alexametrics
19 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

113 Bidan Desa Dilantik Menjadi PNS

SAMPANG – Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Sampang menggelar prosesi penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan bidan PTT menjadi PNS Kamis (3/5). Sebanyak 113 CPNS diangkat menjadi PNS setelah mengikuti prajabatan pada September 2017. Penyerahan SK PNS dilakukan langsung oleh Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto.

Pj bupati menandatangani SK PNS dan menyerahkannya kepada bidan. Mereka yang diangkat menjadi PNS merupakan bidan desa PTT yang diangkat sebagai CPNS pada 1 April 2017. Setelah lulus mengikuti seleksi prajabatan, mereka diangkat menjadi PNS dengan SK tertanggal 1 April 2018.

Semua yang diangkat menjadi PNS merupakan bidan desa. Mereka ditugaskan di tempat awal. Rata-rata pengabdian mereka sebagai bidan PTT di desa mencapai 10–15 tahun. Kepala BKPSDM Sampang Slamet Terbang mengatakan, bidan yang diangkat menjadi PNS merupakan hasil seleksi CPNS formasi 2017.

Baca Juga :  Hasil BPHTB Sebesar 20 Persen Dibagi-bagi Kepada Pejabat Sampang

Ada empat bidan yang tidak memenuhi syarat dalam pengangkatan PNS. Salah satunya, umur melebihi ketentuan. Yang diangkat hanya 113 bidan PTT. Namun, dari 113 CPNS, hanya 112 PNS yang mengikuti prosesi penyerahan SK. Sebab, ada satu orang yang meninggal pada 24 April 2018.

”Kami berharap, mereka profesional melayani masyarakat. Dengan pengangkatan sebagai PNS ini, mereka harus lebih termotivasi memberikan pelayanan terbaik,” pintanya.

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto mengatakan, bidan desa yang telah diangkat menjadi PNS merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dia meminta bidan desa siap melayani masyarakat. ”Kami berharap, jangankan siang, malam harus dilayani. Semua bidan desa hendaknya selalu siap memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Baca Juga :  Musim Hujan, Dinkes Imbau Warga Waspadai Penyakit Ini

Pihaknya berharap, bidan desa mampu menekan angka ibu dan bayi meninggal. Bidan desa diharapkan proaktif memberikan pelayanan terbaik. Diharapkan tidak ada ibu dan bayi meninggal akibat kelalaian.

”Kami juga berharap kepada bidan yang baru diangkat menjadi PNS agar netral dalam pilkada. Sebagai aparatur negara, PNS tidak boleh memihak kepada calon siapa pun,” tandasnya.

SAMPANG – Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Sampang menggelar prosesi penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan bidan PTT menjadi PNS Kamis (3/5). Sebanyak 113 CPNS diangkat menjadi PNS setelah mengikuti prajabatan pada September 2017. Penyerahan SK PNS dilakukan langsung oleh Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto.

Pj bupati menandatangani SK PNS dan menyerahkannya kepada bidan. Mereka yang diangkat menjadi PNS merupakan bidan desa PTT yang diangkat sebagai CPNS pada 1 April 2017. Setelah lulus mengikuti seleksi prajabatan, mereka diangkat menjadi PNS dengan SK tertanggal 1 April 2018.

Semua yang diangkat menjadi PNS merupakan bidan desa. Mereka ditugaskan di tempat awal. Rata-rata pengabdian mereka sebagai bidan PTT di desa mencapai 10–15 tahun. Kepala BKPSDM Sampang Slamet Terbang mengatakan, bidan yang diangkat menjadi PNS merupakan hasil seleksi CPNS formasi 2017.

Baca Juga :  Sukses Tekan Penderita, Anggaran Kusta di Sampang Menyusut 60 Persen

Ada empat bidan yang tidak memenuhi syarat dalam pengangkatan PNS. Salah satunya, umur melebihi ketentuan. Yang diangkat hanya 113 bidan PTT. Namun, dari 113 CPNS, hanya 112 PNS yang mengikuti prosesi penyerahan SK. Sebab, ada satu orang yang meninggal pada 24 April 2018.

”Kami berharap, mereka profesional melayani masyarakat. Dengan pengangkatan sebagai PNS ini, mereka harus lebih termotivasi memberikan pelayanan terbaik,” pintanya.

Pj Bupati Sampang Jonathan Judianto mengatakan, bidan desa yang telah diangkat menjadi PNS merupakan ujung tombak dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Dia meminta bidan desa siap melayani masyarakat. ”Kami berharap, jangankan siang, malam harus dilayani. Semua bidan desa hendaknya selalu siap memberikan pelayanan terbaik,” tegasnya.

Baca Juga :  Satpol PP Segel Dua Tower Ilegal

Pihaknya berharap, bidan desa mampu menekan angka ibu dan bayi meninggal. Bidan desa diharapkan proaktif memberikan pelayanan terbaik. Diharapkan tidak ada ibu dan bayi meninggal akibat kelalaian.

”Kami juga berharap kepada bidan yang baru diangkat menjadi PNS agar netral dalam pilkada. Sebagai aparatur negara, PNS tidak boleh memihak kepada calon siapa pun,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/