alexametrics
25.1 C
Madura
Tuesday, May 24, 2022

Sains dan Teknologi di Bidang Pertanian Harus Digerakkan

SAMPANG – Ketahanan pangan dan pengelolaan produksi pertanian di Kota Bahari menjadi prioritas pemerintah selama ini. Dinas Pertanian (Disperta) Sampang bersama TNI terus mendorong petani untuk meningkatkan jumlah produksi.

Anggota DPD RI Ahmad Nawardi turut hadir dalam penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Rabu (2/8). Dia mengapresiasi capaian yang dilakukan Pemkab Sampang sejauh ini.

Mantan Sekretaris DPW PKB Jawa Timur itu mengaku, semua pihak harus bergerak bersama-sama memajukan sektor pertanian. Menurut dia, Kota Bahari memiliki perguruan tinggi negeri, yakni Politeknik Negeri Madura (Poltera) dan UTM. Peran kampus, kata Nawardi, dalam menopang sektor pertanian melalui sains dan teknologi sangat dibutuhkan.

”Karena teknologi itu masa depan dunia. Di bidang apa pun, sains dan teknologi sangat dibutuhkan. Seperti pertanian, perdagangan, ekonomi, SDA, dan pendidikan,” jelas mantan wartawan Tempo itu.

Baca Juga :  Fadhilah Budiono Berharap TMMD Berlanjut

Pembangunan dan pengelolaan pertanian, misalnya, tidak akan lepas dari dua ilmu tersebut. Karena itu, peran kampus dalam berinovasi menciptakan pembaruan maupun alat-alat canggih untuk memudahkan produksi pertanian harus mulai digerakkan.

”Kami berharap generasi muda Sampang mampu menciptakan inovasi dan pembaruan di segala sektor. Melalui sains dan teknologi, kampus seperti Poltera harus membuat terobosan,” harapnya.

Dengan sentuhan sains dan teknologi, pihaknya optimistis perkembangan Sampang akan semakin maju. Apalagi, pemerintah sudah optimal dalam mengelola pertanian dan menjaga ketahanan pangan.

”Saya yakin, tanpa sentuhan sains dan teknologi, Sampang tidak akan maju. Karena ilmu itu sangat bermanfaat, terutama bagi petani,” imbuh alumnus MAN Sampang itu.

Sementara itu, Kepala Disperta Sampang Hary Soeyanto menjelaskan, saat ini merupakan era teknologi. Mengingat, tenaga kerja yang bergelut di bidang pertanian rata-rata berusia lanjut. Karena itu, dibutuhkan sebuah inovasi pemuda dan kalangan mahasiswa, terutama Poltera untuk ikut mengembangkan bidang pertanian.

Baca Juga :  Dewan Minta Disperta Intensifkan Sosialisasi AUTP

”Mungkin ke depan Poltera punya keinginan membuat prodi baru, seperti teknologi pertanian. Ini sangat membantu,” harapnya.

Karena itu, pihaknya mendorong kampus untuk ikut berperan dalam bidang pertanian. Menurut dia, komoditas lokal dengan menciptakan alat mesin pertanian (alsintan) sangat membantu. Sebab, alsintan yang didatangkan dari produk luar harganya belum terjangkau.

”Harga alsintan sekitar Rp 65 juta–Rp 70 juta per unit. Mungkin generasi muda bisa menciptakan alat yang lebih sederhana dan praktis,” katanya.

Dia berharap, ke depan semua pihak bersinergi memajukan pertanian di Sampang. Dengan demikian, Kota Bahari mampu membuat banyak produk lokal yang mampu dilirik daerah-daerah lain di Indonesia.

SAMPANG – Ketahanan pangan dan pengelolaan produksi pertanian di Kota Bahari menjadi prioritas pemerintah selama ini. Dinas Pertanian (Disperta) Sampang bersama TNI terus mendorong petani untuk meningkatkan jumlah produksi.

Anggota DPD RI Ahmad Nawardi turut hadir dalam penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Moktesareh, Kecamatan Kedungdung, Sampang, Rabu (2/8). Dia mengapresiasi capaian yang dilakukan Pemkab Sampang sejauh ini.

Mantan Sekretaris DPW PKB Jawa Timur itu mengaku, semua pihak harus bergerak bersama-sama memajukan sektor pertanian. Menurut dia, Kota Bahari memiliki perguruan tinggi negeri, yakni Politeknik Negeri Madura (Poltera) dan UTM. Peran kampus, kata Nawardi, dalam menopang sektor pertanian melalui sains dan teknologi sangat dibutuhkan.


”Karena teknologi itu masa depan dunia. Di bidang apa pun, sains dan teknologi sangat dibutuhkan. Seperti pertanian, perdagangan, ekonomi, SDA, dan pendidikan,” jelas mantan wartawan Tempo itu.

Baca Juga :  Korban Pemerkosaan Melahirkan, Pelaku Masih Berkeliaran

Pembangunan dan pengelolaan pertanian, misalnya, tidak akan lepas dari dua ilmu tersebut. Karena itu, peran kampus dalam berinovasi menciptakan pembaruan maupun alat-alat canggih untuk memudahkan produksi pertanian harus mulai digerakkan.

”Kami berharap generasi muda Sampang mampu menciptakan inovasi dan pembaruan di segala sektor. Melalui sains dan teknologi, kampus seperti Poltera harus membuat terobosan,” harapnya.

Dengan sentuhan sains dan teknologi, pihaknya optimistis perkembangan Sampang akan semakin maju. Apalagi, pemerintah sudah optimal dalam mengelola pertanian dan menjaga ketahanan pangan.

”Saya yakin, tanpa sentuhan sains dan teknologi, Sampang tidak akan maju. Karena ilmu itu sangat bermanfaat, terutama bagi petani,” imbuh alumnus MAN Sampang itu.

Sementara itu, Kepala Disperta Sampang Hary Soeyanto menjelaskan, saat ini merupakan era teknologi. Mengingat, tenaga kerja yang bergelut di bidang pertanian rata-rata berusia lanjut. Karena itu, dibutuhkan sebuah inovasi pemuda dan kalangan mahasiswa, terutama Poltera untuk ikut mengembangkan bidang pertanian.

Baca Juga :  Dinkes Sampang Siapkan Kompetisi Posyandu

”Mungkin ke depan Poltera punya keinginan membuat prodi baru, seperti teknologi pertanian. Ini sangat membantu,” harapnya.

Karena itu, pihaknya mendorong kampus untuk ikut berperan dalam bidang pertanian. Menurut dia, komoditas lokal dengan menciptakan alat mesin pertanian (alsintan) sangat membantu. Sebab, alsintan yang didatangkan dari produk luar harganya belum terjangkau.

”Harga alsintan sekitar Rp 65 juta–Rp 70 juta per unit. Mungkin generasi muda bisa menciptakan alat yang lebih sederhana dan praktis,” katanya.

Dia berharap, ke depan semua pihak bersinergi memajukan pertanian di Sampang. Dengan demikian, Kota Bahari mampu membuat banyak produk lokal yang mampu dilirik daerah-daerah lain di Indonesia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/