alexametrics
19 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Proyek Pengendali Banjir Pindah Lokasi

SAMPANG – Lokasi proyek pembangunan reservoir pengendali banjir Kali Kamoning Pandiyangan dipindah. Semula di Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, kemudian berpindah ke Desa Tragih. Dalam proses lelang sudah ada penetapan bahwa proyek tersebut berlokasi di Desa Pandiyangan.

Proyek tersebut dimenangkan CV Mila Utama Jaya dengan nilai kontrak Rp 1.109.952.000. Pagu anggaran proyek ini Rp 1,2 miliar dan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 1,2 miliar. Berpindahnya lokasi pengerjaan proyek mendapat reaksi keras dari wakil rakyat.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir mengatakan, kegiatan fisik yang sudah penetapan tidak bisa tiba-tiba berpindah lokasi. Apabila berpindah lokasi harus dilakukan perencanaan ulang. Selain itu, butuh waktu lama untuk memulai kembali perencanaan. Termasuk rencana anggaran biaya (RAB). Sebab, berpindah lokasi otomatis mengubah semua. ”Jadi ini perlu ditindak tegas karena dinas terkait juga tidak pernah berkoordinasi dengan komisi III,” jelasnya Selasa (3/10).

Pihaknya akan memanggil dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) dan melakukan sidak ke lokasi. Bahkan, dia menyebut proyek tersebut tidak dikerjakan karena waktunya mepet. ”Kalau dipaksa dikerjakan, ini menyalahi aturan,” terangnya.

Marjuki, 40, warga Desa Tragih, membenarkan lokasi pembangunan reservoir pengendali banjir berada di Desa Tragih. Lokasinya perbatasan antara Dusun Barak Songai, Desa Pandiyangan dan Dusun Baban, Desa Tragih. ”Posisi proyek berada di Dusun Baban, Desa Tragih,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dampak Luapan Air Sungai Kiriman dari Sampang

Kades Tragih Patlan juga membenarkan bahwa proyek tersebut terletak di perbatasan antara Desa Pandiyangan dan Desa Tragih. Separonya masuk Desa Tragih. Separonya lagi Desa Pandiyangan. Meski pembangunan masuk ke wilayah Desa Tragih, Patlan tidak terlalu mempermasalahkan. Yang penting, proyek tersebut dilaksanakan dengan baik dan benar. ”Kalau tidak dikerjakan dengan baik, karena proyek ini juga masuk Desa Tragih, takut saya ikut kena imbasnya,” ucapnya.

Menurut dia, Kades Pandiyangan Supandi selaku pelaksana proyek pembangunan reservoir pengendali banjir sudah berkoordinasi dengannya. Pihaknya diberi tahu setelah memasukkan barang ke lokasi. ”Intinya pamit ke saya karena proyek itu juga masuk Desa Tragih. Ya, yang penting dikerjakan dengan baik,” jelasnya.

Kabid Pengelolaan Sungai DPUPR Sampang Zaiful Muqaddas menyatakan, lokasi pembangunan reservoir tetap di Desa Pandiyangan. Menurut dia, hanya berpindah dusun saja. ”Hanya dusunnya yang berbeda. Tepatnya di Dusun Karang,” akunya.

Dia mengklaim, ada surat pernyataan dari Kades Pandiyangan bahwa lokasi saat ini masih masuk Desa Pandiyangan. Dari Google satelit dicek masih masuk Desa Pandiyangan. Kalau masuk Desa Tragih itu harus mengubah semua dan tidak akan bisa dilaksanakan.

Baca Juga :  Banjir, Aktivitas Warga Sampang Lumpuh

Zaiful mengaku, alasan warga menolak dibangun reservoir di lokasi lama, karena mereka menganggap akan terjadi luapan banjir baru. Pihaknya sudah mendapatkan tanda tangan warga atas penolakan tersebut. ”Kami bertindak cepat dan kami sudah melaporkan surat ke bupati. Memang harus dilakukan perubahan perencanaan, dan kami sudah melakukan itu,” katanya.

Dia mengaku sudah melakukan perencanaan ulang yang ditandatangani konsultan pengawas dan kontraktor. Selain itu, ada berita acara pemindahan lokasi. Karena itu, dapat dilaksanakan di lokasi baru.

Zaiful menambahkan, SPK proyek reservoir turun pada 23 Agustus lalu dan berakhir pada 23 Desember. Saat ini sudah ranah rekanan bersama pengawas untuk melakukan gambar ulang. Nantinya ditandatangani DPUPR. ”Hanya layout yang berubah. Gambar fisik, daya tampung, dan daya kendali banjir tetap sama dengan lokasi lama,” akunya.

Kades Pandiyangan Supandi mengklaim bahwa proyek tersebut tetap di desanya. ”Saya tidak berani ke Kades Tragih kalau dipindah ke Desa Tragih. Lokasi ada di Dusun Karang, Desa Pandiyangan,” jelasnya. 

SAMPANG – Lokasi proyek pembangunan reservoir pengendali banjir Kali Kamoning Pandiyangan dipindah. Semula di Desa Pandiyangan, Kecamatan Robatal, kemudian berpindah ke Desa Tragih. Dalam proses lelang sudah ada penetapan bahwa proyek tersebut berlokasi di Desa Pandiyangan.

Proyek tersebut dimenangkan CV Mila Utama Jaya dengan nilai kontrak Rp 1.109.952.000. Pagu anggaran proyek ini Rp 1,2 miliar dan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 1,2 miliar. Berpindahnya lokasi pengerjaan proyek mendapat reaksi keras dari wakil rakyat.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir mengatakan, kegiatan fisik yang sudah penetapan tidak bisa tiba-tiba berpindah lokasi. Apabila berpindah lokasi harus dilakukan perencanaan ulang. Selain itu, butuh waktu lama untuk memulai kembali perencanaan. Termasuk rencana anggaran biaya (RAB). Sebab, berpindah lokasi otomatis mengubah semua. ”Jadi ini perlu ditindak tegas karena dinas terkait juga tidak pernah berkoordinasi dengan komisi III,” jelasnya Selasa (3/10).


Pihaknya akan memanggil dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (DPUPR) dan melakukan sidak ke lokasi. Bahkan, dia menyebut proyek tersebut tidak dikerjakan karena waktunya mepet. ”Kalau dipaksa dikerjakan, ini menyalahi aturan,” terangnya.

Marjuki, 40, warga Desa Tragih, membenarkan lokasi pembangunan reservoir pengendali banjir berada di Desa Tragih. Lokasinya perbatasan antara Dusun Barak Songai, Desa Pandiyangan dan Dusun Baban, Desa Tragih. ”Posisi proyek berada di Dusun Baban, Desa Tragih,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pembangunan Sodetan Harus Libatkan Masyarakat

Kades Tragih Patlan juga membenarkan bahwa proyek tersebut terletak di perbatasan antara Desa Pandiyangan dan Desa Tragih. Separonya masuk Desa Tragih. Separonya lagi Desa Pandiyangan. Meski pembangunan masuk ke wilayah Desa Tragih, Patlan tidak terlalu mempermasalahkan. Yang penting, proyek tersebut dilaksanakan dengan baik dan benar. ”Kalau tidak dikerjakan dengan baik, karena proyek ini juga masuk Desa Tragih, takut saya ikut kena imbasnya,” ucapnya.

Menurut dia, Kades Pandiyangan Supandi selaku pelaksana proyek pembangunan reservoir pengendali banjir sudah berkoordinasi dengannya. Pihaknya diberi tahu setelah memasukkan barang ke lokasi. ”Intinya pamit ke saya karena proyek itu juga masuk Desa Tragih. Ya, yang penting dikerjakan dengan baik,” jelasnya.

Kabid Pengelolaan Sungai DPUPR Sampang Zaiful Muqaddas menyatakan, lokasi pembangunan reservoir tetap di Desa Pandiyangan. Menurut dia, hanya berpindah dusun saja. ”Hanya dusunnya yang berbeda. Tepatnya di Dusun Karang,” akunya.

Dia mengklaim, ada surat pernyataan dari Kades Pandiyangan bahwa lokasi saat ini masih masuk Desa Pandiyangan. Dari Google satelit dicek masih masuk Desa Pandiyangan. Kalau masuk Desa Tragih itu harus mengubah semua dan tidak akan bisa dilaksanakan.

Baca Juga :  Bupati Sidak Lima Pompa Banjir

Zaiful mengaku, alasan warga menolak dibangun reservoir di lokasi lama, karena mereka menganggap akan terjadi luapan banjir baru. Pihaknya sudah mendapatkan tanda tangan warga atas penolakan tersebut. ”Kami bertindak cepat dan kami sudah melaporkan surat ke bupati. Memang harus dilakukan perubahan perencanaan, dan kami sudah melakukan itu,” katanya.

Dia mengaku sudah melakukan perencanaan ulang yang ditandatangani konsultan pengawas dan kontraktor. Selain itu, ada berita acara pemindahan lokasi. Karena itu, dapat dilaksanakan di lokasi baru.

Zaiful menambahkan, SPK proyek reservoir turun pada 23 Agustus lalu dan berakhir pada 23 Desember. Saat ini sudah ranah rekanan bersama pengawas untuk melakukan gambar ulang. Nantinya ditandatangani DPUPR. ”Hanya layout yang berubah. Gambar fisik, daya tampung, dan daya kendali banjir tetap sama dengan lokasi lama,” akunya.

Kades Pandiyangan Supandi mengklaim bahwa proyek tersebut tetap di desanya. ”Saya tidak berani ke Kades Tragih kalau dipindah ke Desa Tragih. Lokasi ada di Dusun Karang, Desa Pandiyangan,” jelasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Kapal Layar Keramat Jati Tenggelam

PT Garam Gelar Diskusi Bersama Wartawan

Artikel Terbaru

/