Capai 977 Pengendara

            Pihaknya sudah berkoordinasi langsung dengan kepala desa setempat berkaitan dengan keluhan yang disampaikan petani garam. ”Kami langsung menindaklanjuti keluh kesah petani garam yang datang ke sini,” pungkasnya.

- Advertisement -

Untuk diketahui, rehabilitasi jalan jalur Panyepen–Asem Nonggal dikerjakan oleh CV Kartika Candra dengan anggaran Rp 2,6 miliar. Anggaran itu bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2019. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/