alexametrics
19.5 C
Madura
Tuesday, August 9, 2022

Kapal tanpa Alat Keselamatan di Sampang Akan Disanksi

SAMPANG – Selama ini tidak sedikit kapal perahu penumpang di Pelabuhan Tanglok Kabupaten Sampang tidak dilengkapi alat keselamatan. Kondisi itu menjadi perhatian serius dari petugas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Branta. Selanjutnya, penyedia jasa penyeberangan yang tidak melengkapi alat keselamatan akan disanksi sesuai ketentuan.

Kepala KUPP Kelas II Branta Edy Kiswanto mengatakan, pihaknya akan menindak tegas kapal yang beroperasi di Pelabuhan Tanglok, tapi tak melengkapi alat keselamatan penumpang. Sebab, pihaknya sudah menyosialisasikan alat keselamatan yang harus dipenuhi dan tersedia di atas kepal.

Misalnya, life jacket dan ring buoy yang sudah diberikan 20 buah secara gratis per kapal. ”Kami akan lakukan sidak yang waktunya tak ditentukan terhadap kelengkapan kapal penyedia jasa pelayaran di Pelabuhan Tanglok. Jika ditemukan, kami akan tindak,” tegasnya Kamis (4/10).

Baca Juga :  Jadwal Pilkades Pasti Berubah

Tindakan pertama yang bakal dilakukan adalah memberikan teguran. Lalu, penyedia jasa membuat surat pernyataan bahwa akan melengkapi peralatan keselamatan penumpang.

Jika teguran dan surat pernyataan tak membuat jera para nakhoda dan pemilik kapal, pihaknya tidak akan memberikan surat persetujuan berlayar (SPB). ”Jika tetap mokong, kami akan cabut izinnya. Jadi, terancam tidak akan beroperasi,” ancamnya.

Menurut dia, tindakan tegas itu dilakukan atas dasar memperhatikan keselamatan serta kenyamanan penumpang dan kru kapal saat melakukan pelayaran. ”Bantuan yang kami berikan akan diawasi. Kami tidak ingin alat keselamatan pelayaran itu ditaruh di rumahnya. Melainkan harus ditaruh di kapal,” janjinya.

Kepala Desa Mandangin Saiful Anam akan mengimbau kepada warganya yang memiliki kapal supaya melengkapi alat keselamatan pelayaran. Juga bakal menegur nakhoda kapal yang tak melengkapi peralatan tersebut.

Baca Juga :  Selama 57 Hari, 19 TKI Ilegal asal Sampang Meninggal

”Pelampung itu memang harus ada karena musibah tak bisa diprediksi. Jadi, lebih baik waspada dan mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan,” katanya.        

SAMPANG – Selama ini tidak sedikit kapal perahu penumpang di Pelabuhan Tanglok Kabupaten Sampang tidak dilengkapi alat keselamatan. Kondisi itu menjadi perhatian serius dari petugas Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas II Branta. Selanjutnya, penyedia jasa penyeberangan yang tidak melengkapi alat keselamatan akan disanksi sesuai ketentuan.

Kepala KUPP Kelas II Branta Edy Kiswanto mengatakan, pihaknya akan menindak tegas kapal yang beroperasi di Pelabuhan Tanglok, tapi tak melengkapi alat keselamatan penumpang. Sebab, pihaknya sudah menyosialisasikan alat keselamatan yang harus dipenuhi dan tersedia di atas kepal.

Misalnya, life jacket dan ring buoy yang sudah diberikan 20 buah secara gratis per kapal. ”Kami akan lakukan sidak yang waktunya tak ditentukan terhadap kelengkapan kapal penyedia jasa pelayaran di Pelabuhan Tanglok. Jika ditemukan, kami akan tindak,” tegasnya Kamis (4/10).

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Ajak¬†Siswa Budayakan Pola Hidup Sehat sejak Dini

Tindakan pertama yang bakal dilakukan adalah memberikan teguran. Lalu, penyedia jasa membuat surat pernyataan bahwa akan melengkapi peralatan keselamatan penumpang.

Jika teguran dan surat pernyataan tak membuat jera para nakhoda dan pemilik kapal, pihaknya tidak akan memberikan surat persetujuan berlayar (SPB). ”Jika tetap mokong, kami akan cabut izinnya. Jadi, terancam tidak akan beroperasi,” ancamnya.

Menurut dia, tindakan tegas itu dilakukan atas dasar memperhatikan keselamatan serta kenyamanan penumpang dan kru kapal saat melakukan pelayaran. ”Bantuan yang kami berikan akan diawasi. Kami tidak ingin alat keselamatan pelayaran itu ditaruh di rumahnya. Melainkan harus ditaruh di kapal,” janjinya.

Kepala Desa Mandangin Saiful Anam akan mengimbau kepada warganya yang memiliki kapal supaya melengkapi alat keselamatan pelayaran. Juga bakal menegur nakhoda kapal yang tak melengkapi peralatan tersebut.

Baca Juga :  Rp 40 Miliar untuk Beton Jalan

”Pelampung itu memang harus ada karena musibah tak bisa diprediksi. Jadi, lebih baik waspada dan mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan,” katanya.        

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/