alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Tiga SMA Di Sampang Ditutup! 16 SD Dipastikan Di-Regrouping

SAMPANG – Tiga lembaga pendidikan tingkat SMA/SMK swasta di Kabupaten Sampang ditutup. Selain itu, sebanyak 16 lembaga sekolah dasar negeri (SDN) akan dilakukan regrouping. Rencana itu dikemukakan oleh pihak Dinas Pendidikan setempat, selasa (2/10).

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi mengutarakan,  pihaknya masih menunggu peraturan menteri pendidikan. ”Kami di daerah  sampai saat ini masih menunggu regulasi menteri turun,” ujarnya selasa (2/10).

Meski regulasi belum ada, lanjut dia, disdik terus melakukan pendataan dan memberi tahu kepada kepala sekolah untuk tidak menerima siswa jika kurang dari 20 siswa. Dari regulasi tersebut nantinya akan dibuat peraturan bupati (perbup).

”Jadi harus ada perbup dulu. Akan tetapi yang terjadi, kami masih menunggu kepastian regulasi regrouping dari kementerian,” katanya mewakili Kepala Disdik Sampang Jupri Riyadi.

Baca Juga :  BPBD Waspada Potensi Bencana Alam

Sebelum ada regulasi, disdik tidak akan melakukan tindakan. Pihaknya khawatir jika me-regrouping sekolah tanpa adanya regulasi akan bermasalah hukum.

Sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 20 ada 16 lembaga. Di Kecamatan Kota Sampang, SDN Dalpenang IV di-regrouping ke SDN Dalpenang II. ”Itu sudah tidak menerima murid,” terangnya.

Sementara SDN Karang Dalem VI di-regrouping ke SDN Karang Dalem 1, SDN Karang Dalem III ke SDN Karang Dalem II. Sementara sekolah lainnya yang akan di-regrouping tidak disebutkan.

Kabid Pembinaan SMP Disdik Sampang Budiono menegaskan, lembaga SMP tidak ada sekolah yang akan di-regrouping. Pihaknya fokus bagaimana mengembangkan sekolah. ”Kalau SMP tidak ada sekolah regrouping,” ucapnya singkat.

Kepala Disdik Provinsi Jatim Wilayah Sampang Assyari menyampaikan, tiga lembaga SMA dan SMK swasta ditutup. Hal itu dilakukan karena izin operasional sekolah sudah  tidak berlaku dan tidak diperpanjang. Ditambah, jumlah siswa tidak memenuhi pagu atau rombongan belajar (rombel).

Baca Juga :  Keberhasilan Atasi Pandemi Bantu Wujudkan Visi Indonesia 2045

Data Disdik Jatim menyebutkan, lembaga SMA/SMK negeri dan swasta di Kota Bahari berjumlah 170. Perinciannya, 100 lembaga SMA dan 70 SMK. Setiap dua tahun sekali izin operasional sekolah harus diperpanjang.

Dia menegaskan, sekolah yang tidak memperpanjang izin operasional tidak bisa menerima pendaftaran siswa baru karena status sekolah tersebut bodong atau tidak resmi. Dengan begitu, sekolah tersebut tidak produktif dalam menjalankan kegiatan pembelajaran.

”Tahun ini kami sudah menutup tiga sekolah swasta. Yakni, dua unit SMA dan satu SMK. Sekolah itu sudah tidak mempunyai izin operasional dan minim siswa,” ungkap dia. 

SAMPANG – Tiga lembaga pendidikan tingkat SMA/SMK swasta di Kabupaten Sampang ditutup. Selain itu, sebanyak 16 lembaga sekolah dasar negeri (SDN) akan dilakukan regrouping. Rencana itu dikemukakan oleh pihak Dinas Pendidikan setempat, selasa (2/10).

Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi mengutarakan,  pihaknya masih menunggu peraturan menteri pendidikan. ”Kami di daerah  sampai saat ini masih menunggu regulasi menteri turun,” ujarnya selasa (2/10).

Meski regulasi belum ada, lanjut dia, disdik terus melakukan pendataan dan memberi tahu kepada kepala sekolah untuk tidak menerima siswa jika kurang dari 20 siswa. Dari regulasi tersebut nantinya akan dibuat peraturan bupati (perbup).


”Jadi harus ada perbup dulu. Akan tetapi yang terjadi, kami masih menunggu kepastian regulasi regrouping dari kementerian,” katanya mewakili Kepala Disdik Sampang Jupri Riyadi.

Baca Juga :  Persaingan Menuju Lima Besar Ketat

Sebelum ada regulasi, disdik tidak akan melakukan tindakan. Pihaknya khawatir jika me-regrouping sekolah tanpa adanya regulasi akan bermasalah hukum.

Sekolah yang jumlah muridnya kurang dari 20 ada 16 lembaga. Di Kecamatan Kota Sampang, SDN Dalpenang IV di-regrouping ke SDN Dalpenang II. ”Itu sudah tidak menerima murid,” terangnya.

Sementara SDN Karang Dalem VI di-regrouping ke SDN Karang Dalem 1, SDN Karang Dalem III ke SDN Karang Dalem II. Sementara sekolah lainnya yang akan di-regrouping tidak disebutkan.

- Advertisement -

Kabid Pembinaan SMP Disdik Sampang Budiono menegaskan, lembaga SMP tidak ada sekolah yang akan di-regrouping. Pihaknya fokus bagaimana mengembangkan sekolah. ”Kalau SMP tidak ada sekolah regrouping,” ucapnya singkat.

Kepala Disdik Provinsi Jatim Wilayah Sampang Assyari menyampaikan, tiga lembaga SMA dan SMK swasta ditutup. Hal itu dilakukan karena izin operasional sekolah sudah  tidak berlaku dan tidak diperpanjang. Ditambah, jumlah siswa tidak memenuhi pagu atau rombongan belajar (rombel).

Baca Juga :  Soroti Program Kambing Etawa, GMPPK Datangi DPMD

Data Disdik Jatim menyebutkan, lembaga SMA/SMK negeri dan swasta di Kota Bahari berjumlah 170. Perinciannya, 100 lembaga SMA dan 70 SMK. Setiap dua tahun sekali izin operasional sekolah harus diperpanjang.

Dia menegaskan, sekolah yang tidak memperpanjang izin operasional tidak bisa menerima pendaftaran siswa baru karena status sekolah tersebut bodong atau tidak resmi. Dengan begitu, sekolah tersebut tidak produktif dalam menjalankan kegiatan pembelajaran.

”Tahun ini kami sudah menutup tiga sekolah swasta. Yakni, dua unit SMA dan satu SMK. Sekolah itu sudah tidak mempunyai izin operasional dan minim siswa,” ungkap dia. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/