alexametrics
20.4 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Akan Patenkan Budaya Gumbak

SAMPANG – Madura kaya akan seni dan budaya. Namun seni dan budaya asli Madura mulai terkikis. Bahkan, ada yang hilang ditelan zaman. Agar tidak punah, budaya tradisional rokat gumbak di Sampang akan dipatenkan.

Kepala Disbudpar Sampang Aji Waluyo menyampaikan, riual rokat gumbak merupakan salah satu tradisi unik yang dilakukan masyarakat sejak dulu hingga sekarang. Budaya tradisional itu hanya ada di Sampang.

”Tahun ini kami mengurus legalitas budaya tradisional rokat gumbak untuk dipatenkan sebagai kesenian asli Sampang,” kata Aji Waluyo kemarin.

Dia menjelaskan, tradisi gumbak dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat sejak ratusan tahun silam. Tradisi itu hanya bisa ditemui di Desa Banjar, Kecamatan Kedungdung, Sampang, yang dilaksanakan tiap tahun pada 14 dan 17 Zulhijah.

Baca Juga :  Pemkab-Pemprov Mengaku Tak Punya Kewenangan Kelola Tanam Mangrove

”Gumbak adalah ritual penyucian senjata bersejarah yang disimpan di Masjid Banjar,” jelasnya.

Mematenkan budaya tradisional gumbak sebagai salah satu cara supaya tradisi itu tidak diklaim orang lain. Pelestarian budaya di Sampang belum maksimal. ”Secara bertahap, tempat bersejarah di Sampang akan kami patenkan menjadi cagar budaya yang harus dirawat dan dilindungi. Untuk sementara hanya kawasan Rato Ebuh yang sudah masuk cagar budaya,” tukasnya.

Rencana itu diapresiasi Wakil Ketua DPRD Sampang Fauzan Adima. Politikus Partai Gerindra itu meminta pemkab terus mencari dan mendata tempat dan barang bersejarah. Menurut dia, jika semua tempat yang memiliki nilai sejarah terdata dan ditangani dengan baik, akan mendongkrak sektor pariwisata.

Baca Juga :  Kemarau Panjang, Ratusan Hektar Tanaman Padi di Sampang Gagal Panen

”Situs bersejarah harus didata dan dijadikan sebagai cagar budaya yang harus dilindungi. Itu bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke Sampang,” paparnya.

Keinginan Sampang memiliki wisata desa akan tercapai lebih cepat. Menurut dia, banyak tempat bersejarah yang tidak masuk dalam daftar cagar budaya. ”Bentuk tim khusus untuk meneliti dan investigasi situs bersejarah di Sampang,” saran dia.

SAMPANG – Madura kaya akan seni dan budaya. Namun seni dan budaya asli Madura mulai terkikis. Bahkan, ada yang hilang ditelan zaman. Agar tidak punah, budaya tradisional rokat gumbak di Sampang akan dipatenkan.

Kepala Disbudpar Sampang Aji Waluyo menyampaikan, riual rokat gumbak merupakan salah satu tradisi unik yang dilakukan masyarakat sejak dulu hingga sekarang. Budaya tradisional itu hanya ada di Sampang.

”Tahun ini kami mengurus legalitas budaya tradisional rokat gumbak untuk dipatenkan sebagai kesenian asli Sampang,” kata Aji Waluyo kemarin.


Dia menjelaskan, tradisi gumbak dilakukan secara turun-temurun oleh masyarakat sejak ratusan tahun silam. Tradisi itu hanya bisa ditemui di Desa Banjar, Kecamatan Kedungdung, Sampang, yang dilaksanakan tiap tahun pada 14 dan 17 Zulhijah.

Baca Juga :  DPUPR Sampang Tinjau Rehabilitasi Jalan Pangongsean-Kramat

”Gumbak adalah ritual penyucian senjata bersejarah yang disimpan di Masjid Banjar,” jelasnya.

Mematenkan budaya tradisional gumbak sebagai salah satu cara supaya tradisi itu tidak diklaim orang lain. Pelestarian budaya di Sampang belum maksimal. ”Secara bertahap, tempat bersejarah di Sampang akan kami patenkan menjadi cagar budaya yang harus dirawat dan dilindungi. Untuk sementara hanya kawasan Rato Ebuh yang sudah masuk cagar budaya,” tukasnya.

Rencana itu diapresiasi Wakil Ketua DPRD Sampang Fauzan Adima. Politikus Partai Gerindra itu meminta pemkab terus mencari dan mendata tempat dan barang bersejarah. Menurut dia, jika semua tempat yang memiliki nilai sejarah terdata dan ditangani dengan baik, akan mendongkrak sektor pariwisata.

Baca Juga :  Gagalkan Bali, Polisi Siaga hingga Dini Hari

”Situs bersejarah harus didata dan dijadikan sebagai cagar budaya yang harus dilindungi. Itu bisa menarik minat wisatawan untuk datang ke Sampang,” paparnya.

Keinginan Sampang memiliki wisata desa akan tercapai lebih cepat. Menurut dia, banyak tempat bersejarah yang tidak masuk dalam daftar cagar budaya. ”Bentuk tim khusus untuk meneliti dan investigasi situs bersejarah di Sampang,” saran dia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/