alexametrics
20.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pemudik Nyekar ke Makam Leluhur, Penjual Kembang Kecipratan Rezeki

SAMPANG – Bagi warga dan pemudik, nyekar ke makam leluhur hal yang tidak bisa ditinggalkan. Biasanya, dilakukan di penghujung Ramadan atau lebaran. Momentum itu, tentunya menguntungkan para penjual kembang.

Mbah Sami, salah satu penjual kembang di Pasar Sore Deg-gedeg menuturkan, dagangannya laris jelang lebaran. “Satu paket kembang saya jual Rp 2.000. Tapi, pembeli kadang minta kembangnya ditambah menjadi Rp 5.000,” ujarnya.

Menurut Mbah Sami, jelang lebaran dirinya sengaja menambah stok dagangan. “Sebab, permintaan meningkat dan sering kekurangan. Saat nyekar ke kuburan, ritual tabur bunga itu menjadi keharusan,” imbuhnya.

Wanita paro baya asal Kecamatan Omben itu mengungkapkan, permintaan kembang meningkat sejak H-3 lebaran. Kondisi itu, biasanya berlangsung sampai Tellasan Topa’. Sebab, pemudik banyak ziarah ke makam leluhur.

Baca Juga :  Wisata Pantai Selatan tanpa Grand Design

“Momen seperti ini menguntungkan saya. Biasanya, pendapatan saya berkisar Rp 30.000 sampai Rp 60.000. Tapi kalau sekarang, bisa mencapai Rp 300.000,” papar wanita berusia 66 tahun itu. (Achmad Hamdi)

- Advertisement -

SAMPANG – Bagi warga dan pemudik, nyekar ke makam leluhur hal yang tidak bisa ditinggalkan. Biasanya, dilakukan di penghujung Ramadan atau lebaran. Momentum itu, tentunya menguntungkan para penjual kembang.

Mbah Sami, salah satu penjual kembang di Pasar Sore Deg-gedeg menuturkan, dagangannya laris jelang lebaran. “Satu paket kembang saya jual Rp 2.000. Tapi, pembeli kadang minta kembangnya ditambah menjadi Rp 5.000,” ujarnya.

Menurut Mbah Sami, jelang lebaran dirinya sengaja menambah stok dagangan. “Sebab, permintaan meningkat dan sering kekurangan. Saat nyekar ke kuburan, ritual tabur bunga itu menjadi keharusan,” imbuhnya.


Wanita paro baya asal Kecamatan Omben itu mengungkapkan, permintaan kembang meningkat sejak H-3 lebaran. Kondisi itu, biasanya berlangsung sampai Tellasan Topa’. Sebab, pemudik banyak ziarah ke makam leluhur.

Baca Juga :  Angka Pengangguran Masih Tinggi

“Momen seperti ini menguntungkan saya. Biasanya, pendapatan saya berkisar Rp 30.000 sampai Rp 60.000. Tapi kalau sekarang, bisa mencapai Rp 300.000,” papar wanita berusia 66 tahun itu. (Achmad Hamdi)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/