alexametrics
28.9 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Pipa PDAM Hambat Pengerjaan Proyek Nasional

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pemeliharaan jalan dan jembatan Tanjungbumi–Pamekasan–Sumenep sedang digarap. PT Amin Jaya Karya Abadi selaku pelaksana mengeluhkan pipa PDAM. Pipa itu mengganggu pengerjaan proyek nasional tersebut karena terlalu dangkal.

Proyek preservasi jalan dan jembatan itu merupakan program Kemen PUPR melalui Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Jatim. Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp 42.013.536.000 dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 42.005.770.500. PT Amin Jaya Karya Abadi jadi pemenang dengan harga terkoreksi Rp 30.140.689.200. Pekerjaan harus rampung akhir Desember 2022.

Direktur Teknik PT Amin Jaya Karya Abadi Ripkianto mengatakan, ada beberapa item pekerjaan dalam program fisik itu. Di antaranya, pelebaran dan pengaspalan jalan, galian pembuatan saluran, pembuatan dinding penahan tanah, pemasangan u-ditch, dan pemeliharaan jembatan.

Pelebaran dan pengasaplan jalan sepanjang lebih kurang 9,5 kilometer. Lebar jalan yang semula 4 meter hingga 5,6 meter dilebarkan menjadi 7 meter. Pengerjaan dilakukan di titik-titik tertentu. Mengutamakan jalan yang rusak parah.

Progres pengerjaan mencapai 48 persen. Namun, saat dilakukan penggalian untuk pembuatan saluran di Kecamatan Ketapang, Sampang, terdapat pipa PDAM yang ditanam sangat dangkal.

Baca Juga :  Progres Proyek Rp 17,6 M Baru 36 Persen

Seharusnya pipa tersebut ditanam minimal dengan kedalaman 1,5 meter. Namun, di lapangan hanya sekitar 50 sentimeter. Pemasangan pipa itu dilakukan pada 2013.

Kendati ada kendala, pihaknya terus menggarap proyek agar sesuai skedul dan rampung tepat waktu. Juga telah berkoordinasi dengan Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Jatim.

Ripkianto meminta PDAM segera melakukan perbaikan. Sehingga, pengerjaan proyek bisa berjalan lancar kembali. ”Mudah-mudahan PDAM cepat turun tangan untuk memperbaiki,” harapnya.

Koordinator Inspektor Konsultan Pengawas Didik Eko tidak berkenan mengomentari pipa PDAM itu karena bukan menjadi wewenangnya. Dia hanya melakukan pengawasan beberapa item pekerjaan PT Amin Jaya Karya Abadi. Sejauh ini progres sesuai jadwal dan ketentuan. ”Hasil pekerjaan bagus,” ucapnya.

Candra selaku PPK proyek preservasi jalan dan jembatan Tanjungbumi–Pamekasan–Sumenep sudah mengetahui kendala pipa PDAM. Pihaknya memberitahukan pimpinannya agar cepat teratasi. ”Sudah kami laporkan,” katanya.

Asisten Pelaksanaan Satker PJN Wilayah III Jatim Fared Marianto bersama PPK, konsultan pengawas, dan rekanan langsung turun ke lapangan. Dia juga berkoordinasi dengan PDAM agar mengubur pipa lebih dalam.

Baca Juga :  Pipa PDAM Ditabrak, Distribusi Air Tersendat

Fared menerangkan, beberapa item pekerjaan PT Amin Jaya Karya Abadi sesuai rencana anggaran biaya (RAB) dan spesifikasi teknik. Progres pengerjaan juga sesuai jadwal. ”Alhamdulillah, hasilnya memuaskan,” ucapnya.

Direktur PDAM Trunojoyo Sampang Dani Darmawan enggan memberikan komentar terkait pipa yang ditanam tidak sesuai ketentuan. Dia mengaku sedang mengikuti pelatihan asesor di Malang. ”Kalau butuh informasi, untuk sementara bisa ke humas PDAM ya,” saran Dani.

Hubungan Pelanggan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin mengatakan, dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (DPRKP) dulu menjadi satker pemasangan pipa. PDAM hanya penerima manfaat.

Meski mengganggu proyek nasional, PDAM tidak bisa memperdalam pipa di Kecamatan Ketapang itu. Yazid beralasan, tidak ada anggaran untuk itu. Dia hanya berjanji akan berkoordinasi dengan DPRKP.

Kepala DPRKP Sampang Moh. Zis mengatakan, pipa itu sudah lama terpasang. Proyek tersebut bukan programnya. Pemasangan pipa dulu dilakukan pemerintah pusat. ”Lebih jelasnya kami tanyakan dulu ke bidangnya,” katanya. (bam/luq)

SAMPANG, Jawa Pos Radar Madura – Pemeliharaan jalan dan jembatan Tanjungbumi–Pamekasan–Sumenep sedang digarap. PT Amin Jaya Karya Abadi selaku pelaksana mengeluhkan pipa PDAM. Pipa itu mengganggu pengerjaan proyek nasional tersebut karena terlalu dangkal.

Proyek preservasi jalan dan jembatan itu merupakan program Kemen PUPR melalui Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Jatim. Pemerintah menggelontorkan anggaran Rp 42.013.536.000 dengan harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 42.005.770.500. PT Amin Jaya Karya Abadi jadi pemenang dengan harga terkoreksi Rp 30.140.689.200. Pekerjaan harus rampung akhir Desember 2022.

Direktur Teknik PT Amin Jaya Karya Abadi Ripkianto mengatakan, ada beberapa item pekerjaan dalam program fisik itu. Di antaranya, pelebaran dan pengaspalan jalan, galian pembuatan saluran, pembuatan dinding penahan tanah, pemasangan u-ditch, dan pemeliharaan jembatan.


Pelebaran dan pengasaplan jalan sepanjang lebih kurang 9,5 kilometer. Lebar jalan yang semula 4 meter hingga 5,6 meter dilebarkan menjadi 7 meter. Pengerjaan dilakukan di titik-titik tertentu. Mengutamakan jalan yang rusak parah.

Progres pengerjaan mencapai 48 persen. Namun, saat dilakukan penggalian untuk pembuatan saluran di Kecamatan Ketapang, Sampang, terdapat pipa PDAM yang ditanam sangat dangkal.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Ertiga Masuk Jurang

Seharusnya pipa tersebut ditanam minimal dengan kedalaman 1,5 meter. Namun, di lapangan hanya sekitar 50 sentimeter. Pemasangan pipa itu dilakukan pada 2013.

Kendati ada kendala, pihaknya terus menggarap proyek agar sesuai skedul dan rampung tepat waktu. Juga telah berkoordinasi dengan Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah III Jatim.

Ripkianto meminta PDAM segera melakukan perbaikan. Sehingga, pengerjaan proyek bisa berjalan lancar kembali. ”Mudah-mudahan PDAM cepat turun tangan untuk memperbaiki,” harapnya.

Koordinator Inspektor Konsultan Pengawas Didik Eko tidak berkenan mengomentari pipa PDAM itu karena bukan menjadi wewenangnya. Dia hanya melakukan pengawasan beberapa item pekerjaan PT Amin Jaya Karya Abadi. Sejauh ini progres sesuai jadwal dan ketentuan. ”Hasil pekerjaan bagus,” ucapnya.

Candra selaku PPK proyek preservasi jalan dan jembatan Tanjungbumi–Pamekasan–Sumenep sudah mengetahui kendala pipa PDAM. Pihaknya memberitahukan pimpinannya agar cepat teratasi. ”Sudah kami laporkan,” katanya.

Asisten Pelaksanaan Satker PJN Wilayah III Jatim Fared Marianto bersama PPK, konsultan pengawas, dan rekanan langsung turun ke lapangan. Dia juga berkoordinasi dengan PDAM agar mengubur pipa lebih dalam.

Baca Juga :  Progres Proyek Rp 17,6 M Baru 36 Persen

Fared menerangkan, beberapa item pekerjaan PT Amin Jaya Karya Abadi sesuai rencana anggaran biaya (RAB) dan spesifikasi teknik. Progres pengerjaan juga sesuai jadwal. ”Alhamdulillah, hasilnya memuaskan,” ucapnya.

Direktur PDAM Trunojoyo Sampang Dani Darmawan enggan memberikan komentar terkait pipa yang ditanam tidak sesuai ketentuan. Dia mengaku sedang mengikuti pelatihan asesor di Malang. ”Kalau butuh informasi, untuk sementara bisa ke humas PDAM ya,” saran Dani.

Hubungan Pelanggan (Hublang) PDAM Trunojoyo Sampang Yazid Solihin mengatakan, dinas perumahan rakyat dan kawasan permukiman (DPRKP) dulu menjadi satker pemasangan pipa. PDAM hanya penerima manfaat.

Meski mengganggu proyek nasional, PDAM tidak bisa memperdalam pipa di Kecamatan Ketapang itu. Yazid beralasan, tidak ada anggaran untuk itu. Dia hanya berjanji akan berkoordinasi dengan DPRKP.

Kepala DPRKP Sampang Moh. Zis mengatakan, pipa itu sudah lama terpasang. Proyek tersebut bukan programnya. Pemasangan pipa dulu dilakukan pemerintah pusat. ”Lebih jelasnya kami tanyakan dulu ke bidangnya,” katanya. (bam/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/