alexametrics
21.5 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Sopir Ngantuk, Dua Pengendara Tewas Diseruduk Truk

SAMPANG – Nasib tragis menimpa Ainur Rofiq, 28, dan Lesti, 4, Minggu (3/6) sekitar pukul 05.40. Warga Jalan Kenanga, Kelurahan Dalpenang ini tewas setelah ditabrak truk di Jalan Panglima Sudirman Kota Sampang.

Musibah itu berawal saat truk dengan nomor polisi (nopol) M 8723 UN yang dikemudikan Sarnawi Adi Tia, 26, warga Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, melaju dari arah barat di Jalan Panglima Sudirman. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP)  truk tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak pohon dan trotoar.

Truk kemudian menghantam sepeda motor Honda Supra 125 nopol M 6439 NC di depannya yang dikendarai Ainur Rofiq, Lesti, 4, dan Mislaha, 45. Akibat kecelakaan tersebut, dua pengendara meninggal dunia. Sementara Mislaha hanya mengalami luka ringan.

Baca Juga :  Jualan Narkoba di Desanya, Warga Sumenep Disergap Polisi

Kasatlantas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar menegaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena sopir truk mengantuk. Akibatnya, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan menabrak pemotor.

Polisi bersama warga langsung mengevakuasi korban ke RSUD Mohammad Zyn untuk mendapat perawatan medis.  Sayangnya,  nyawa dua pengendara sepeda motor yang mengalami luka berat itu tak tertolong dan meninggal dunia.

”Berdasarkan olah TKP, kecelakaan terjadi akibat sopir tertidur dan tak bisa mengendalikan kendaraannya,” ungkap Musa.

Pihaknya sudah mengamankan sopir beserta dua kendaraan yang terlibat laka lantas, yaitu truk dan sepeda motor di Kantor Laka Lantas Polres Sampang. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 30 juta.

”Truk posisinya dalam kecepatan tinggi, lalu sopirnya tertidur, begini kalau mengantuk tidak istirahat,” katanya.

Baca Juga :  Polres Sumenep Tahan Subiyakto, Pengacara Siapkan Surat Penangguhan

Musa mengimbau pengendara agar istirahat jika lelah atau mengantuk saat berkendara. Bahkan, dilarang melanjutkan perjalanan jika mengantuk.

”Jika mengantuk, berhenti dan istirahat. Jangan memaksa untuk melanjutkan perjalanan. Karena itu membahayakan keselamatan diri dan pengguna jalan yang lain,” imbaunya.

 

 

 

SAMPANG – Nasib tragis menimpa Ainur Rofiq, 28, dan Lesti, 4, Minggu (3/6) sekitar pukul 05.40. Warga Jalan Kenanga, Kelurahan Dalpenang ini tewas setelah ditabrak truk di Jalan Panglima Sudirman Kota Sampang.

Musibah itu berawal saat truk dengan nomor polisi (nopol) M 8723 UN yang dikemudikan Sarnawi Adi Tia, 26, warga Desa Gunung Kesan, Kecamatan Karang Penang, melaju dari arah barat di Jalan Panglima Sudirman. Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP)  truk tiba-tiba oleng ke kiri dan menabrak pohon dan trotoar.

Truk kemudian menghantam sepeda motor Honda Supra 125 nopol M 6439 NC di depannya yang dikendarai Ainur Rofiq, Lesti, 4, dan Mislaha, 45. Akibat kecelakaan tersebut, dua pengendara meninggal dunia. Sementara Mislaha hanya mengalami luka ringan.

Baca Juga :  Senjata Kasus Penembakan Ibnu Hajar Mirip Punya Polisi

Kasatlantas Polres Sampang AKP Musa Bakhtiar menegaskan bahwa kecelakaan tersebut terjadi karena sopir truk mengantuk. Akibatnya, sopir truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya dan menabrak pemotor.

Polisi bersama warga langsung mengevakuasi korban ke RSUD Mohammad Zyn untuk mendapat perawatan medis.  Sayangnya,  nyawa dua pengendara sepeda motor yang mengalami luka berat itu tak tertolong dan meninggal dunia.

”Berdasarkan olah TKP, kecelakaan terjadi akibat sopir tertidur dan tak bisa mengendalikan kendaraannya,” ungkap Musa.

Pihaknya sudah mengamankan sopir beserta dua kendaraan yang terlibat laka lantas, yaitu truk dan sepeda motor di Kantor Laka Lantas Polres Sampang. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 30 juta.

”Truk posisinya dalam kecepatan tinggi, lalu sopirnya tertidur, begini kalau mengantuk tidak istirahat,” katanya.

Baca Juga :  Bakal Lakukan Gelar Perkara, 16 Kades Penuhi Panggilan Polres

Musa mengimbau pengendara agar istirahat jika lelah atau mengantuk saat berkendara. Bahkan, dilarang melanjutkan perjalanan jika mengantuk.

”Jika mengantuk, berhenti dan istirahat. Jangan memaksa untuk melanjutkan perjalanan. Karena itu membahayakan keselamatan diri dan pengguna jalan yang lain,” imbaunya.

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/