alexametrics
21.5 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Bayar Retribusi, Pedagang Cukup Gesek ATM

SAMPANG – Karena pendapatan asli daetah (PAD) dari retribusi pasar tahun lalu baru 73,04 persen, Pemkab Sampang berencana menerapkan e-retribusi. Pedagang tinggal menggesek kartu ATM saat membayar retribusi.

Kepala Disperindag Sampang Wahyu Prihartono yang dikonfirmasi melalui Kabid Pengelolaan Pasar Sapta N. Ramlan membenarkan hal tersebut. “Tidak lagi secara tunai, melainkan menggunakan kartu ATM,” katanya.

Dijelaskan, nanti pedagang diwajibkan memiliki rekening dan akan dibuatkan kartu ATM.

“Kami akan mengutus staf yang bertugas memungut retribusi. Staf kami akan menyodorkan alat pembayaran dan pedagang tinggal swipe kartu ATM-nya,” jelasnya.

Sapta N. Ramlan berharap penerapan e-retribusi bisa menekan angka kebocoran PAD.

Baca Juga :  Jalan Penghubung Tiga Kecamatan Sampang Berantakan

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak bank. Karena pimpinan bank tersebut ada pergantian, kami akan memantapkan komunikasi awal,” janjinya.

Saat RadarMadura.id bertanya kapan program e-retribusi dimulai, Sapta N. Ramlan mengatakan tergantung pihak bank.

“Karena semua peralatan ada di bank. Sejauh ini, pihak bank belum melakukan pendataan pedagang,” ungkapnya.

Jika tidak ada perubahan, kata Sapta N Ramlan, pasar yang akan dijadikan percontohan dalam program e-retribusi adalah pasar rakyat Rongtengah yang terletak di Jalan Trunojoyo.

“Jika berhasil, kami akan menerapkan e-retribusi ke pasar-pasar yang lain,” tegasnya. (Moh. Iqbal)

SAMPANG – Karena pendapatan asli daetah (PAD) dari retribusi pasar tahun lalu baru 73,04 persen, Pemkab Sampang berencana menerapkan e-retribusi. Pedagang tinggal menggesek kartu ATM saat membayar retribusi.

Kepala Disperindag Sampang Wahyu Prihartono yang dikonfirmasi melalui Kabid Pengelolaan Pasar Sapta N. Ramlan membenarkan hal tersebut. “Tidak lagi secara tunai, melainkan menggunakan kartu ATM,” katanya.

Dijelaskan, nanti pedagang diwajibkan memiliki rekening dan akan dibuatkan kartu ATM.


“Kami akan mengutus staf yang bertugas memungut retribusi. Staf kami akan menyodorkan alat pembayaran dan pedagang tinggal swipe kartu ATM-nya,” jelasnya.

Sapta N. Ramlan berharap penerapan e-retribusi bisa menekan angka kebocoran PAD.

Baca Juga :  Nelayan Sampang Butuh Rambu Suar Apung

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak bank. Karena pimpinan bank tersebut ada pergantian, kami akan memantapkan komunikasi awal,” janjinya.

Saat RadarMadura.id bertanya kapan program e-retribusi dimulai, Sapta N. Ramlan mengatakan tergantung pihak bank.

“Karena semua peralatan ada di bank. Sejauh ini, pihak bank belum melakukan pendataan pedagang,” ungkapnya.

Jika tidak ada perubahan, kata Sapta N Ramlan, pasar yang akan dijadikan percontohan dalam program e-retribusi adalah pasar rakyat Rongtengah yang terletak di Jalan Trunojoyo.

“Jika berhasil, kami akan menerapkan e-retribusi ke pasar-pasar yang lain,” tegasnya. (Moh. Iqbal)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/