alexametrics
23.5 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Banjir Sampang, Rp 1,6 T untuk Sodetan

SAMPANG – Pemerintah pusat dan provinsi betul-betul tidak ingin bencana banjir Sampang kembali terulang setiap tahun. Selain puluhan miliar untuk instalasi pembangunan pompa banjir dan Rp 8 miliar untuk normalisasi masih ada anggaran lain. Yakni, Rp 1,6 triliun untuk floodway (sodetan).

APBN yang dikucurkan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas itu merupakan program tahun jamak. Pelaksanaannya dibagi menjadi beberapa paket. Tahun ini cair Rp 8 miliar untuk normalisasi (pengerukan) Sungai Kamoning dan pembangunan sheet pile.

Normalisasi dan pembangunan sheet pile dibagi menjadi dua titik. Kamoning 1 dengan pagu anggaran Rp 200 miliar dan Kamoning 2 senilai Rp 159 miliar. Sisanya Rp 641.600.000.000 dipergunakan untuk pembebasan lahan dan pembangunan floodway.

Lokasi pembangunan sodetan itu dari Desa Tanggumong, Gunung Sekar, Karang Dalam, Polagan, dan Aeng Sareh. ”Lahan yang terdampak seperti rumah, tanah kosong, tambak, dan lainnya akan ada ganti rugi. Ada yang menghitung nanti. Kami juga sudah mengumpulkan dan menyosialisasikan. Alhamdulillah responsnya baik,” terang Kabid Pengelolaan Sungai Dinas PUPR Sampang Zaiful Muqaddas, Rabu (4/10).

Baca Juga :  Kelanjutan Proyek Pompa Banjir Sampang Buram

Anggaran pembebasan lahan ada partisipasi pemerintah daerah senilai Rp 14,5 miliar dari APBD. Normalisasi dan penguatan tebing untuk Kamoning 1 sepanjang 12 kilometer. Sementara untuk Kamoning 2 sepanjang 8 kilometer. ”Ini dilaksanakan multiyears selama tiga tahun,” imbuhnya.

Zaiful menjelaskan, untuk floodway sudah ada rencana kerja pembebasan tanah. Juga ada pemetaan lahan terdampak. Panjang floodway 7 kilometer dan lebar 70 meter. ”Ganti rugi tergantung dari luasan tanah,” tukasnya.

Kepala Bappelitbangda Sampang Tony Moerdiwanto berharap respons positif pemerintah pusat dan provinsi agar banjir Sampang terselesaikan. ”Tahun ini hanya Rp 8 miliar yang cair. Ini kan multiyears selama tiga tahun,” tegasnya.

Plt Kepala Kejari Sampang Lukas Alexander Sinoraya menegaskan, pihaknya siap mengawal pembangunan. Apalagi pembangunan tersebut bersifat strategis. Manfaat dan tujuan pembangunan itu sangat dinanti dan diharapkan masyarakat.

Baca Juga :  Rp 635 Juta untuk Tanggap Darurat

”Kita selaku tim TP4D (tim pengawalan, pengamanan pemerintahan, pembangunan dan daerah) harus siap. Dari proses awal perencanaan, pelaksanaan sampai pada masa pemeliharaan kita harus siap,” terangnya.

”Masyarakat juga bisa memberikan informasi kepada kami sejak dini. Kami lebih mengutamakan pencegahan,” imbuhnya. Pria asal Medan itu menambahkan, pencegahan tersebut dilakukan agar pembangunan dilakukan dengan baik.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir menyatakan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sidak untuk mengetahui kondisi di lapangan. ”Kalau kualitas jelek, umur dari proyek itu tidak akan lama,” katanya. 

SAMPANG – Pemerintah pusat dan provinsi betul-betul tidak ingin bencana banjir Sampang kembali terulang setiap tahun. Selain puluhan miliar untuk instalasi pembangunan pompa banjir dan Rp 8 miliar untuk normalisasi masih ada anggaran lain. Yakni, Rp 1,6 triliun untuk floodway (sodetan).

APBN yang dikucurkan melalui Balai Besar Wilayah Sungai Brantas itu merupakan program tahun jamak. Pelaksanaannya dibagi menjadi beberapa paket. Tahun ini cair Rp 8 miliar untuk normalisasi (pengerukan) Sungai Kamoning dan pembangunan sheet pile.

Normalisasi dan pembangunan sheet pile dibagi menjadi dua titik. Kamoning 1 dengan pagu anggaran Rp 200 miliar dan Kamoning 2 senilai Rp 159 miliar. Sisanya Rp 641.600.000.000 dipergunakan untuk pembebasan lahan dan pembangunan floodway.


Lokasi pembangunan sodetan itu dari Desa Tanggumong, Gunung Sekar, Karang Dalam, Polagan, dan Aeng Sareh. ”Lahan yang terdampak seperti rumah, tanah kosong, tambak, dan lainnya akan ada ganti rugi. Ada yang menghitung nanti. Kami juga sudah mengumpulkan dan menyosialisasikan. Alhamdulillah responsnya baik,” terang Kabid Pengelolaan Sungai Dinas PUPR Sampang Zaiful Muqaddas, Rabu (4/10).

Baca Juga :  Kucurkan Rp 8 M untuk Normalisasi Sungai Kamoning

Anggaran pembebasan lahan ada partisipasi pemerintah daerah senilai Rp 14,5 miliar dari APBD. Normalisasi dan penguatan tebing untuk Kamoning 1 sepanjang 12 kilometer. Sementara untuk Kamoning 2 sepanjang 8 kilometer. ”Ini dilaksanakan multiyears selama tiga tahun,” imbuhnya.

Zaiful menjelaskan, untuk floodway sudah ada rencana kerja pembebasan tanah. Juga ada pemetaan lahan terdampak. Panjang floodway 7 kilometer dan lebar 70 meter. ”Ganti rugi tergantung dari luasan tanah,” tukasnya.

Kepala Bappelitbangda Sampang Tony Moerdiwanto berharap respons positif pemerintah pusat dan provinsi agar banjir Sampang terselesaikan. ”Tahun ini hanya Rp 8 miliar yang cair. Ini kan multiyears selama tiga tahun,” tegasnya.

Plt Kepala Kejari Sampang Lukas Alexander Sinoraya menegaskan, pihaknya siap mengawal pembangunan. Apalagi pembangunan tersebut bersifat strategis. Manfaat dan tujuan pembangunan itu sangat dinanti dan diharapkan masyarakat.

Baca Juga :  957 CASN Gagal Menuju Tahap SKB

”Kita selaku tim TP4D (tim pengawalan, pengamanan pemerintahan, pembangunan dan daerah) harus siap. Dari proses awal perencanaan, pelaksanaan sampai pada masa pemeliharaan kita harus siap,” terangnya.

”Masyarakat juga bisa memberikan informasi kepada kami sejak dini. Kami lebih mengutamakan pencegahan,” imbuhnya. Pria asal Medan itu menambahkan, pencegahan tersebut dilakukan agar pembangunan dilakukan dengan baik.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir menyatakan, pihaknya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak). Sidak untuk mengetahui kondisi di lapangan. ”Kalau kualitas jelek, umur dari proyek itu tidak akan lama,” katanya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/