alexametrics
29.3 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Tunjangan Profesi Guru Capai Rp 70 Triliun

SAMPANG – Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad menyinggung masalah guru honorer ketika melayat di rumah duka almarhum Achmad Budi Cahyanto Sabtu (3/2). Seperti diketahui, Budi merupakan guru tidak tetap (GTT) di SMAN 1 Torjun.

Sedangkan Satuman merupakan guru honorer tertua di SMAN 1 Sampang. Dalam diri bapak dan anak ini sama-sama mengalir darah seni. Mereka sama-sama mengajar pelajar kesenian. Di luar sekolah, mereka juga sama-sama seniman lukis.

Sejak 2001, Kemendikbud tidak punya hak untuk mengangkat guru menjadi pegawai negeri sipil (PNS). ”Menjadi kewenangan pemerintah daerah. Masalah guru honorer, Pak Satuman termasuk K-2. Guru honorer K-2 saat ini sudah ratusan ribu jumlahnya,” katanya.

Baca Juga :  Pekan Depan Sidang Kasus Guru Budi

Guru honorer K-2 pernah diberi kesempatan mengikuti tes pada 2010. Setelah itu, pemerintah melakukan moratorium pengangkatan PNS. Kemen PAN-RB, BKN, dan Kemendikbud, kini sedang merumuskan untuk membantu guru honorer.

”Yang mungkin tidak mungkin lagi ikut tes karena untuk menjadi PNS, usia maksimal 30 tahun,” jelasnya di Dusun Pliyang, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang.

Tunjangan profesi guru saja, Kemendikbud mengalokasikan sekitar Rp 70 triliun setiap tahun. Rp 62 triliun tunjangan guru PNS dan Rp 8 triliun untuk guru swasta yang lulus sertifikasi. Karena itu, pemerintah daerah diminta membantu meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

”Guru-guru honorer ini mengajar di sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah daerah. Harus berbagi,” terangnya. ”Tapi Kemendikbud tetap memikirkan jalan keluar untuk kesejahteraan guru honorer,” janjinya.

Baca Juga :  Guru Budi Cahyanto Bisa Jadi Sahabat Siswa

SAMPANG – Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhammad menyinggung masalah guru honorer ketika melayat di rumah duka almarhum Achmad Budi Cahyanto Sabtu (3/2). Seperti diketahui, Budi merupakan guru tidak tetap (GTT) di SMAN 1 Torjun.

Sedangkan Satuman merupakan guru honorer tertua di SMAN 1 Sampang. Dalam diri bapak dan anak ini sama-sama mengalir darah seni. Mereka sama-sama mengajar pelajar kesenian. Di luar sekolah, mereka juga sama-sama seniman lukis.

Sejak 2001, Kemendikbud tidak punya hak untuk mengangkat guru menjadi pegawai negeri sipil (PNS). ”Menjadi kewenangan pemerintah daerah. Masalah guru honorer, Pak Satuman termasuk K-2. Guru honorer K-2 saat ini sudah ratusan ribu jumlahnya,” katanya.

Baca Juga :  Gelar Beragam Lomba Sambut HUT PGRI

Guru honorer K-2 pernah diberi kesempatan mengikuti tes pada 2010. Setelah itu, pemerintah melakukan moratorium pengangkatan PNS. Kemen PAN-RB, BKN, dan Kemendikbud, kini sedang merumuskan untuk membantu guru honorer.

”Yang mungkin tidak mungkin lagi ikut tes karena untuk menjadi PNS, usia maksimal 30 tahun,” jelasnya di Dusun Pliyang, Desa Tanggumong, Kecamatan Sampang.

Tunjangan profesi guru saja, Kemendikbud mengalokasikan sekitar Rp 70 triliun setiap tahun. Rp 62 triliun tunjangan guru PNS dan Rp 8 triliun untuk guru swasta yang lulus sertifikasi. Karena itu, pemerintah daerah diminta membantu meningkatkan kesejahteraan guru honorer.

”Guru-guru honorer ini mengajar di sekolah-sekolah yang dikelola pemerintah daerah. Harus berbagi,” terangnya. ”Tapi Kemendikbud tetap memikirkan jalan keluar untuk kesejahteraan guru honorer,” janjinya.

Baca Juga :  Guru Budi Cahyanto Bisa Jadi Sahabat Siswa
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/