alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Sumber Air PDAM Kian Susut

SAMPANG – Kondisi sumber mata air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang semakin memprihatinkan. Badan usaha milik daerah tersebut mulai gelisah untuk menyalurkan air ke pelanggan. Pasalnya, saat ini sumber mata air terus menyusut.

Berdasarkan data di PDAM, terdapat delapan pompa yang berfungsi untuk mendistribusikan ke pelanggan di wilayah perkotaan. Namun, yang berfungsi saat ini hanya tujuh pompa. Lima pompa di Kecamatan Camplong. Satu di antaranya sudah tidak terpakai.

Di Kecamatan Torjun terdapat tiga pompa. Namun, yang berfungsi hanya satu. Dua di antaranya sudah tidak terpakai. Hal itu juga terjadi di Kecamatan Tambelangan. Dari tiga pompa, dua diantaranya sudah tidak terpakai. Di Kecamatan Ketapang memiliki lima pompa dan yang tidak terpakai tiga.

Baca Juga :  Sopir MPU di Sampang Dites Urine

”Sementara pompa yang masih normal di Kecamatan Omben. Ada 2 pompa yang masih berfungsi. Meski ada penyusutan, tapi masih bisa menyalurkan air ke pelanggan,” kata teknisi PDAM Trunojoyo Busri.

Saat ini pihaknya juga terus memantau pendistribusian air. Jika debit air turun, pendistribusian air perlahan dihentikan. Sebab, dikhawatirkan akan berdampak pada mesin pompanya. ”Seperti sumber di Rubaru I. Kalau dihidupkan 20 menit airnya sudah habis,” ungkapnya.

Untuk itu, Busri mengimbau agar pelanggan bijak dalam menggunakan air. Jika dalam keadaan menyala, diharapkan agar air tidak sampai meluap. Dengan begitu, pelanggan yang paling ujung juga dapat teraliri juga. (bil)

- Advertisement -

SAMPANG – Kondisi sumber mata air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo Sampang semakin memprihatinkan. Badan usaha milik daerah tersebut mulai gelisah untuk menyalurkan air ke pelanggan. Pasalnya, saat ini sumber mata air terus menyusut.

Berdasarkan data di PDAM, terdapat delapan pompa yang berfungsi untuk mendistribusikan ke pelanggan di wilayah perkotaan. Namun, yang berfungsi saat ini hanya tujuh pompa. Lima pompa di Kecamatan Camplong. Satu di antaranya sudah tidak terpakai.

Di Kecamatan Torjun terdapat tiga pompa. Namun, yang berfungsi hanya satu. Dua di antaranya sudah tidak terpakai. Hal itu juga terjadi di Kecamatan Tambelangan. Dari tiga pompa, dua diantaranya sudah tidak terpakai. Di Kecamatan Ketapang memiliki lima pompa dan yang tidak terpakai tiga.

Baca Juga :  Aktivis dan Jurnalis Harus Dukung Pembangunan

”Sementara pompa yang masih normal di Kecamatan Omben. Ada 2 pompa yang masih berfungsi. Meski ada penyusutan, tapi masih bisa menyalurkan air ke pelanggan,” kata teknisi PDAM Trunojoyo Busri.

Saat ini pihaknya juga terus memantau pendistribusian air. Jika debit air turun, pendistribusian air perlahan dihentikan. Sebab, dikhawatirkan akan berdampak pada mesin pompanya. ”Seperti sumber di Rubaru I. Kalau dihidupkan 20 menit airnya sudah habis,” ungkapnya.

Untuk itu, Busri mengimbau agar pelanggan bijak dalam menggunakan air. Jika dalam keadaan menyala, diharapkan agar air tidak sampai meluap. Dengan begitu, pelanggan yang paling ujung juga dapat teraliri juga. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/