alexametrics
23 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Investasi Sektor Pariwisata Baru 3,7 Persen

SAMPANG – Pemkab Sampang menargetkan modal yang ditanamkan investor di Kota Bahari Rp 380 miliar. Proyeksi itu dari sejumlah sektor usaha. Termasuk tempat wisata. Sampai saat ini modal yang diinvestasi untuk sektor wisata baru 3,7 persen dari target.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang menyebutkan, ada sejumlah sektor usaha yang mendapatkan permodalan dari investor. Salah satunya dari sektor pariwisata.

Kabid Pengendalian Pelaksanaan dan Informasi Penanaman Modal DPMPTSP Sampang Abdul Adim mengatakan, besaran dana investasi yang ditargetkan relatif rendah untuk skala kabupaten/kota. Target itu sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah.

Dari sejumlah potensi yang ada, tempat wisata paling sedikit mendapat permodalan. Selama ini, minat investor untuk tanam modal di tempat wisata relatif rendah. Setiap tahun, dana yang masuk tidak lebih dari 3,7 persen dari target.

Baca Juga :  Tujuh Wisata Bakal Dikembangkan Tahun Ini

”Tempat wisata kita belum bisa diandalkan untuk menggaet investor. Sampai sekarang hanya Wisata Pantai Camplong yang ditanami modal oleh investor,” ungkap dia kemarin (3/2).

Sejak tiga tahun terakhir iklim investasi di Kota Bahari relatif rendah dan belum bisa meningkat. Padahal, pemkab menaikkan target nilai investasi dari yang sebelumnya Rp 300 miliar menjadi Rp 380 miliar.

Tahun ini, hanya ada dua calon investor berskala besar yang akan berinvestasi di Sampang. Yakni, PT Dumas yang bergerak di bidang perkapalan dan PT Megah Jaya di bidang pariwisata. PT Dumas akan berlokasi di Kecamatan Sreseh. Sementara PT Megah Jaya masih melakukan survei ke sejumlah tempat wisata.

Untuk bisa menarik investor di tempat wisata, perlu upaya pengembangan hingga ke luar daerah. Program pembangunan harus terintegrasi dengan program pengembangan wisata.

Baca Juga :  Tiga Bulan, Penderita TBC di Sampang Capai 183 Orang

Dengan demikian, para investor bisa lebih tertarik untuk menanamkan modal. Selain itu, harus bisa ditopang dengan ketersediaan sarana dan prasarana (sarpas) yang memadai serta perda yang mendukung terhadap investasi.

”Program pengembangan dan promosi wisata perlu dimaksimalkan agar pemodal tertarik untuk menanamkan usaha,” terangnya.

”Kita punya banyak wisata alam yang menarik. Misalnya, Hutan Kera Nepa, Air Terjun Toroan, Pantai Lon Malang, Waduk Nipah, dan lainnya,” paparnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Aji Waluyo mengklaim program pengembangan dan promosi tempat wisata sudah berjalan dengan baik. Program tersebut lebih diprioritaskan terhadap tempat wisata yang dinilai mempunyai daya jual dan banyak diminati pengunjung.

”Kami sudah memiliki konsep peningkatan investasi pariwisata agar pengelolaan objek wisata di Sampang bisa dipihakketigakan,” kata Aji. 

SAMPANG – Pemkab Sampang menargetkan modal yang ditanamkan investor di Kota Bahari Rp 380 miliar. Proyeksi itu dari sejumlah sektor usaha. Termasuk tempat wisata. Sampai saat ini modal yang diinvestasi untuk sektor wisata baru 3,7 persen dari target.

Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sampang menyebutkan, ada sejumlah sektor usaha yang mendapatkan permodalan dari investor. Salah satunya dari sektor pariwisata.

Kabid Pengendalian Pelaksanaan dan Informasi Penanaman Modal DPMPTSP Sampang Abdul Adim mengatakan, besaran dana investasi yang ditargetkan relatif rendah untuk skala kabupaten/kota. Target itu sesuai dengan potensi yang dimiliki daerah.


Dari sejumlah potensi yang ada, tempat wisata paling sedikit mendapat permodalan. Selama ini, minat investor untuk tanam modal di tempat wisata relatif rendah. Setiap tahun, dana yang masuk tidak lebih dari 3,7 persen dari target.

Baca Juga :  Bupati Sampang Bakal Percepat Pembangunan Srepang

”Tempat wisata kita belum bisa diandalkan untuk menggaet investor. Sampai sekarang hanya Wisata Pantai Camplong yang ditanami modal oleh investor,” ungkap dia kemarin (3/2).

Sejak tiga tahun terakhir iklim investasi di Kota Bahari relatif rendah dan belum bisa meningkat. Padahal, pemkab menaikkan target nilai investasi dari yang sebelumnya Rp 300 miliar menjadi Rp 380 miliar.

Tahun ini, hanya ada dua calon investor berskala besar yang akan berinvestasi di Sampang. Yakni, PT Dumas yang bergerak di bidang perkapalan dan PT Megah Jaya di bidang pariwisata. PT Dumas akan berlokasi di Kecamatan Sreseh. Sementara PT Megah Jaya masih melakukan survei ke sejumlah tempat wisata.

Untuk bisa menarik investor di tempat wisata, perlu upaya pengembangan hingga ke luar daerah. Program pembangunan harus terintegrasi dengan program pengembangan wisata.

Baca Juga :  Dukung Sertifikasi Perkawinan Menko PMK, Ini Alasan Kepala Kemenag

Dengan demikian, para investor bisa lebih tertarik untuk menanamkan modal. Selain itu, harus bisa ditopang dengan ketersediaan sarana dan prasarana (sarpas) yang memadai serta perda yang mendukung terhadap investasi.

”Program pengembangan dan promosi wisata perlu dimaksimalkan agar pemodal tertarik untuk menanamkan usaha,” terangnya.

”Kita punya banyak wisata alam yang menarik. Misalnya, Hutan Kera Nepa, Air Terjun Toroan, Pantai Lon Malang, Waduk Nipah, dan lainnya,” paparnya.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Aji Waluyo mengklaim program pengembangan dan promosi tempat wisata sudah berjalan dengan baik. Program tersebut lebih diprioritaskan terhadap tempat wisata yang dinilai mempunyai daya jual dan banyak diminati pengunjung.

”Kami sudah memiliki konsep peningkatan investasi pariwisata agar pengelolaan objek wisata di Sampang bisa dipihakketigakan,” kata Aji. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/