alexametrics
28.9 C
Madura
Monday, August 15, 2022

Minta Kontraktor Perhatikan Kualitas

SAMPANG – Sejumlah proyek fisik masih dalam tahap pengerjaan. Salah satunya proyek drainase di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Kota Sampang. Pengerjaan proyek tersebut mendapat sorotan dari DPRD. Wakil rakyat meminta agar pemkab lebih ketat dalam melakukan pengawasan. Tujuannya, agar kontraktor memerhatikan kualitas proyek.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang harus melakukan pengawasan secara ketat. Sebab, jika pengawasan lemah, khawatir terjadi penyimpangan. Menurutnya, pengerjaan semua proyek di Kota Bahari harus sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

”Kami meminta pemkab aktif melakukan pengawasan. Kontraktor dan pelaksana juga harus bisa memerhatikan RAB. Pekerjaan harus tetap berpatokan pada RAB. Sebab akan berdampak terhadap kualitas pekerjaan,” katanya.

Menurutnya, proyek fisik tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan. Cuaca dan waktu yang sudah mepet bukan alasan kualitas proyek rendah. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Bahkan, jika terbukti ada proyek yang tidak sesuai spesifikasi, pihaknya tidak akan tinggal diam.

Baca Juga :  Direktur RSUD Klaim Sudah Ajukan Dana Jaspel ke BPJS Kesehatan

”Kalau rekanan tidak mau bekerja dua kali dan rugi, ya kualitas proyek harus lebih diutamakan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, tahun lalu banyak proyek yang rusak sebelum masa pemeliharaan berakhir. Hal itu karena pengerjaan tidak serius. Proyek dikerjakan secara asal-asalan. Salah satunya melenceng dari petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Pelaksana harus bertanggung jawab dengan memperbaikinya.

Pihaknya tidak menginginkan hal semacam itu terulang kembali tahun ini. Untuk itu, sejak awal pihaknya mengimbau agar pekerjaan harus sesuai RAB. ”Kami tidak akan segan-segan melaporkan rekanan jika ada pekerjaan yang asal-asalan. Kami akan rekomendasikan kepada dinas terkait supaya rekanan tidak digunakan lagi atau di-blacklist,” terang Nasir.

Baca Juga :  Kerjakan Proyek sebelum Penetapan APBDes

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemantauan. Tujuannya, memastikan apakah pekerjaan sudah sesuai RAB atau tidak. ”Saya harap tidak ada main mata dan kongkalikong pelanggaran antara pemkab dengan rekanan dalam melaksanakan pembangunan proyek fisik,” ujarnya.

Terpisah, Kabag Pembangunan Pemkab Sampang Ach. Hafi mengatakan, semua tahapan pengerjaan proyek fisik akan tetap diawasi secara ketat. Pihaknya mengklaim sudah sering melakukan monitoring ke lokasi proyek. Mantan camat Banyuates ini juga optimistis jika pengerjaan proyek tersebut akan selesai tepat waktu.

 ”Kami juga berharap masyarakat bisa membantu mengawasi, sehingga hasil pekerjaan baik dan sesuai dengan rencana,” tandasnya.

SAMPANG – Sejumlah proyek fisik masih dalam tahap pengerjaan. Salah satunya proyek drainase di Jalan Wijaya Kusuma, Kecamatan Kota Sampang. Pengerjaan proyek tersebut mendapat sorotan dari DPRD. Wakil rakyat meminta agar pemkab lebih ketat dalam melakukan pengawasan. Tujuannya, agar kontraktor memerhatikan kualitas proyek.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang harus melakukan pengawasan secara ketat. Sebab, jika pengawasan lemah, khawatir terjadi penyimpangan. Menurutnya, pengerjaan semua proyek di Kota Bahari harus sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB).

”Kami meminta pemkab aktif melakukan pengawasan. Kontraktor dan pelaksana juga harus bisa memerhatikan RAB. Pekerjaan harus tetap berpatokan pada RAB. Sebab akan berdampak terhadap kualitas pekerjaan,” katanya.


Menurutnya, proyek fisik tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan. Cuaca dan waktu yang sudah mepet bukan alasan kualitas proyek rendah. Pihaknya akan terus melakukan pemantauan. Bahkan, jika terbukti ada proyek yang tidak sesuai spesifikasi, pihaknya tidak akan tinggal diam.

Baca Juga :  Kerjakan Proyek sebelum Penetapan APBDes

”Kalau rekanan tidak mau bekerja dua kali dan rugi, ya kualitas proyek harus lebih diutamakan,” ucapnya.

Dia menjelaskan, tahun lalu banyak proyek yang rusak sebelum masa pemeliharaan berakhir. Hal itu karena pengerjaan tidak serius. Proyek dikerjakan secara asal-asalan. Salah satunya melenceng dari petunjuk pelaksana (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). Pelaksana harus bertanggung jawab dengan memperbaikinya.

Pihaknya tidak menginginkan hal semacam itu terulang kembali tahun ini. Untuk itu, sejak awal pihaknya mengimbau agar pekerjaan harus sesuai RAB. ”Kami tidak akan segan-segan melaporkan rekanan jika ada pekerjaan yang asal-asalan. Kami akan rekomendasikan kepada dinas terkait supaya rekanan tidak digunakan lagi atau di-blacklist,” terang Nasir.

Baca Juga :  Tidak Masuk Kerja Sejak 2016, Kapolres Pecat Aiptu Hariono
- Advertisement -

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan pemantauan. Tujuannya, memastikan apakah pekerjaan sudah sesuai RAB atau tidak. ”Saya harap tidak ada main mata dan kongkalikong pelanggaran antara pemkab dengan rekanan dalam melaksanakan pembangunan proyek fisik,” ujarnya.

Terpisah, Kabag Pembangunan Pemkab Sampang Ach. Hafi mengatakan, semua tahapan pengerjaan proyek fisik akan tetap diawasi secara ketat. Pihaknya mengklaim sudah sering melakukan monitoring ke lokasi proyek. Mantan camat Banyuates ini juga optimistis jika pengerjaan proyek tersebut akan selesai tepat waktu.

 ”Kami juga berharap masyarakat bisa membantu mengawasi, sehingga hasil pekerjaan baik dan sesuai dengan rencana,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/