alexametrics
17.8 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Bantuan Modal Usaha Belum Terserap

SAMPANG – Pada tahun anggaran 2018, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang menyediakan modal untuk wirausaha pemula. Anggaran bantuan tersebut berasal dari APBN.

Setiap pelaku usaha pemula di Sampang bisa mendapatkan Rp 10 juta–Rp 13 juta. Namun, hingga Rabu (2/5) program tersebut belum terserap. Sebab, tidak ada pelaku usaha yang mengajukan permohonan bantuan modal.

Kepala Diskumnaker Sampang Moh. Suhrowardi mengatakan, wirausaha pemula di Kota Bahari cukup banyak. Namun, selama Januari–April belum ada yang mengajukan permohonan bantuan modal.

Menurut dia, mayoritas wirausaha pemula masih mempelajari dan mempersiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan. Program bantuan modal usaha baru digulirkan tahun ini. ”Nominal bantuan tidak begitu besar, tapi bisa membantu meningkatkan usaha,” tuturnya.

Baca Juga :  Perampingan OPD Baru Rencana

Program bantuan modal usaha merupakan terobosan dari pemerintah pusat. Tujuannya adalah menumbuhkembangkan dan mendorong kemajuan perekonomian di daerah. Program tersebut merupakan upaya penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat.

”Bantuan itu merupakan dana hibah dari pemerintah pusat untuk wirausaha pemula dan usaha mikro kecil yang dikelola secara individu atau kelompok,” jelasnya kemarin. Pihaknya meminta semua wirausaha pemula di Kota Bahari mengajukan bantuan tersebut.

Syarat pengajuan bantuan meliputi proposal, KTP, nomor induk kependudukan (INK), izin usaha mikro dan kecil (IUMK), ijazah SMA, kalkulasi perhitungan penghasilan selama sebulan, rencana penggunaan dana, dan sertifikat pembekalan kewirausahaan minimal dua tahun. Syarat lainnya tidak mendapatkan bantuan dari pemkab.

Baca Juga :  Antisipasi Poktan Fiktif, Bantuan Belasan Alsintan Belum Disalurkan

”Penentuan penerima bantuan sepenuhya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kami hanya memfasilitasi warga yang akan mengajuakan bantuan. Pengajuan harus masuk paling lambat 30 Juni 2018,” tukas Suhrowardi.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Moh. Hodai meminta diskumnaker menyosialisasikan program bantuan modal usaha itu. ”Eman ada bantuan, tapi tidak bisa terserap. Apalagi bantuan itu untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat,” katanya.

 

SAMPANG – Pada tahun anggaran 2018, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang menyediakan modal untuk wirausaha pemula. Anggaran bantuan tersebut berasal dari APBN.

Setiap pelaku usaha pemula di Sampang bisa mendapatkan Rp 10 juta–Rp 13 juta. Namun, hingga Rabu (2/5) program tersebut belum terserap. Sebab, tidak ada pelaku usaha yang mengajukan permohonan bantuan modal.

Kepala Diskumnaker Sampang Moh. Suhrowardi mengatakan, wirausaha pemula di Kota Bahari cukup banyak. Namun, selama Januari–April belum ada yang mengajukan permohonan bantuan modal.


Menurut dia, mayoritas wirausaha pemula masih mempelajari dan mempersiapkan semua persyaratan yang dibutuhkan. Program bantuan modal usaha baru digulirkan tahun ini. ”Nominal bantuan tidak begitu besar, tapi bisa membantu meningkatkan usaha,” tuturnya.

Baca Juga :  Disperta Ngaku Kekurangan 88 Penyuluh

Program bantuan modal usaha merupakan terobosan dari pemerintah pusat. Tujuannya adalah menumbuhkembangkan dan mendorong kemajuan perekonomian di daerah. Program tersebut merupakan upaya penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan peningkatan taraf kehidupan masyarakat.

”Bantuan itu merupakan dana hibah dari pemerintah pusat untuk wirausaha pemula dan usaha mikro kecil yang dikelola secara individu atau kelompok,” jelasnya kemarin. Pihaknya meminta semua wirausaha pemula di Kota Bahari mengajukan bantuan tersebut.

Syarat pengajuan bantuan meliputi proposal, KTP, nomor induk kependudukan (INK), izin usaha mikro dan kecil (IUMK), ijazah SMA, kalkulasi perhitungan penghasilan selama sebulan, rencana penggunaan dana, dan sertifikat pembekalan kewirausahaan minimal dua tahun. Syarat lainnya tidak mendapatkan bantuan dari pemkab.

Baca Juga :  Perampingan OPD Baru Rencana

”Penentuan penerima bantuan sepenuhya menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kami hanya memfasilitasi warga yang akan mengajuakan bantuan. Pengajuan harus masuk paling lambat 30 Juni 2018,” tukas Suhrowardi.

Anggota Komisi II DPRD Sampang Moh. Hodai meminta diskumnaker menyosialisasikan program bantuan modal usaha itu. ”Eman ada bantuan, tapi tidak bisa terserap. Apalagi bantuan itu untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat,” katanya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/