alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Poltera Berhasil Ciptakan Teknologi Smart Home Assistant

KOTA – Mahasiswa Politeknik Negeri Madura (Poltera) Sampang berhasil menciptakan teknologi Smart Home Assistant. Teknologi tersebut merupakan penggabungan dari teknologi Google Assistant Development dengan Rush Verify menggunakan perangkat internet.

Smart home assistant dilengkapi berbagai pendeteksi. Misalnya, pendeteksi api dan orang. Gunanya, teknologi tersebut bisa memberikan notifikasi sejenis e-mail kepada pengguna mengenai kondisi dan apa yang sedang terjadi di rumah jika ditinggal perjalanan jauh.

Tak hanya itu, teknologi tersebut dilengkapi pendeteksi suara yang berguna untuk memandu. Misalnya, menghidupkan lampu rumah dan kipas atau AC.

Dengan teknologi Smart Home Assistant yang berhasil menjadi pemenang pemilihan mahasisiswa berprestasi (pilmapres) di lingkungan perguruan tinggi Poltera Sampang itu juga bisa diperintah menghidupkan musik. ”Sistem ini, sementara hanya fokus di perumahan. Dengan alat ini, diharapkan nanti bisa mendeteksi kondisi rumah dari jarak jauh,” kata Silvi Susanti Rabu (4/4).

Baca Juga :  Direktur Lantik 59 Dosen dan Tenaga Kependidikan

Menurut mahasiswi jurusan teknik listrik industri Poltera Sampang ini, penggarapan proyek tersebut tidak membutuhkan waktu lama. Selain itu, biayanya hanya ratusan ribu rupiah. ”Sementara ini, bahasa pemandu yang digunakan harus Inggris. Nanti kami kembangkan ke bahasa Indonesia,” tuturnya.

Direktur Poltera Dr. Arman Jaya, S.T.,M.T. mengatakan, pilmapres merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Poltera setiap tahun. Tahun ini pemenangnya adalah Silvi Susanti yang berhasil menciptakan teknologi Smart Home Assistant. ”Pemenang pilmapres tingkat Poltera akan diikutkan pilmapres tingkat nasional yang diikuti semua perguruan tinggi se-Indonesia,” katanya.

Dia berharap, lulusan Poltera bisa menciptakan teknologi tepat guna yang dibutuhkan masyarakat. Dengan demikian, mereka mampu memberikan nilai tawar dan memperluas lapangan pekerjaan, terutama di Madura. ”Ini akan dijadikan suatu produk sebagai inkubator bisnis Poltera,” jelasnya.

Baca Juga :  Tanam Jiwa Kemaritiman, Poltera Gelar Oceanic 2017

 

KOTA – Mahasiswa Politeknik Negeri Madura (Poltera) Sampang berhasil menciptakan teknologi Smart Home Assistant. Teknologi tersebut merupakan penggabungan dari teknologi Google Assistant Development dengan Rush Verify menggunakan perangkat internet.

Smart home assistant dilengkapi berbagai pendeteksi. Misalnya, pendeteksi api dan orang. Gunanya, teknologi tersebut bisa memberikan notifikasi sejenis e-mail kepada pengguna mengenai kondisi dan apa yang sedang terjadi di rumah jika ditinggal perjalanan jauh.

Tak hanya itu, teknologi tersebut dilengkapi pendeteksi suara yang berguna untuk memandu. Misalnya, menghidupkan lampu rumah dan kipas atau AC.

Dengan teknologi Smart Home Assistant yang berhasil menjadi pemenang pemilihan mahasisiswa berprestasi (pilmapres) di lingkungan perguruan tinggi Poltera Sampang itu juga bisa diperintah menghidupkan musik. ”Sistem ini, sementara hanya fokus di perumahan. Dengan alat ini, diharapkan nanti bisa mendeteksi kondisi rumah dari jarak jauh,” kata Silvi Susanti Rabu (4/4).

Baca Juga :  Cara Politeknik Negeri Madura (Poltera) Kurangi Sampah Plastik

Menurut mahasiswi jurusan teknik listrik industri Poltera Sampang ini, penggarapan proyek tersebut tidak membutuhkan waktu lama. Selain itu, biayanya hanya ratusan ribu rupiah. ”Sementara ini, bahasa pemandu yang digunakan harus Inggris. Nanti kami kembangkan ke bahasa Indonesia,” tuturnya.

Direktur Poltera Dr. Arman Jaya, S.T.,M.T. mengatakan, pilmapres merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Poltera setiap tahun. Tahun ini pemenangnya adalah Silvi Susanti yang berhasil menciptakan teknologi Smart Home Assistant. ”Pemenang pilmapres tingkat Poltera akan diikutkan pilmapres tingkat nasional yang diikuti semua perguruan tinggi se-Indonesia,” katanya.

Dia berharap, lulusan Poltera bisa menciptakan teknologi tepat guna yang dibutuhkan masyarakat. Dengan demikian, mereka mampu memberikan nilai tawar dan memperluas lapangan pekerjaan, terutama di Madura. ”Ini akan dijadikan suatu produk sebagai inkubator bisnis Poltera,” jelasnya.

Baca Juga :  KKCTBN 2018 Berlangsung Semarak

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/