alexametrics
20.3 C
Madura
Friday, May 27, 2022

NU Tetap Mengawal Keutuhan NKRI

SAMPANG – PC NU Sampang menggelar acara hari lahir (harlah) ke-95 dan temu akbar kader NU se-Kabupaten Sampang, Selasa (3/4). Acara bertajuk Mempererat Ukhuwah Membangun Negeri itu dilaksanakan di GOR Indoor Wijaya Kusuma.

Ketua Tanfidziyah PC NU Sampang KH Muhaimin Abdul Bari mengatakan, harlah tahun ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi keluarga NU. Selain itu, untuk menguatkan komitmen ikut menjaga dan mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bersama ulama dan santri, NU memiliki andil besar. Tidak hanya menyumbang pemikiran dan ritual. Tapi juga secara fisik, dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dengan begitu, di usia ke-95 ini NU diharapkan semakin kompak, solid, dan semangat memperjuangkan ukhuwah islamiah sehingga diharapkan Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Baca Juga :  Sampang Raih BKN Award 2018

”NU harus kuat dan menjadi garda depan mengawal keutuhan NKRI. Siapa pun orangnya, apa pun kelompoknya, jika mengganggu kesatuan NKRI,  akan berhadapan dengan kami,” tegasnya.

 ”Pancasila dan UU 1945 merupakan sebuah kesepakatan yang harus ditanam dalam hati dan diamalkan. Keutuhan NKRI menjadi harga mati bagi NU,” imbuhnya.

Kader dan badan otonom (banom) NU harus memperkuat komitmen keagamaan dan kebangsaan. Komitmen keagamaan itu ialah harus sadar sepenuhnya jika saat ini terjadi perang idiologi, baik melalui dunia maya atau media sosial maupun di dunia nyata.

Karena itu, pihaknya ingin meneguhkan jati diri ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah. Tidak ekstrem menjadi paham liberal dan radikal. ”Kami ingin menanamkan, menjaga, dan menjalani paham keagamaan yang seperti itu,” terang Kiai Muhaimin.

Baca Juga :  JPS Kurang 234 Penerima

Sedangkan komitmen kebangsaan ialah Indonesia ditegakkan oleh santri dan ulama. Menjadi kewajiban bagi NU untuk terus menjaga Bhinneka Tunggal Ika. ”Kader dan generasi NU harus betul-betul menjaga komitmen kebangsaan yang telah dibangun kiai dan ulama terdahulu,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Pj Bupati Sampang, anggota forkopimda, Ketua Lazisnu PB NU Dr KH Amir Makruf, dan pengurus PW NU Jatim Drs KH Syarifuddin Syarif. Selain itu, Rais Syuriah PC NU Sampang KH Syafiuddin Abd. Wahid, Ketua Tanfidziyah PC NU Sampang KH Muhaimin Abdul Bari, banom serta 1.500 kader dan anggota NU se-Kabupaten Sampang.

SAMPANG – PC NU Sampang menggelar acara hari lahir (harlah) ke-95 dan temu akbar kader NU se-Kabupaten Sampang, Selasa (3/4). Acara bertajuk Mempererat Ukhuwah Membangun Negeri itu dilaksanakan di GOR Indoor Wijaya Kusuma.

Ketua Tanfidziyah PC NU Sampang KH Muhaimin Abdul Bari mengatakan, harlah tahun ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi keluarga NU. Selain itu, untuk menguatkan komitmen ikut menjaga dan mengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Bersama ulama dan santri, NU memiliki andil besar. Tidak hanya menyumbang pemikiran dan ritual. Tapi juga secara fisik, dalam rangka memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dengan begitu, di usia ke-95 ini NU diharapkan semakin kompak, solid, dan semangat memperjuangkan ukhuwah islamiah sehingga diharapkan Indonesia menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.

Baca Juga :  Diskumnaker Tak Punya Data Pekerja

”NU harus kuat dan menjadi garda depan mengawal keutuhan NKRI. Siapa pun orangnya, apa pun kelompoknya, jika mengganggu kesatuan NKRI,  akan berhadapan dengan kami,” tegasnya.

 ”Pancasila dan UU 1945 merupakan sebuah kesepakatan yang harus ditanam dalam hati dan diamalkan. Keutuhan NKRI menjadi harga mati bagi NU,” imbuhnya.

Kader dan badan otonom (banom) NU harus memperkuat komitmen keagamaan dan kebangsaan. Komitmen keagamaan itu ialah harus sadar sepenuhnya jika saat ini terjadi perang idiologi, baik melalui dunia maya atau media sosial maupun di dunia nyata.

Karena itu, pihaknya ingin meneguhkan jati diri ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah. Tidak ekstrem menjadi paham liberal dan radikal. ”Kami ingin menanamkan, menjaga, dan menjalani paham keagamaan yang seperti itu,” terang Kiai Muhaimin.

Baca Juga :  Petani Garam Enggan Gunakan Geomembran

Sedangkan komitmen kebangsaan ialah Indonesia ditegakkan oleh santri dan ulama. Menjadi kewajiban bagi NU untuk terus menjaga Bhinneka Tunggal Ika. ”Kader dan generasi NU harus betul-betul menjaga komitmen kebangsaan yang telah dibangun kiai dan ulama terdahulu,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Pj Bupati Sampang, anggota forkopimda, Ketua Lazisnu PB NU Dr KH Amir Makruf, dan pengurus PW NU Jatim Drs KH Syarifuddin Syarif. Selain itu, Rais Syuriah PC NU Sampang KH Syafiuddin Abd. Wahid, Ketua Tanfidziyah PC NU Sampang KH Muhaimin Abdul Bari, banom serta 1.500 kader dan anggota NU se-Kabupaten Sampang.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/