alexametrics
25.6 C
Madura
Friday, July 1, 2022

Tertibkan Bali, Polisi Sita Sepeda Motor 300 Cc

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Komitmen Satlantas Polres Sampang menindak tegas pelaku balapan liar (bali) patut diapresiasi. Saat menertibkan bali di Jalan Raya Pangarengan Minggu malam (28/2), polisi menyita mobil dan sepeda motor yang sudah dimodifikasi. Kapasitas silinder sepeda motor yang semula 150 cc di-upgrade menjadi 300 cc.

Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sepeda motor modifikasi tersebut milik warga Kecamatan Blega, Bangkalan. Sepeda motor yang sudah dimodifikasi tersebut dipastikan bodong. Apalagi, tidak dilengkapi pelat nomor polisi (nopol) dan dokumen kendaraan. Sementara mobil nopol L 9452 AI disita karena mengangkut sepeda motor modifikasi 300 cc tersebut.

Kasatlantas Polres Sampang AKP Ayip Rizal mengatakan, akhir-akhir ini institusinya memang gencar melakukan operasi penertiban bali di wilayah Sampang. Hasilnya, ada puluhan kendaraan diamankan. Tapi, sebagian sudah dijemput pemilik setelah menunjukkan surat-surat kendaraan yang sah. ”Yang jemput harus membawa STNK dan BPKB,” katanya.

Baca Juga :  Rudapaksa Pelajar, Enam Remaja Tanggung di Sampang Ditangkap Polisi

Menurutnya, dari puluhan kendaraan yang disita, masih ada satu sepeda motor dan satu kendaraan roda empat yang disita. Sebab, mengubah spesifikasi pabrikan alias tidak sesuai standar. Misalnya, ukuran ban kecil, tidak dilengkapi lampu, tidak ada spion, kapasitas silinder dinaikkan. ”Benar-benar ekstrem, yang semula 150 cc diubah ke 300 cc,” ucap Ayip Rizal.

Dijelaskan, proses pengamanan sepeda motor ber-cc jumbo tersebut tidak mudah. Sebab, anggotanya harus menyamar dan berbaur dengan warga yang ada di sekitar lokasi bali. Setelah melakukan pengintaian, baru menertibkan bali. ”Kita pakai baju bebas dan berbaur dengan penonton bali. Setelah itu, baru kita sita kendaraannya,” terang Ayip Rizal.

Baca Juga :  Disperta Klaim Persediaan Pupuk Bersubsidi Aman

Mengenai mobil nopol L 9452 AI, Ayip Rizal mengungkapkan jika kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut sepeda motor modifikasi. Setelah diamati, interior mobil berwarna putih tersebut sudah dimodifikasi. Tujuannya, agar bisa mengangkut sepeda motor bodong tersebut. ”Di dalam mobil saya juga menemukan peralatan,” tutur mantan Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu.

Ayip Rizal menegaskan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan lanjutan usai menyita mobil dan sepeda motor modifikasi tersebut. Hasilnya, kendaraan itu dipastikan bodong. Sebab, nomor kerangka dan nomor mesin tidak sama. ”Kami sudah cek ke kantor samsat. Data yang ada di bodi kendaraan tidak sama dengan data yang ada di samsat. Nomor kerangkanya beda,” pungkasnya. (iqb)

 

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Komitmen Satlantas Polres Sampang menindak tegas pelaku balapan liar (bali) patut diapresiasi. Saat menertibkan bali di Jalan Raya Pangarengan Minggu malam (28/2), polisi menyita mobil dan sepeda motor yang sudah dimodifikasi. Kapasitas silinder sepeda motor yang semula 150 cc di-upgrade menjadi 300 cc.

Berdasar informasi yang diterima Jawa Pos Radar Madura (JPRM), sepeda motor modifikasi tersebut milik warga Kecamatan Blega, Bangkalan. Sepeda motor yang sudah dimodifikasi tersebut dipastikan bodong. Apalagi, tidak dilengkapi pelat nomor polisi (nopol) dan dokumen kendaraan. Sementara mobil nopol L 9452 AI disita karena mengangkut sepeda motor modifikasi 300 cc tersebut.

Kasatlantas Polres Sampang AKP Ayip Rizal mengatakan, akhir-akhir ini institusinya memang gencar melakukan operasi penertiban bali di wilayah Sampang. Hasilnya, ada puluhan kendaraan diamankan. Tapi, sebagian sudah dijemput pemilik setelah menunjukkan surat-surat kendaraan yang sah. ”Yang jemput harus membawa STNK dan BPKB,” katanya.

Baca Juga :  Sunarno: Siaga Selama Lima Hari

Menurutnya, dari puluhan kendaraan yang disita, masih ada satu sepeda motor dan satu kendaraan roda empat yang disita. Sebab, mengubah spesifikasi pabrikan alias tidak sesuai standar. Misalnya, ukuran ban kecil, tidak dilengkapi lampu, tidak ada spion, kapasitas silinder dinaikkan. ”Benar-benar ekstrem, yang semula 150 cc diubah ke 300 cc,” ucap Ayip Rizal.

Dijelaskan, proses pengamanan sepeda motor ber-cc jumbo tersebut tidak mudah. Sebab, anggotanya harus menyamar dan berbaur dengan warga yang ada di sekitar lokasi bali. Setelah melakukan pengintaian, baru menertibkan bali. ”Kita pakai baju bebas dan berbaur dengan penonton bali. Setelah itu, baru kita sita kendaraannya,” terang Ayip Rizal.

Baca Juga :  M. Jupri Riyadi: Disdik Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Mengenai mobil nopol L 9452 AI, Ayip Rizal mengungkapkan jika kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut sepeda motor modifikasi. Setelah diamati, interior mobil berwarna putih tersebut sudah dimodifikasi. Tujuannya, agar bisa mengangkut sepeda motor bodong tersebut. ”Di dalam mobil saya juga menemukan peralatan,” tutur mantan Kasatlantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak itu.

Ayip Rizal menegaskan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan lanjutan usai menyita mobil dan sepeda motor modifikasi tersebut. Hasilnya, kendaraan itu dipastikan bodong. Sebab, nomor kerangka dan nomor mesin tidak sama. ”Kami sudah cek ke kantor samsat. Data yang ada di bodi kendaraan tidak sama dengan data yang ada di samsat. Nomor kerangkanya beda,” pungkasnya. (iqb)

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Jangan Jadi Sarang Koruptor

Pamekasan Peringkat Keenam Termiskin

Artikel Terbaru

/