alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Habiskan Rp 30 M, Manfaat PPI Tak Jelas

SAMPANG – Manfaat pangkalan pendaratan ikan (PPI) di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, belum dirasakan masyarakat. Sebab, hingga kemarin bangunan tersebut tak kunjung dioperasikan sebagaimana mestinya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, sejumlah fasilitas PPI sudah ada. Di antaranya, kantor pegawai, tempat pelelangan ikan (TPI), musala, kamar mandi, tambatan perahu, dan kolam labuh. Namun, nelayan setempat menggunakan fasilitas tersebut untuk memperbaiki jaring ikan dan menambatkan perahu di kolam labuh.

Ketua Komisi II DPRD Sampang Abdulloh Mansyur mengatakan, pemerintah jangan main-main dengan tujuan pembangunan PPI. Menurut dia, penggunaan semua pembangunan sudah terencana.

Politikus PKB itu menilai, pembangunan PPI tidak jelas konsep penggunaan atau asas manfaatnya untuk masyarakat, terutama nelayan. Sejak 2005 hingga 2016, pembangunan PPI terus dilakukan dengan menyedot anggaran cukup fantastis. Yaitu, lebih kurang Rp 30 miliar.

Baca Juga :  Wilayah Pantura Darurat Jalan Rusak

”Meski pembangunan belum selesai, PPI harus ditegaskan sejak awal fungsinya untuk apa. Sehingga satu tahun menjelang proyek selesai, rencana itu siap dilaksanakan,” ujarnya.

Dia mendesak pemerintah mengoperasikan PPI agar anggaran yang digunakan tidak sia-sia. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan PPI tersebut. ”Pembangunan harus benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya.

Kepala Dinas Perikanan Sampang Eny Muharjuni mengungkapkan, pembangunan PPI tersebut belum rampung seratus persen sehingga belum bisa dioperasikan. Pemanfaatan PPI, kata dia, akan disesuaikan dengan rencana awal. Salah satunya, sebagai tempat aktivitas pendaratan dan lelang ikan tangkapan nelayan.

PPI juga diproyeksikan untuk sejumlah program pembangunan dan peningkatan taraf ekonomi nelayan. Di antaranya, menjadi pusat pasar ikan tangkap serta digadang-gadang akan menjadi pusat statistik produksi perikanan di Sampang.

Baca Juga :  Proyek Pelabuhan Taddan Lewati Deadline

Eny menegaskan, semua yang berkaitan dengan PPI, mulai pembangunan hingga pengelolaan, saat ini sudah mejadi kewenangan Pemprov Jatim. Karena itu, Dinas Perikanan Sampang tidak bisa berbuat banyak untuk segera mengoperasikan PPI. ”Para pegawai juga kewenangan pemprov,” pungkasnya.

SAMPANG – Manfaat pangkalan pendaratan ikan (PPI) di Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, belum dirasakan masyarakat. Sebab, hingga kemarin bangunan tersebut tak kunjung dioperasikan sebagaimana mestinya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, sejumlah fasilitas PPI sudah ada. Di antaranya, kantor pegawai, tempat pelelangan ikan (TPI), musala, kamar mandi, tambatan perahu, dan kolam labuh. Namun, nelayan setempat menggunakan fasilitas tersebut untuk memperbaiki jaring ikan dan menambatkan perahu di kolam labuh.

Ketua Komisi II DPRD Sampang Abdulloh Mansyur mengatakan, pemerintah jangan main-main dengan tujuan pembangunan PPI. Menurut dia, penggunaan semua pembangunan sudah terencana.


Politikus PKB itu menilai, pembangunan PPI tidak jelas konsep penggunaan atau asas manfaatnya untuk masyarakat, terutama nelayan. Sejak 2005 hingga 2016, pembangunan PPI terus dilakukan dengan menyedot anggaran cukup fantastis. Yaitu, lebih kurang Rp 30 miliar.

Baca Juga :  Proyek Pelabuhan Taddan Lewati Deadline

”Meski pembangunan belum selesai, PPI harus ditegaskan sejak awal fungsinya untuk apa. Sehingga satu tahun menjelang proyek selesai, rencana itu siap dilaksanakan,” ujarnya.

Dia mendesak pemerintah mengoperasikan PPI agar anggaran yang digunakan tidak sia-sia. Yang terpenting, masyarakat bisa merasakan manfaat pembangunan PPI tersebut. ”Pembangunan harus benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” ucapnya.

Kepala Dinas Perikanan Sampang Eny Muharjuni mengungkapkan, pembangunan PPI tersebut belum rampung seratus persen sehingga belum bisa dioperasikan. Pemanfaatan PPI, kata dia, akan disesuaikan dengan rencana awal. Salah satunya, sebagai tempat aktivitas pendaratan dan lelang ikan tangkapan nelayan.

PPI juga diproyeksikan untuk sejumlah program pembangunan dan peningkatan taraf ekonomi nelayan. Di antaranya, menjadi pusat pasar ikan tangkap serta digadang-gadang akan menjadi pusat statistik produksi perikanan di Sampang.

Baca Juga :  Realisasi PBB Hanya 41 Persen

Eny menegaskan, semua yang berkaitan dengan PPI, mulai pembangunan hingga pengelolaan, saat ini sudah mejadi kewenangan Pemprov Jatim. Karena itu, Dinas Perikanan Sampang tidak bisa berbuat banyak untuk segera mengoperasikan PPI. ”Para pegawai juga kewenangan pemprov,” pungkasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/