alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pamerkan Beragam Seni Budaya di Kota Bahari

SAMPANG – Penampilan beragam seni budaya menghibur masyarakat Sampang kemarin (2/11). Dua belas kabupaten/kota di Jawa Timur yang tergabung dalam Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) memamerkan seni budaya masing-masing dari Pendapa Trunojoyo hingga Monumen Trunojoyo.

Sebagai tuan rumah, Kabupaten Sampang tampil di urutan pertama dengan kolaborasi kekayaan wisata dan keanekaragaman budaya masyarakat. Hal itu ditunjukkan dalam satu frame Sampang Gemilang.

Kabupaten Gresik juga menampilkan seni hadrah Ishari NU yang menggambarkan peristiwa hijrahnya Nabi Muhhammad dari Makkah ke Madinah. Kesenian tersebut dikenal dengan nama Rodat Seni Hadrah Ishari NU. Sementara, Kabupaten Situbondo menampilkan kesenian yang dikemas dengan Ekowisata Kampung Blekok.

Begitu juga dengan kabupaten lain seperti Tuban yang menampilkan kesenian Terbang Bancahan dan Pencak Dor. Kabupaten Probolinggo tampil dengan tarian kebanggaan angen gending. Kesenian Bodhag Re Re Re merupasan ciri khas Kota Probolinggo yang juga ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Alokasikan Rp 500 Juta untuk FKPU

Sementara, Kabupaten Pasuruan mencoba mengenalkan hasil produk budaya masyarakat sekitar. Yakni batik dan penghasilan kebun yang subur. Budaya arak-arakan Kampung Njelek ditampilkan oleh Kota Pasuruan.

Kabupaten Lamongan membawa situs Dewi Sendhang Dhuwur ke Kota Bahari. Pencak Jidor ditampilkan Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu seni budaya akulturasi pembaruan budaya Islam dan Jawa.

Tak ketinggalan, Kabupaten Pamekasan menunjukkan tarian kesenian berjudul Paseser Jumiang. Tarian tersebut menggambarkan kekayaan alam yang ada di Desa Jumiang yang menjadi salah satu objek wisata di Bumi Gerbang Salam.

Kabupaten Bangkalan tampil paling akhir dengan tarian aburdheh. Tradisi tersebut biasanya dilakukan pada saat acara rokat tase’ di Kecamatan Kwanyar.

Baca Juga :  Bupati Dukung Deklarasi Damai Antar Tokoh

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni menilai, kegiatan tersebut sangat baik untuk perkembangan seni budaya. Kecintaan masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan perlu dijaga. Sebab, hal itu merupakan salah satu warisan yang harus dilestarikan.

”Sekarang masyarakat mulai enggan untuk mempelajari seni. Dengan kegiatan ini, paling tidak memberikan rangsangan kepada masyarakat agar mengetahui nilai-nilai kesenian,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Imam Sanusi menyampaikan, ke depan pihaknya akan berupaya untuk memaksimalkan peran pemuda. Baik di sektor pariwisata, kebudayan, dan lain-lain.

”Kami akan upayakan untuk meningkatkan potensi pemuda. Nanti akan kami coba menyusun konsepnya dulu,” janjinya. (bil)

SAMPANG – Penampilan beragam seni budaya menghibur masyarakat Sampang kemarin (2/11). Dua belas kabupaten/kota di Jawa Timur yang tergabung dalam Festival Kesenian Pesisir Utara (FKPU) memamerkan seni budaya masing-masing dari Pendapa Trunojoyo hingga Monumen Trunojoyo.

Sebagai tuan rumah, Kabupaten Sampang tampil di urutan pertama dengan kolaborasi kekayaan wisata dan keanekaragaman budaya masyarakat. Hal itu ditunjukkan dalam satu frame Sampang Gemilang.

Kabupaten Gresik juga menampilkan seni hadrah Ishari NU yang menggambarkan peristiwa hijrahnya Nabi Muhhammad dari Makkah ke Madinah. Kesenian tersebut dikenal dengan nama Rodat Seni Hadrah Ishari NU. Sementara, Kabupaten Situbondo menampilkan kesenian yang dikemas dengan Ekowisata Kampung Blekok.


Begitu juga dengan kabupaten lain seperti Tuban yang menampilkan kesenian Terbang Bancahan dan Pencak Dor. Kabupaten Probolinggo tampil dengan tarian kebanggaan angen gending. Kesenian Bodhag Re Re Re merupasan ciri khas Kota Probolinggo yang juga ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Terkendala Anggaran, Satu Puskesmas Belum Dilengkapi IPAL

Sementara, Kabupaten Pasuruan mencoba mengenalkan hasil produk budaya masyarakat sekitar. Yakni batik dan penghasilan kebun yang subur. Budaya arak-arakan Kampung Njelek ditampilkan oleh Kota Pasuruan.

Kabupaten Lamongan membawa situs Dewi Sendhang Dhuwur ke Kota Bahari. Pencak Jidor ditampilkan Kabupaten Pasuruan sebagai salah satu seni budaya akulturasi pembaruan budaya Islam dan Jawa.

Tak ketinggalan, Kabupaten Pamekasan menunjukkan tarian kesenian berjudul Paseser Jumiang. Tarian tersebut menggambarkan kekayaan alam yang ada di Desa Jumiang yang menjadi salah satu objek wisata di Bumi Gerbang Salam.

Kabupaten Bangkalan tampil paling akhir dengan tarian aburdheh. Tradisi tersebut biasanya dilakukan pada saat acara rokat tase’ di Kecamatan Kwanyar.

Baca Juga :  Puluhan Gakin Sampang Tunggu Kepastian RTLH

Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni menilai, kegiatan tersebut sangat baik untuk perkembangan seni budaya. Kecintaan masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan perlu dijaga. Sebab, hal itu merupakan salah satu warisan yang harus dilestarikan.

”Sekarang masyarakat mulai enggan untuk mempelajari seni. Dengan kegiatan ini, paling tidak memberikan rangsangan kepada masyarakat agar mengetahui nilai-nilai kesenian,” katanya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang Imam Sanusi menyampaikan, ke depan pihaknya akan berupaya untuk memaksimalkan peran pemuda. Baik di sektor pariwisata, kebudayan, dan lain-lain.

”Kami akan upayakan untuk meningkatkan potensi pemuda. Nanti akan kami coba menyusun konsepnya dulu,” janjinya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/