alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Bupati Sampang Akui Banyak Balai Desa Mubazir

SAMPANG – Keberadaan balai desa di wilayah pantai utara (pantura) yang banyak tidak ditempati dan tidak dirawat, disorot Bupati Sampang Fadhilah Budiono. Dia meminta supaya pemerintah di tingkat desa merawat dan memanfaatkan balai desa sebagaimana mestinya.

Pihaknya menemukan sejumlah balai desa di wilayah pantura tak terawat. Bahkan, tak ditempati untuk melayani masyarakat. Kantor desa yang mubazir itu sangat disayangkan karena pembangunannya menghabiskan banyak dana. ”Sangat disayangkan. Bangun balai desa ngabisin anggaran banyak. Setelah jadi tidak ditempati,” katanya Rabu (4/10).

Fadhilah juga menegaskan bahwa pusat pelayanan terhadap masyarakat di balai desa, bukan di rumah kepala desa (Kades). Karena itu, pihaknya meminta supaya desa yang memiliki balai digunakan. ”Ayo, hilangkan budaya yang tidak baik. Jaga selalu kekompakan dan gotong royong,” ujarnya.

Baca Juga :  DPR RI Berikan Bantuan Komputer untuk Fasilitas Desa

Pemkab akan mengupayakan desa yang belum memiliki balai supaya mengajukan untuk pembangunan. Dengan begitu, pelayanan dan administrasi desa ke depan semakin baik. ”Sudah saatnya membangun desa dengan baik dan benar. Tingkatkan SDM dan SDA desa dengan anggaran yang sudah disediakan,” pungkasnya.

Aktivis sosial dan lingkungan wilayah pantura Zaimul Arifin mengungkapkan, mestinya bupati tidak hanya memberikan desakan. Tetapi juga memberikan sanksi kepada pemerintah desa yang melanggar aturan. ”Kalau hanya imbauan begitu, pasti tidak jera,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kasus demikian tidak hanya terjadi di Sampang bagian utara. Di kabupaten lain juga banyak ditemukan balai desa tak ditempati dan disia-siakan. ”Saya melihat hampir semua balai desa di wilayah pantura tak ditempati. Masyarakat banyak dilayani di rumah kepala desanya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Hadiri Musrembang, Bupati Sampang Janji Fokus Bangun Infrastruktur

SAMPANG – Keberadaan balai desa di wilayah pantai utara (pantura) yang banyak tidak ditempati dan tidak dirawat, disorot Bupati Sampang Fadhilah Budiono. Dia meminta supaya pemerintah di tingkat desa merawat dan memanfaatkan balai desa sebagaimana mestinya.

Pihaknya menemukan sejumlah balai desa di wilayah pantura tak terawat. Bahkan, tak ditempati untuk melayani masyarakat. Kantor desa yang mubazir itu sangat disayangkan karena pembangunannya menghabiskan banyak dana. ”Sangat disayangkan. Bangun balai desa ngabisin anggaran banyak. Setelah jadi tidak ditempati,” katanya Rabu (4/10).

Fadhilah juga menegaskan bahwa pusat pelayanan terhadap masyarakat di balai desa, bukan di rumah kepala desa (Kades). Karena itu, pihaknya meminta supaya desa yang memiliki balai digunakan. ”Ayo, hilangkan budaya yang tidak baik. Jaga selalu kekompakan dan gotong royong,” ujarnya.

Baca Juga :  Perwakilan Bank Dunia Kunjungi Sampang

Pemkab akan mengupayakan desa yang belum memiliki balai supaya mengajukan untuk pembangunan. Dengan begitu, pelayanan dan administrasi desa ke depan semakin baik. ”Sudah saatnya membangun desa dengan baik dan benar. Tingkatkan SDM dan SDA desa dengan anggaran yang sudah disediakan,” pungkasnya.

Aktivis sosial dan lingkungan wilayah pantura Zaimul Arifin mengungkapkan, mestinya bupati tidak hanya memberikan desakan. Tetapi juga memberikan sanksi kepada pemerintah desa yang melanggar aturan. ”Kalau hanya imbauan begitu, pasti tidak jera,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, kasus demikian tidak hanya terjadi di Sampang bagian utara. Di kabupaten lain juga banyak ditemukan balai desa tak ditempati dan disia-siakan. ”Saya melihat hampir semua balai desa di wilayah pantura tak ditempati. Masyarakat banyak dilayani di rumah kepala desanya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Sebelas Lokasi Parkir Tak Hasilkan PAD

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/