alexametrics
27.9 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Hasil Penyelidikan Polisi terkait Kasus Penipuan Online

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Hingga kini kasus penipuan online dengan modus memanfaatkan media sosial (medsos) belum juga terungkap. Konon, salah satu alasan Polres Sampang belum berhasil mengungkap kasus tersebut karena lokasi pemilik rekening bank di luar Jawa. Termasuk, harus koordinasi dengan lintas instansi karena berkaitan dengan data nasabah bank.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Daryanto menuturkan, selama ini institusinya sudah menelusuri keberadaan pemilik rekening bank yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penipuan. Hanya, pemilik rekening bank berada di luar Jawa. Hal itu menjadi salah satu penghambat anggota dalam melakukan penyelidikan. ”Lokasinya kan jauh-jauh, salah satunya di Sulawesi,” ucapnya.

            Menurut dia, kendala lain yang dihadapi polisi adalah proses penggalian informasi ke perbankan terkait kepemilikan rekening bank. Sebab, harus melakukan koordinasi dengan instansi lain. Sebab, yang akan ditelusuri adalah data nasabah bank. ”Koordinasi dengan pihak perbankan juga tidak mudah. Tapi, akan tetap saya usahakan dan pasti bisa,” janji Daryanto.

Baca Juga :  Tuding Tata Kelola Pasar Kedungdung Amburadul

            Daryanto menuturkan, modus yang dilakukan pelaku terbilang cukup cerdik. Sebab, mereka beraksi layaknya seorang hacker untuk membobol Facebook dan juga WhatsApp calon korbannya. Kemudian, menghubungi calon korbannya dengan dalih membutuhkan uang dan minta segera ditransfer.

            ”Korbannya tidak sadar sedang ditipu. Sebab, menganggap yang meminta uang adalah kerabat atau teman dekat. Saya berharap masyarakat jangan gampang mentransfer uang kepada orang yang mengaku-ngaku kerabat atau teman dekat,” tuturnya.

            Daryanto berjanji dalam waktu dekat akan segera mengungkap kasus tersebut. Termasuk menyeret pelaku ke penjara. ”Saat ini anggota terus bekerja mengumpulkan keterangan dan fakta-fakta. Yang jelas, di catatan kami ada tujuh laporan kasus penipuan online,” pungkasnya. (iqb)

Baca Juga :  Motor Pedagang Hilang, Polisi Sigap Ganti

 

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Hingga kini kasus penipuan online dengan modus memanfaatkan media sosial (medsos) belum juga terungkap. Konon, salah satu alasan Polres Sampang belum berhasil mengungkap kasus tersebut karena lokasi pemilik rekening bank di luar Jawa. Termasuk, harus koordinasi dengan lintas instansi karena berkaitan dengan data nasabah bank.

Kasatreskrim Polres Sampang AKP Daryanto menuturkan, selama ini institusinya sudah menelusuri keberadaan pemilik rekening bank yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penipuan. Hanya, pemilik rekening bank berada di luar Jawa. Hal itu menjadi salah satu penghambat anggota dalam melakukan penyelidikan. ”Lokasinya kan jauh-jauh, salah satunya di Sulawesi,” ucapnya.

            Menurut dia, kendala lain yang dihadapi polisi adalah proses penggalian informasi ke perbankan terkait kepemilikan rekening bank. Sebab, harus melakukan koordinasi dengan instansi lain. Sebab, yang akan ditelusuri adalah data nasabah bank. ”Koordinasi dengan pihak perbankan juga tidak mudah. Tapi, akan tetap saya usahakan dan pasti bisa,” janji Daryanto.

Baca Juga :  Polisi Amankan Dua Pria, Diduga Terlibat dalam Kasus Pembakaran R

            Daryanto menuturkan, modus yang dilakukan pelaku terbilang cukup cerdik. Sebab, mereka beraksi layaknya seorang hacker untuk membobol Facebook dan juga WhatsApp calon korbannya. Kemudian, menghubungi calon korbannya dengan dalih membutuhkan uang dan minta segera ditransfer.

            ”Korbannya tidak sadar sedang ditipu. Sebab, menganggap yang meminta uang adalah kerabat atau teman dekat. Saya berharap masyarakat jangan gampang mentransfer uang kepada orang yang mengaku-ngaku kerabat atau teman dekat,” tuturnya.

            Daryanto berjanji dalam waktu dekat akan segera mengungkap kasus tersebut. Termasuk menyeret pelaku ke penjara. ”Saat ini anggota terus bekerja mengumpulkan keterangan dan fakta-fakta. Yang jelas, di catatan kami ada tujuh laporan kasus penipuan online,” pungkasnya. (iqb)

Baca Juga :  Dua Pekan, Polisi Tilang 3.191 Pengendara

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/