alexametrics
21.1 C
Madura
Friday, August 12, 2022

Empat Proyek Pompa Banjir Tak Kunjung Dikerjakan

SAMPANG – Tahun ini ada empat dari lima paket proyek pompa banjir yang dilelang ulang. Penyebabnya, empat paket proyek tersebut tidak bisa diselesaikan tepat waktu oleh rekanan pelaksana pada 2017.

Satu paket proyek yang diselesaikan tepat waktu yaitu pembangunan pompa banjir di Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang, Kota Sampang (Pompa Jagalan). Proyek senilai Rp 7,9 miliar itu dikerjakan PT Gala Karya beralamat di Jalan Jaksa Agung Suprapto IV Nomor 98, Gresik.

Sementara proyek pompa banjir di Jalan Bahagia (Pompa Jrangon) dan di Kampung Kajuk (Pompa Kajuk) senilai Rp 14,3 miliar tidak bisa selesai tepat waktu. Hal yang sama terjadi pada proyek pompa banjir di Jalan Delima (Pompa Pandian) senilai Rp 7,6 miliar. Tiga paket proyek itu dikerjakan PT Indopenta Bumi Permai beralamat di Jalan Jambangan Persada Nomor 9A, Surabaya.

Baca Juga :  Minta DPRD Sampang Awasi Proyek

Satu lagi, berdasarkan situs resmi LPSE.Jatimprov.go.id, proyek pompa banjir di Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang (Pompa Dag Bukor) juga tidak selesai. Nilai kontrak proyek tersebut Rp 18,6 miliar dilaksanakan PT Ganesha Jaya beralamat di Jalan Dukuh Kupang Timur XI/42, Surabaya.

Hingga kemarin, kelanjutan empat proyek pompa banjir tersebut belum ada kejelasan. Padahal sudah disediakan pagu anggaran Rp 4 miliar. Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir pesimistis proyek yang tak bisa diselesaikan tepat waktu itu akan terlaksana dengan baik.

Dia menyebut empat paket proyek yang dilelang ulang itu terancam amburadul. ”Sampai sekarang tak ada tanda-tanda akan dikerjakan,” katanya. Nasir mengaku kecewa terhadap dinas di Sampang yang terkesan abai.

Menurut dia, meski proyek itu menggunakan anggaran pemerintah provinsi, tetap harus mendapat pengawasan dari Pemkab Sampang. ”Lokasinya di Sampang, pakai dana provinsi. Mestinya ada pengawasan dari pemkab,” ujarnya.

Baca Juga :  SMAN 1 Sampang Pacu Semangat Menulis Siswa

Kasi Operasional Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Jawa Timur di Pamekasan Adi Susilo menegaskan, lelang ulang empat proyek pembangunan pompa banjir di Sampang sudah selesai. Menurut dia, pagu yang disediakan Rp 4 miliar.

Dia mengatakan, pelaksana proyek lanjutan pompa banjir yaitu PT Ganesha Jaya dan PT Rukun, KSO. Mestinya proyek tersebut sudah dikerjakan karena surat perintah kerja telah turun. ”Kami akan berkoordinasi lebih lanjut. Mestinya sudah dikerjakan,” ujar dia.

Adi Susilo menyatakan, pengawasan pengerjaan proyek pompa banjir akan diperketat. Pihaknya ingin pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan yang sudah ada dalam kontrak. ”Kami akan perketat pengawasan. Kami tidak ingin proyek itu ada masalah lagi,” pungkasnya.

SAMPANG – Tahun ini ada empat dari lima paket proyek pompa banjir yang dilelang ulang. Penyebabnya, empat paket proyek tersebut tidak bisa diselesaikan tepat waktu oleh rekanan pelaksana pada 2017.

Satu paket proyek yang diselesaikan tepat waktu yaitu pembangunan pompa banjir di Jalan Teratai, Kelurahan Dalpenang, Kota Sampang (Pompa Jagalan). Proyek senilai Rp 7,9 miliar itu dikerjakan PT Gala Karya beralamat di Jalan Jaksa Agung Suprapto IV Nomor 98, Gresik.

Sementara proyek pompa banjir di Jalan Bahagia (Pompa Jrangon) dan di Kampung Kajuk (Pompa Kajuk) senilai Rp 14,3 miliar tidak bisa selesai tepat waktu. Hal yang sama terjadi pada proyek pompa banjir di Jalan Delima (Pompa Pandian) senilai Rp 7,6 miliar. Tiga paket proyek itu dikerjakan PT Indopenta Bumi Permai beralamat di Jalan Jambangan Persada Nomor 9A, Surabaya.

Baca Juga :  Disporabudpar Gelar Gerak Jalan

Satu lagi, berdasarkan situs resmi LPSE.Jatimprov.go.id, proyek pompa banjir di Desa Panggung, Kecamatan Kota Sampang (Pompa Dag Bukor) juga tidak selesai. Nilai kontrak proyek tersebut Rp 18,6 miliar dilaksanakan PT Ganesha Jaya beralamat di Jalan Dukuh Kupang Timur XI/42, Surabaya.

Hingga kemarin, kelanjutan empat proyek pompa banjir tersebut belum ada kejelasan. Padahal sudah disediakan pagu anggaran Rp 4 miliar. Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir pesimistis proyek yang tak bisa diselesaikan tepat waktu itu akan terlaksana dengan baik.

Dia menyebut empat paket proyek yang dilelang ulang itu terancam amburadul. ”Sampai sekarang tak ada tanda-tanda akan dikerjakan,” katanya. Nasir mengaku kecewa terhadap dinas di Sampang yang terkesan abai.

Menurut dia, meski proyek itu menggunakan anggaran pemerintah provinsi, tetap harus mendapat pengawasan dari Pemkab Sampang. ”Lokasinya di Sampang, pakai dana provinsi. Mestinya ada pengawasan dari pemkab,” ujarnya.

Baca Juga :  Pembangunan Kantor DPRD Pamekasan Gagal

Kasi Operasional Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Jawa Timur di Pamekasan Adi Susilo menegaskan, lelang ulang empat proyek pembangunan pompa banjir di Sampang sudah selesai. Menurut dia, pagu yang disediakan Rp 4 miliar.

Dia mengatakan, pelaksana proyek lanjutan pompa banjir yaitu PT Ganesha Jaya dan PT Rukun, KSO. Mestinya proyek tersebut sudah dikerjakan karena surat perintah kerja telah turun. ”Kami akan berkoordinasi lebih lanjut. Mestinya sudah dikerjakan,” ujar dia.

Adi Susilo menyatakan, pengawasan pengerjaan proyek pompa banjir akan diperketat. Pihaknya ingin pelaksanaan pekerjaan sesuai ketentuan yang sudah ada dalam kontrak. ”Kami akan perketat pengawasan. Kami tidak ingin proyek itu ada masalah lagi,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/