alexametrics
20.9 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Atap Rusak, Siswa SDN Belajar Luar Kelas

SAMPANG – Siswa kelas III SDN Ketapang Laok 4, Kecamatan Ketapang, sudah dua minggu mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di luar kelas. Sebab, atap ruang kelas mereka ambruk.

Anwar Nuris, salah satu guru di sekolah tersebut mengatakan, dua minggu yang lalu atap di ruang kelas III berjatuhan. Atap yang terdiri atas asbes dan kayu itu jatuh. Beruntung tidak mengenai siswa yang sedang belajar dalam kelas. ”Kayunya banyak yang lapuk akibat usia,” katanya Kamis (31/10).

Sejak kejadian itu, pihak sekolah dan guru memutuskan untuk melaksanakan KBM di luar kelas. Sebab, dinilai lebih aman untuk keselamatan siswa. ”Belajar di tempat parkir, di luar ruangan kelas,” paparnya.

Baca Juga :  RadarMadura Berbagi Ilmu Jurnalistik

Anwar mengakui, belajar di luar ruangan memang kurang efektif. Sebab, siswa tidak bisa fokus. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada pemerintah agar segera melakukan perbaikan. Kerusakan ini sudah dilaporkan ke dinas pendidikan. ”Kalau di luar ruangan gangguannya banyak, tidak efektif,” ungkapnya.

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi masih akan melakukan pengecekan terkait ambruknya atap ruang kelas tersebut. Menurut dia, tidak masalah untuk sementara siswa belajar di luar ruang kelas. Sebab, yang terpenting KBM tetap berjalan. ”Kami akan cek dulu, kami akan liat kerusakannya,” paparnya.

Menurut dia, perbaikan tidak mungkin dilakukan pada 2020. Sebab, DAK 2020 sudah tidak ada. ”Sementara tidak apa-apa di luar dulu. Nanti akan kami carikan solusinya,” tandasnya.

Baca Juga :  Ratusan SD-SMP Tak Perbarui Dapodik

SAMPANG – Siswa kelas III SDN Ketapang Laok 4, Kecamatan Ketapang, sudah dua minggu mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di luar kelas. Sebab, atap ruang kelas mereka ambruk.

Anwar Nuris, salah satu guru di sekolah tersebut mengatakan, dua minggu yang lalu atap di ruang kelas III berjatuhan. Atap yang terdiri atas asbes dan kayu itu jatuh. Beruntung tidak mengenai siswa yang sedang belajar dalam kelas. ”Kayunya banyak yang lapuk akibat usia,” katanya Kamis (31/10).

Sejak kejadian itu, pihak sekolah dan guru memutuskan untuk melaksanakan KBM di luar kelas. Sebab, dinilai lebih aman untuk keselamatan siswa. ”Belajar di tempat parkir, di luar ruangan kelas,” paparnya.

Baca Juga :  DPRD Minta Pemkab Sampang Gencar Sosialisasi Aturan Ketenagakerjaan

Anwar mengakui, belajar di luar ruangan memang kurang efektif. Sebab, siswa tidak bisa fokus. Maka dari itu, pihaknya meminta kepada pemerintah agar segera melakukan perbaikan. Kerusakan ini sudah dilaporkan ke dinas pendidikan. ”Kalau di luar ruangan gangguannya banyak, tidak efektif,” ungkapnya.

Kabid Pembinaan SD Disdik Sampang Achmad Mawardi masih akan melakukan pengecekan terkait ambruknya atap ruang kelas tersebut. Menurut dia, tidak masalah untuk sementara siswa belajar di luar ruang kelas. Sebab, yang terpenting KBM tetap berjalan. ”Kami akan cek dulu, kami akan liat kerusakannya,” paparnya.

Menurut dia, perbaikan tidak mungkin dilakukan pada 2020. Sebab, DAK 2020 sudah tidak ada. ”Sementara tidak apa-apa di luar dulu. Nanti akan kami carikan solusinya,” tandasnya.

Baca Juga :  Madrasah Aliyah  Kecipratan Dana Tistas
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/