alexametrics
22.4 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Optimistis Mandangin Keluar dari Lokus Stunting

SAMPANG – Status lokus stunting masih melekat di Desa Mandangin, Kota Sampang. Kepala Desa Mandangin Saiful Anam optimistis desanya tahun ini bisa keluar dari status tersebut.

Berbagai upaya untuk menekan angka stunting sudah dilakukan. Namun, langkah-langkah tersebut belum maksimal. Hal itu disebabkan jumlah penduduk yang sangat banyak.

Untuk itu, butuh kerja sama beberapa instansi pemerintah. Tahun ini, pemerintah sudah mengadakan pos gizi untuk memberikan tambahan makanan kepada anak-anak yang kekurangan gizi.

Juga didukung dengan kegiatan posyandu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menerapkan hidup sehat. ”Upaya untuk menekan angka stunting terus kami lakukan. Ini untuk menjaga kekurangan gizi anak-anak di desa kami,” katanya kemarin (2/12).

Baca Juga :  Tiga Tahun Mandangin Menjadi Lokus Stunting

Saiful menjelaskan, dalam sepuluh hari ke depan pihaknya akan melakukan pelatihan gizi. Sasarannya, balita yang masuk kategori stunting. Diyakini secara bertahap hal itu akan mengurangi jumlah stunting.

Masyarakat di desa tersebut mendukung program pengentasan stunting. Sebagian orang tua balita yang terkena stunting mengeluarkan biaya agar anaknya bisa tumbuh sehat dan berkembang.

”Secara bertahap sudah mengurangi stunting. Harapannya, dengan semua upaya yang sudah kami lakukan tahun ini, Mandangin bisa keluar dari desa stunting. Kami juga butuh dukungan dari masyarakat dan pemerintah,” tukasnya. (bil)

- Advertisement -

SAMPANG – Status lokus stunting masih melekat di Desa Mandangin, Kota Sampang. Kepala Desa Mandangin Saiful Anam optimistis desanya tahun ini bisa keluar dari status tersebut.

Berbagai upaya untuk menekan angka stunting sudah dilakukan. Namun, langkah-langkah tersebut belum maksimal. Hal itu disebabkan jumlah penduduk yang sangat banyak.

Untuk itu, butuh kerja sama beberapa instansi pemerintah. Tahun ini, pemerintah sudah mengadakan pos gizi untuk memberikan tambahan makanan kepada anak-anak yang kekurangan gizi.


Juga didukung dengan kegiatan posyandu untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menerapkan hidup sehat. ”Upaya untuk menekan angka stunting terus kami lakukan. Ini untuk menjaga kekurangan gizi anak-anak di desa kami,” katanya kemarin (2/12).

Baca Juga :  Wajibkan Pemdes Sisihkan Dana Desa

Saiful menjelaskan, dalam sepuluh hari ke depan pihaknya akan melakukan pelatihan gizi. Sasarannya, balita yang masuk kategori stunting. Diyakini secara bertahap hal itu akan mengurangi jumlah stunting.

Masyarakat di desa tersebut mendukung program pengentasan stunting. Sebagian orang tua balita yang terkena stunting mengeluarkan biaya agar anaknya bisa tumbuh sehat dan berkembang.

”Secara bertahap sudah mengurangi stunting. Harapannya, dengan semua upaya yang sudah kami lakukan tahun ini, Mandangin bisa keluar dari desa stunting. Kami juga butuh dukungan dari masyarakat dan pemerintah,” tukasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/