alexametrics
21.4 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

Sekolah Disegel, Ratusan Siswa Telantar

SAMPANG – Penyegelan SDN Asemjaran 1, Kecamatan Banyuates, Sampang, berbuntut panjang. Ratusan siswa sekolah tersebut telantar dan tak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Siswa SDN Asemjaran 1 mulai berdatangan ke sekolah sejak pukul 07.00 Selasa (2/1). Mereka berangkat dari rumah masing-masing dengan penuh semangat untuk belajar setelah libur panjang.

Namun, semangat siswa melemah setelah sampai di pintu gerbang  sekolah. Mereka tak bisa masuk ke ruang kelas masing-masing karena pintu disegel oleh pemilik tanah yang ditempati bangunan SDN Asemjaran 1.

Siswa terus berdatangan hingga memadati jalan depan sekokah. Beberapa wali murid saling melontarkan pertanyaan kenapa disegel. Maklum, tak semua wali murid mengetahui kasus SDN Asemjaran 1 yang berujung penyegelan tersebut.

”Anak saya jadi korban atas tindakan penyegelan ini,” kata Fathorrahman, salah seorang wali murid. Dia mengungkapkan, pada hari pertama masuk sekolah, semua siswa dan wali murid telantar karena tidak bisa masuk akibat pagar dikunci. ”Sebagian siswa ada yang pulang dan sebagian lainnya sengaja tidak masuk,” imbuhnya.

Baca Juga :  SDN Asemjaran 1 Disegel, Siswa Numpang di Teras Rumah

Dia menyayangkan penyegelan SDN Asemjaran 1 yang dilakukan oleh Mahdar selaku pemilik tanah. Sebab, ratusan siswa yang ingin belajar di sekolah tersebut telantar. ”Mestinya tidak begini. Tindakan ini sangat merugikan siswa,” ujarnya.

Mewakili wali murid, dia meminta bupati Sampang tegas dan bijak dalam menyikapi persoalan tersebut. Sengketa lahan harus segera diselesaikan agar siswa bisa belajar dengan tenang. ”Bupati harus segera menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.

Kepala SDN Asemjaran 1 Waldiman membenarkan siswanya telantar karena tak bisa masuk sekolah. Menurut dia, setelah melakukan musyawarah dengan semua pihak, KBM untuk sementara dilaksanakan di rumah warga.

Dia menegaskan, penyegelan sekolah sangat mengganggu KBM. Dia khawatir, semangat belajar 206 siswa terganggu. Pihaknya berharap proses hukum yang dijalani pemilik lahan tidak mengganggu KBM.

Baca Juga :  Ganggu KBM, Bupati Buka Paksa Segel SDN Asemjaran 1

Waldiman juga berharap, Dinas Pendidikan Sampang segera menyelesaikan sengketa lahan tersebut. Dengan demikian, siswa dan guru di SDN Asemjaran 1 bisa melaksanakan KBM dengan tenang dan aman. ”Semoga sengketa ini segera terselesaikan,” ucapnya.

Camat Banyuates Jauhari Candra menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan semua pihak di kantor kecamatan untuk bersama-sama mencari solusi. Namun, saat itu Mahdar tidak ada. ”Tokoh masyarakat berharap Dinas Pendidikan Sampang segera melapor ke polres agar KBM bisa kembali dilaksanakan,” ungkapnya.

Dia mempersilakan orang yang mengaku sebagai pemilik lahan melakukan proses hukum. Namun, jangan sampai KBM terganggu. ”Selama ini tidak ada solusi dari dinas pendidikan yang dikoordinasikan kepada kami,” ungkapnya.

- Advertisement -

SAMPANG – Penyegelan SDN Asemjaran 1, Kecamatan Banyuates, Sampang, berbuntut panjang. Ratusan siswa sekolah tersebut telantar dan tak bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Siswa SDN Asemjaran 1 mulai berdatangan ke sekolah sejak pukul 07.00 Selasa (2/1). Mereka berangkat dari rumah masing-masing dengan penuh semangat untuk belajar setelah libur panjang.

Namun, semangat siswa melemah setelah sampai di pintu gerbang  sekolah. Mereka tak bisa masuk ke ruang kelas masing-masing karena pintu disegel oleh pemilik tanah yang ditempati bangunan SDN Asemjaran 1.


Siswa terus berdatangan hingga memadati jalan depan sekokah. Beberapa wali murid saling melontarkan pertanyaan kenapa disegel. Maklum, tak semua wali murid mengetahui kasus SDN Asemjaran 1 yang berujung penyegelan tersebut.

”Anak saya jadi korban atas tindakan penyegelan ini,” kata Fathorrahman, salah seorang wali murid. Dia mengungkapkan, pada hari pertama masuk sekolah, semua siswa dan wali murid telantar karena tidak bisa masuk akibat pagar dikunci. ”Sebagian siswa ada yang pulang dan sebagian lainnya sengaja tidak masuk,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tempat Keramaian Jadi Atensi Polisi

Dia menyayangkan penyegelan SDN Asemjaran 1 yang dilakukan oleh Mahdar selaku pemilik tanah. Sebab, ratusan siswa yang ingin belajar di sekolah tersebut telantar. ”Mestinya tidak begini. Tindakan ini sangat merugikan siswa,” ujarnya.

Mewakili wali murid, dia meminta bupati Sampang tegas dan bijak dalam menyikapi persoalan tersebut. Sengketa lahan harus segera diselesaikan agar siswa bisa belajar dengan tenang. ”Bupati harus segera menyelesaikan masalah ini,” pungkasnya.

Kepala SDN Asemjaran 1 Waldiman membenarkan siswanya telantar karena tak bisa masuk sekolah. Menurut dia, setelah melakukan musyawarah dengan semua pihak, KBM untuk sementara dilaksanakan di rumah warga.

Dia menegaskan, penyegelan sekolah sangat mengganggu KBM. Dia khawatir, semangat belajar 206 siswa terganggu. Pihaknya berharap proses hukum yang dijalani pemilik lahan tidak mengganggu KBM.

Baca Juga :  Ingin Terbitkan Tabloid Sekolah

Waldiman juga berharap, Dinas Pendidikan Sampang segera menyelesaikan sengketa lahan tersebut. Dengan demikian, siswa dan guru di SDN Asemjaran 1 bisa melaksanakan KBM dengan tenang dan aman. ”Semoga sengketa ini segera terselesaikan,” ucapnya.

Camat Banyuates Jauhari Candra menambahkan, pihaknya sudah mengumpulkan semua pihak di kantor kecamatan untuk bersama-sama mencari solusi. Namun, saat itu Mahdar tidak ada. ”Tokoh masyarakat berharap Dinas Pendidikan Sampang segera melapor ke polres agar KBM bisa kembali dilaksanakan,” ungkapnya.

Dia mempersilakan orang yang mengaku sebagai pemilik lahan melakukan proses hukum. Namun, jangan sampai KBM terganggu. ”Selama ini tidak ada solusi dari dinas pendidikan yang dikoordinasikan kepada kami,” ungkapnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/